Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar/energi baru terbarukan, pemerintah sedang mengembangkan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L). Agar pengembangan jarak pagar dapat tercapai, hendaknya pertanaman/kebun jarak pagar dikelola dengan baik diantaranya melalui pola usahatani terpadu antara jarak pagar dengan tanaman kacang-kacangan. Selain dapat ditanam secara monokultur, tanaman jarak pagar dapat ditanam secara tumpangsari (kacang tanah, kedelai, kacang hijau). Dengan pola usahatani terpadu diharapkan petani karet dapat meningkat pendapatannya tidak hanya dari jarak pagar tapi mendapat hasil sampingan dari tanaman kacang-kacangan. Penanaman jarak pagar dengan kacang-kacanganTanaman sela pada perkebunan jarak pagar sangat bermanfaat terutama untuk menambah penghasilan petani sebelum tanaman menghasilkan. Jenis tanaman kacang-kacangan yang dapat dijadikan tanaman sela dapat dilakukan persiapan sebagai berikut:1. Lahan pertanaman jarak pagar dibersihkan dari gulma, kemudian dilakukan pembubunan pada setiap tanaman jarak pagar, kemudian memperbaiki draenasi dengan jalan memperdalam saluran pembuangan air yang sudah ada, selanjutnya lahan siap diolah untuk ditanami tanaman sela;2. Benih (kacang tanah/kedelai/kacang hijau) ditanam dengan cara ditugal dengan jarak tanam 25x25cm. Jarak tanam jarak pagar 2 x 2m, sedang jarak tanam antara jarak pagar dengan tanaman kacang-kacangan 50cm.3. Penanaman tanaman sela dapat dilakukan pada awal musim hujan atau pada bulan Maret. Pemeliharaan1. Pemupukan, pada waktu pendangiran, bumbunan tanaman jarak pagar diberi pupuk kandang 2-5kg/pohon dan pada awal musim penghujan diberi pupuk majemuk NPK (Phonska) sebanyak 450 kg/ha. Tanaman sela diberi pupuk majemuk NPK (Phonska) sebanyak 150 kg/ha dilakukan setelah tanam dengan cara ditugal;2. Penyiangan, penyiangan dilakukan setelah tanaman sela berumur 1 bulan dan penyiangan selanjutnya dilakukan setelah tanaman sela dipanen. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila tanaman ada tanda-tanda diserang OPT;3. Penyiraman, dilakukan untuk antisipasi adanya kekurangan air/kekeringan. HasilDengan adanya tanaman sela, jumlah populasi tanaman sela mencapai 75% dari lahan pertanaman jarak pagar. Dengan sistim usahatani tumpangsari ini pertumbuhan tanaman sela akan mempengaruhi pertumbuhan jarak pagar, namun seiring dengan bertambahnya umur tanaman jarak pagar, tanaman sela kacang-kacangan tidak berpengarauh terhadap pertumbuhan dan produksi jarak pagar.Hasil produksi tanaman kacang-kacangan yang diperoleh sebagai tanaman sela diantara tanaman jarak pagar sebagai berikut:Tahun pertama1. Kacang tanah menghasilkan 1.187,5 kg/ha biji kering dan jarak pagar 183,3 kg/ha biji kering;2. Kacang kedelai menghasilkan 2.008,3 kg/ha biji kering dan jarak pagar 200,0 kg/ha biji kering;3. Kacang hijau menghasilkan 1.712,2,5 kg/ha biji kering dan jarak pagar 236,5 kg/ha biji kering;Tahun kedua1. Kacang tanah menghasilkan 627,9 kg/ha biji kering dan jarak pagar 870,57 kg/ha biji kering;2. Kacang kedelai menghasilkan 1.115,4 kg/ha biji kering dan jarak pagar 980,05 kg/ha biji kering;3. Kacang hijau menghasilkan 1.008,7 kg/ha biji kering dan jarak pagar 974,22 kg/ha biji kering; ManfaatManfaat pola usahatani terpadu antara jarak pagar dengan tanaman kacang-kacangan antara lain: 1) untuk mengurangi resiko gagal panen; 2) memberikan pendapatan petani, pada saat tanaman jarak pagar belum menghasilkan; 3) tanaman kacang-kacangan berfungsi sebagai penutup tanah yang bermanfaat untuk mencegah erosi dan pertumbuhan gulma; 4) meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara; dan 5) meningkatkan daya guna berbagai input produksi (tenaga kerja, pupuk dll) ketiga komoditi (karet, tanaman pangan dan ternak) Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/yayuk_edi@yahoo.com Sumber : Dari berbagai sumber