Balai Penelitian Sembawa sebagai Pusata Penelitian Karet, telah mengembangkan pola usaha tani terpadu diantaranya keterpaduan antara usahatani karet dengan tanaman jagung yang dipadukan dengan semangka dan ternak. Pola usahatani ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet melalui penambahan penghasilan dari tanaman sela ini. Pola usatani terpadu ini diperkirakan akan mampu memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp. 500.000 - Rp. 4.500.000. Pola usahatani karet-jagung-semangka-ternakTanaman sela pada perkebunan karet sangat bermanfaat terutama untuk menambah penghasilan petani sebelum tanaman menghasilkan. Jenis tanaman yang dapat dijadikan tanaman sela selama tanaman karet belum menghasilkan adalah tanaman jagung dan tanaman semangka. Pola tanam yang dapat diatur adalah sebagai berikut: 1) Rotasi I (September-Oktober) penanaman jagung dilakukan pada awal musim hujan; 2) Rotasi II (Januari - Pebruari) ditanami semangka pada pertengahan musim hujan. Penanaman jagung, benih jagung yang dapat digunakan adalah jagung komposit (Bisma, Arjuna,atau Kalingga) atau jagung hibrida (BISI-2 dan C-7), jarak tanam 100x20 cm, jarak tanam dari karet 100 cm sedang jarak tanam antar tanam karet 6 x 3 m, jumlah benih 12-24 kg/ha, waktu tanam awal musim hujan, dengan jumlah pupuk yang diperlukan urea 50 kg/ha dan 100kg/ha pada saat tanaman berumur 30 hari, SP 36 150 kg/ha dan KCl 50 kg/ha;Penanaman semangka, dapat menggunakan varietas lokal (sengkaling) atau varietas introduksi yaitu sugar baby atau new dragon), jarak tanam 200x150 cm, jarak tanam semangka dengan karet 200 cm. Tanah yang sesuai adalah tanah yang gembur dan berpasir, waktu tanam pada pertengahan musim hujan. Dalam pengolahan tanah setelah dicangkul dibuat lubang tanamdengan ukuran 30cmx30cmx30cm. Penyiangan dilakukan setiap dua minggu sekali sedang pupuk diberikan sebanyak 3 kali yaitu: 1) pemupukan pada saat tanam terdiri atas urea 10 gram/tanaman, SP 36 sebanyak 45 gram/ha, KCl 12 gram/ha dan kapur 60 gram/ha; 2) pemupukan pada saat tanaman berumur 2 minggu yaitu terdiri atas urea 20 gram/tanaman;3) pada saat tanaman berumur satu bulan dengan memberikan urea sebanyak 20 gram/tanaman dan pupuk kandang 1,5 kg/lubang tanam. Pola taaman sela jagung dan semangka diantara tanaman karet bisa dilakukan pada saat tanaman karet berumur 1 – 3 tahun dengan gambaran hasilnya sebagai berikut:Nilai ekonomis jagung dan semangka yang diperoleh sebagai tanaman sela tanaman karet sebagai berikut:1. Jagung sebagai tanaman sela pada karet umur 1, 2 dan 3 tahun masing-masing sebesar 2.750 kg/ha, 2.500 kg/ha dan 2.100 kg/ha;2. Semangka sebagai tanaman sela pada karet umur 1, 2 dan 3 tahun masing-masing sebesar 34.000 kg/ha, 32.500 kg/ha dan 28.000 kg/ha;3. Penghasilan dari tanaman sela pada karet umur 1, 2 dan 3 tahun masing-masing sebesar Rp.6.565.000, Rp.4.665.000 dan Rp.2.640.000;4. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk mengelola tanaman sela pada karet umur 1, 2 dan 3 tahun masing-masing sebesar 588 HOK, 588 HOK dan 550 HOK;Pengaruh tanaman sela jagung dan semangka terhadap pertumbuhan lilit batang klon PR 261 pada tanaman karet pada umur 12 bulan, 24 bulan, 36 bulan dan 48 bulan dibandingkan dengan kontrol dapat diinformasikan sebagai berikut:1. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 12 bulan sebesar 12 cm (kontrol 10 cm) 2. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 18 bulan sebesar 20 cm (kontrol 16 cm)3. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 24 bulan sebesar 24 cm (kontrol 20 cm)4. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 30 bulan sebesar 27 cm (kontrol 22,9 cm)5. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 36 bulan sebesar 32,1 cm (kontrol 27,5 cm)6. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 36 bulan sebesar 37,1 cm (kontrol 31,8 cm)7. Lilit batang klon PR 261 pada karet umur 48 bulan sebesar 42,9 cm (kontrol 36,8 cm) Ternak yang diusahakan bersama-sama tanaman karet dan tanaman jagung dan semangka, secara ekonomis dapat menambah pendapatan petani karet. Adapun jenis ternak yang biasa diusahakan adalah sapi, kambing dan ayam. Usaha ternak sapi dapat memberikan pendapatan petani masing-masing sebesar Rp. 2.800 – Rp. 4.500.000 /tahun; Rp. 900.000 – Rp. 1.500.000 /tahun dan Rp. 400.000 – Rp. 800.000 /tahun. Hal-hal yang perlu diperhatikan1. Pengolahan tanah cukup dilakukan dengan pencangkulan ringan untuk melindungi lapisan top soil dari erosi;2. Penggunaan varietas unggul sesuai kondisi lingkungan setempat3. Perlu adanya penambahan bahan organik kedalam tanah melalui penambahan pupuk organik dan sisa-sisa panen ke dalam tanah dan penambahan unsur hara dengan memberikan pupuk sesuai dosis3. Melakukan penyiangan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman secara teratur. Manfaat Manfaat pola usahatani terpadu antara karet dengan tanaman jagung, semangka dan ternak antara lain: 1) untuk meningkatkan pemeliharaan dan perawatan kebun karet; 2) memberikan tambahan pedapatan petani karet pada saat tanaman karet belum menghasilkan; 3) tanaman jagung dan semangka dapat berfungsi sebagai penutup tanah yang bermanfaat untuk mencegah erosi dan pertumbuhan gulma; 4) meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara lahan perkebunan karet rakyat; 5) meningkatkan daya guna berbagai input produksi (tenaga kerja, pupuk dll) ketiga komoditi (karet, jagung, semangka dan ternak); dan 6) ternak dapat dimanfaatkan sebagai tabungan oleh petani karet.Berdasarkan informasi tersebut, pola usahatani karet diantara tanaman jagung dan semangka baik dikembangkan dilokasi perkebunan karet rakyat, karena selain menguntungkan secara ekologis juga menguntungkan secara sosial ekonomi. Pola ini direkomendasikan di daerah perkebunan rakyat yang sudah ada akses jalan yang menghubungkan kebun karet dengan pasar. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/yayuk_edi@yahoo.com Sumber : 1) Anonim, 2009. Pola Usahatani Karet Terpadu. Balai Penelitian Sembawa, Pusat Penelitian Karet.; 2) Ir. Nurhawaty Siagian, MS, 2006. Pembibitan dan Pengadaan Bahan Tanam Karet Unggul. Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet, Medan; 4) Dari berbagai sumber