Pompanisasi Penunjang Keberhasilan Upsus Pajale Desa Karangreja Kec Suranenggala Kab Cirebon
Upaya mencukupi kebutuhan air untuk tanaman padi maka raksabumi dan penyuluh pertanian bersama petani menyiapkan pompnisasi dilahan pertanian milik masyarakat wilayah Desa Karangreja untuk mempersiapkan masa tanam Gadu I (MT II) di Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon. Upaya pompanisasi ini dilakukan pada sabtu (7/9) guna menyukseskan program Upaya Khusus Swasembada (Upsus) Padi, jagung, dan Kedelai (Pajale) di wilayah Desa Karangreja. Pompanisasi dilakukan disepanjang saluran irigasi sekunder di wilayah Desa Karangreja. Selama ini masyarakat Desa Karangreja merasa kurang dalam mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawahnya karena curah hujan yang dirasa masih kurang serta debit air dari saluran irigasi yang terkadang di jadwal dalam pergiliran airnya sehingga dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan padi yang mengakibatkan hasil panen menurun. Penerapan jadwal gilir giring air atau membagi jadwal pengairan yang sudah disusun atas kesepakatan bersama antara P3A Mitra cai, Petugas Penyuluh (PPL) dan PSDA yang disesuaikan dengan wilayah yang di aliri sungai irigasi dan di awasi secara ketat. Hal ini dilakukan agar lahan pertanian yang rawan kekeringan mendapatkan pasokan air yang cukup. Pemberian air irigasi di fokuskan dan di prioritaskan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami gagal panen. Penyelamatan areal sawah yang melalui giliran pembagian air dan pompanisasi dari sumber-sumber air yang masih ada. Dengan kisaran 1 jam pompa dapat mengairi sawah seluas 300 s/d 400 meter persegi, sehingga membutuhkan waktu 4 -5 jam untuk sawah yang luasannya 1,400 meter persegi. Air merupakan sumber kehidupan, terutama untuk petani. Pengelolaan air menjadi sangat penting terutama di musim kering seperti saat ini.