Loading...

Pola Usahatani Terpadu Karet-Cabe-Ternak

Pola Usahatani Terpadu Karet-Cabe-Ternak
Tanaman cabe merupakan salah satu komoditi yang cukup strategis, yang dibuktikan dengan bila harga cabe meningkat, banyak dikeluhkan masyarakat sehingga oleh kementerian pertanian, cabe menjadi salah satu komoditi stategis yang harus dijaga stabilitas baik jumlah maupun harganya. Terkait dengan hal tersebut Balai Penelitian Karet Sembawa, telah mengembangkan berbagai pola usaha tani terpadu diantaranya usahatani karet yang dipadukan dengan tanaman cabe dan ternak. Pola usahatani ini dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet melalui penambahan penghasilan dari tanaman sela ini. Pola usatani terpadu ini diperkirakan akan mampu memberikan tambahan penghasilan bagi petani karet dan berkesempatan menabung dengan memelihara ternak sapi, kambing atau ayam sesuai kondisi wilayah setempat. Pola usahatani karet-cabe-ternakCabe merupakan salah tanaman yang memilki prospek yang baik bila dikembangkan sebagai tanaman sela karet. Tanaman sela yang dikemngkan perkebunan karet akan sangat bermanfaat terutama untuk menambah penghasilan petani sebelum tanaman menghasilkan. Jenis tanaman yang dapat dijadikan tanaman sela selama tanaman karet belum menghasilkan. Penanaman cabe, dapat dilakukan pada awal musim hujan sampai akhir musim hujan. Penanaman pada awal musim hujan tidak akan mengalami kendala teknis, namun pada saat pemasaran umumnya harganya rendah, Harga jual cabe tinggi ketika penanaman dilakukan pada akhir musim hujan dengan resiko petani harus melakukan menyiraman. Sehingga hal ini direkomendasikan untuk kebun karet yang lokasinya dekat sumber air sehingga jika diperlukan penyiraman tidak akan mengalami kendala.Teknik penanaman cabe, ditanam dengan menggunakan benih yang telah disemaikan, yang kemudian dipindahkan ke lapangan pada waktu benih berumur sekitar satu bulan. Benih ditanam diatas guludan dengan lebar 125 cm, jarak antar guludan bergantung pada jarak tanam karet 6x3m dan jarak antar guludan 50cm. Jarak tanam cabe pada guludan 60x40 cm. Pemupukan awal dilakukandengan memberikan 0,5 kg pupuk kandang pe pohon dan masing-masing urea 150 kg/ha, SP 36 165 kg/ha dan KCl sebesar 100kg/ha. Varietas cabe dapat menggunakan cabe kriting. Pola taman sela cabe diantara tanaman karet bisa dilakukan pada saat tanaman karet berumur 1 – 3 tahun dengan gambaran hasilnya sebagai berikut:Nilai ekonomis cabe yang diperoleh sebagai tanaman sela tanaman karet sebagai berikut:1. Cabe sebagai tanaman sela pada karet umur 1, 2 dan 3 tahun masing-masing sebesar 9.000 kg/ha, 8.000 kg/ha dan 7.000 kg/ha;2. Penghasilan dari tanaman sela pada karet umur 1, 2 dan 3 tahun masing-masing sebesar Rp.17.005.000, Rp.13.005.000 dan Rp.9.070.000;4. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk mengelola tanaman sela pada karet umur 1, 2 dan 3 tahun masing-masing sebesar 750 HOK, 750 HOK dan 750 HOK;Pengaruh tanaman sela cabe terhadap pertumbuhan lilit batang klon PR 261 pada tanaman karet pada umur 30 bulan, 36 bulan, 42 bulan dan 48 bulan dibandingkan dengan kontrol dapat diinformasikan sebagai berikut:1. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 30 bulan sebesar 22 cm (kontrol 22,9 cm) 2. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 36 bulan sebesar 28,7 cm (kontrol 27,5 cm)3. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 42 bulan sebesar 34,1 cm (kontrol 31,8 cm)4. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 48 bulan sebesar 40,4 cm (kontrol 36,8 cm) Ternak yang diusahakan bersama-sama tanaman karet dan tanaman cabe cukup menguntungkan secara ekonomis, menambah pendapatan petani karet. Adapun jenis ternak yang biasa diusahakan adalah sapi, kambing dan ayam. Usaha ternak sapi dapat memberikan pendapatan petani masing-masing sebesar Rp. 2.800 – Rp. 4.500.000 /tahun; Rp. 900.000 – Rp. 1.500.000 /tahun dan Rp. 400.000 – Rp. 800.000 /tahun. Hal-hal yang perlu diperhatikan1. Pengolahan tanah segembur mungkin dan dibentuk gulud agar tanaman tidak tergenang air;2. Pemindahan benih dari pesemaian dilakukan pada saat benih masih terbentuk daun primordia;3. Pemberian naungan pada saat tanaman masih kecil dapat dilakukan dengan pelepah pisang;4. Menggunakan varietas unggul sesuai kondisi lingkungan setempat3. Perlu adanya penambahan bahan organik kedalam tanah melalui penambahan pupuk organik dan sisa-sisa panen ke dalam tanah dan penambahan unsur hara pupuk sesuai dosis3. Melakukan pemeliharaan seperti penyiangan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman yang dilakukan secara teratur. Manfaat Manfaat pola usahatani terpadu antara karet dengan tanaman jagung, semangka dan ternak antara lain: 1) untuk meningkatkan pemeliharaan dan perawatan kebun karet; 2) memberikan tambahan pedapatan petani karet pada saat tanaman karet belum menghasilkan; 3) tanaman jagung dan semangka dapat berfungsi sebagai penutup tanah yang bermanfaat untuk mencegah erosi dan pertumbuhan gulma; 4) meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara lahan perkebunan karet rakyat; 5) meningkatkan daya guna berbagai input produksi (tenaga kerja, pupuk dll) ketiga komoditi (karet, jagung, semangka dan ternak); dan 6) ternak dapat dimanfaatkan sebagai tabungan oleh petani karet. Berdasarkan informasi tersebut, pola usahatani karet diantara cabe, baik dikembangkan dilokasi perkebunan karet rakyat karena selain menguntungkan secara ekologis juga menguntungkan secara sosial ekonomi. Pola ini direkomendasikan di daerah perkebunan rakyat yang lokasinya dekat dengan pasar atau perkotaan. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/yayuk_edi@yahoo.com Sumber : 1) Anonim, 2009. Pola Usahatani Karet Terpadu. Balai Penelitian Sembawa, Pusat Penelitian Karet.; 2) Ir. Nurhawaty Siagian, MS, 2006. Pembibitan dan Pengadaan Bahan Tanam Karet Unggul. Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet, Medan; 4) Dari berbagai sumber