Kabupaten Ponorogo terus untuk menggapai kedaulatan pangan, karena Jawa Timur merupakan propinsi terbesar di Indonesia dengan penduduk hamper 39 juta jiwa, 36,57 masyarakat setempat bermata pencaharian sebagai petani. Dalam mengapai kedaulatan pangan BP3K bersama Muspika Kec. Babadan selalu mengadakan Koordinasi, Belakangan ini Kec. Babadan giat-giatnya menggenjot produksi pertanian dalam upaya bisa menggapai kedaulatan pangan dengan gerakan tanam serentak yang melibatkan Camat,Koramil dan Polsek.Seperti diketahui bahwa Kecamatan Babadan termasuk salah satu pelaksana Program Upaya Khusus (UPSUS). Strategi yang dilakukan dalam pencapaian target yang ditetapkan antara lain : Peningkatan Indeks Pertanaman (IP),Peningkatan Areal tanam, peningkatan produktifitas.Tidak hanya itu pembangunan dam dan waduk serta memaksimalkan Jaringan Irigasi Tersier Petani (Jitut) dan Jaringan Irigasi Tersier Desa ( Jides ) pun menjadi target utama dalam peningkatan IP. Untuk peningkatan IP, kita pun menerapkan teknik tanam jajar legowo dengan system System Rice Intensification (SRI).Kecamatan Babadan telah melaksanakan tanam serentak sebanyak 15 Desa , 15 desa yang ada di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian, ini jelas sudah dilaksanakan dengan melibatkan warga petani, Poktan, Gapoktan, BPP, Camat, Koramil dan Pihak Kepolisian dimana semua selalu hadir dan nyemplung ke sawah. Camat Bababan, Siswoyo,S.Sos, M.Si mengatakan " Poktan wilayah Babadan pun sudah diarahkan ke pertanian modern dengan memaksimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan). Seperti memaksimalkan penggunaan transplanter ( alat tanam ) dan combine Harvester (alat panen ). Alsintan yang ada di Ponorogo sebagian besar dibuat oleh bengkel local" Tukasnya. Kepala BP3K Babadan mengatakan " Berhubung pertanian di Kec. Babadan diarahkan ke ramah lingkungan, dimaksimalkan alat pengolahan pupuk Organik (APPO) yang ada. Dengan memanfaatkan APPO, selain dapat mengurangi penggunaan pupuk pabrikan dan dapat juga menjadi sumber tambahan pendapatan petani. Dulu Kec. Babadan yang terkenal dengan penggunaan pupuk anorganik tertinggi se-Kabupaten Ponorogo, saat ini sudah mulai menggunakan pupuk organic, sehingga penggunaan pupuk an-organik berkurang, sehingga produk kita menjadi ramah lingkungan" jelasnya (Joesoef Soegiarto)