PORANG KOMODITAS BARU YANG SANGAT MENGGIURKAN DI KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT Oleh : Kasbullah, S.ST Pendahuluan Porang menjadi primadona bisnis, tanaman ini memiliki ciri-ciri yang sangat jelas sekali berbeda dengan tumbuhan umbi lainnya. Tumbuhan herbal ini memiliki batang yang tegak dan lunak. Tumbuhan ini memiliki batang halus berwarna, seperti hijau atau hitam. Di batang halus itu juga terdapat totol-totol putih. Di Indonesia sendiri tanaman porang ini memiliki nama-nama yang berbeda yang disesuaikan dengan daerah asalnya. Karena nama porang bisa berbeda-beda disetiap daerah, maka ada baiknya untuk mengetahui nama-nama tersebut. Di tanah sunda, porang dinamakan acoan oray atay acung. Di daerah Jawa Timur, lebih tepatnya Nganjuk, porang diberi nama kairong. Selain nama acoan oray dan kairong, orang-orang di berbagai daerah mengenalnya dengan nama suweg, walur dan iles-iles. Selain nama-nama yang berbeda, penanaman porang juga berbeda-beda ditentukan oleh kesuburan tanah. Akan tetapi ternyata dari beberapa nama-nama tersebut ternayata porang itu memang beda, hanya mempunyai kemiripan saja. Banyak kita temui di beberapa daerah pedalaman Ketapang seperti Sandai, Nanga Tayap, Tumbang Titi dan Jelai Hulu, namun semua itu ternyata bukan porang, melainkan tumbuhan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hanya sekedar mempunyai kemiripan saja. Hal ini dibuktikan langsung oleh Kabid Tanaman Pangan, Humaidi, Kepala UPT. Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kabupaten Ketapang , Suhanadi serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Nanga Tayap, Kasbullah untuk melakukan kunjungan sekaligus survey lokasi langsung ke sentral tanaman porang atau ketempat petani yang membudidayakan tanaman porang yaitu di daerah Madiun. Porang mempunyai ciri khusus dimana hanya tanaman ini yang dapat menumbuhkan katak (bibit) pada sela tangkai daun, jadi sangat mudah untuk mengenali tanaman ini. Tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi ini sekarang sudah mulai dibudidayakan di Kabupaten Ketapang seperti kecamatan Muara Pawan, Sei Melayu Rayak, Matan Hilir Utara dan Nanga Tayap, akan tetapi karena harga bibit yang lumayan mahal (Rp. 200.000/kg) menyebabkan terlambatnya penyebaran pertumbuhan pembudidaya sehingga hanya ada beberapa segilintir yang mengusahakannya. Kedepan melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Ketapang tanaman ini akan berkembang pesat karena bisa disipkan untuk dibiayai melalui dana APBN pusat, selain itu pengusaha dari Beijingpun akan membuat pabrik di Kabupaten Ketapang dengan kapasitas 1000 ton/hari. Hal ini sangat bagus khususnya bagi pelaku usaha dan petani untuk mengembangkan tanaman porang baik skala kecil ataupun besar dengan tujuan untuk lebih membantu peningkatan ekonomi. Peluang besar untuk sukses harus segera kita tangkap dan jangan sampai jadi penonton didaerah sendiri. Manfaat tanaman porang antara lain: sebagai bahan pembuatan lem yang ramah lingkungan. campuran pada pembuatan kertas agar kuat dan lemas. pengganti media tumbuh mikroba. isolator listrik. Glucomannan pada tanaman porang yang berbentuk gel dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gel silicon yang sangat baik sebagai isolator listrik. bahan campuran pembuatan komponen pesawat terbang dan parasut. bahan pembuatan mie. Di Jepang, bahan makanan ini banyak disukai untuk mie shiratake atau konnyaku. sebagai penjernih air pengikat formulasi tablet. sebagai pengental sirup dan perekat pada es krim sehingga tidak mudah/tidak cepat meleleh. kadar glucomannan pada porang bermanfaat/berkhasiat bagi kesehatan tubuh yaitu mengurangi kadar kolesterol dalam darah dan memperlambat pengosongan perut dan mempercepat rasa kenyang sehingga cocok untuk makanan diet bagi penderita diabetes. Porang merupakan serat yang secara alami dapat larut dalam air dan tembus cahaya serta bersifat seperti agar-agar dan tidak berbau sehingga dapat digunakan sebagai pengganti agar-agar. mengandung vitamin A dan B lebih tinggi dari kentang. Kandungan karbohidratnya lebih dari 80 persen. Bahan campuran pembuatan pengkilap kain, perekat kertas, cat, kain katun dan wool, dan bahan imitasi yang memiliki sifat lebih baik dari milum serta harganya lebih murah. pengganti gelatin sebagai bahan pembuat negatif film, isolator, dan seluloid karena sifatnya yang mirip selulosa. Sehingga dapat sebagai pengganti selulosa dalam film. larutan mannan jika dicampur dengan gliserin atau natrium hidroksida bisa dibuat bahan kedap air. mannan juga dipergunakan untuk menjernihkan air dan memurnikan bagian-bagian keloid yang terapung dalam industri bir, gula, minyak dan serat. Budidaya Porang Porang ternyata memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan dan industri. Oleh sebab itu, produksi porang sedang digalakkan agar mampu memberikan stok yang cukup untuk permintaan porang dari berbagai daerah. Teknik Perkembangbiakan Ada beberapa teknik yang bisa dipakai untuk membuat bibit porang. Teknik budidaya porang yang pertama bisa dengan menggunakan biji. Perlu diketahui bahwa porang akan berbunga pada periode 4 tahun. Bunga tersebut akan berubah menjadi buah dan kemudian menghasilkan biji yang baik dikembangbiakan pada musim hujan. Teknik yang kedua ialah dengan bintik yang ada di antara batang dan cabang porang. Bintil yang dipanen ternyata bisa disimpan dan ditanam kembali sebagai bibit porang. Teknik yang ketiga yaitu dengan menggunakan umbi. Umbi porang yang dipanen, dapat ditanam kembali. Umbi ini menggunakan cara tanam di lahan pertanian. Penanaman yang baik dilakukan pada bulan September sebelum musim hujan tiba. Penggunaan pupuk sangat dianjurkan untuk mendorong agar pertumbuhan porang bagus dan subur. Pupuk yang digunakan antara lain : organik, kapur dolomit, UREA dan NPK, dengan waktu minimal 2 bulan setelah tanam dan seterusnya 2 bulan setelah pemupukan. Tanam Sekali Cara menanam yang baik tentu saja dibawah naungan pohon-pohon besar seperti pohon jati. Namau bisa dikembangkan dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada waluun lokasinya tidak berada dibawah naungan, tanaman ini akan tettap tumbuh subur bahkan hasilnya jauh lebih banyak. Porang ternyata cukup ditanam sekali, lalu tinggal melakukan pemeliharaan dan memanen. Umbi akan tumbuh lagi setelah panen dengan meninggalkannya dilubang semula. Memilih Umbi Porang dapat dipanen setelah 2 kali musim (1 musim = 6 bulan), akan tetapi kalau lahan kondidi subur dan perawatan maksimal bisa dipanen 1 musim. Cara memanennya ialah dengan mengambil umbi yang paling besar dari tumbuhan tersebut. Umbi yang kecil dibiarkan saja di lahan pertanian agar pada saat musim hujan umbi tersebut dapat tumbuh lagi. Setelah umbi yang besar diambil dan dibersihkan dari tanah dan akar, umbi kemudian dipotong, diiris, lalu dijemur. Cara mengiris menentukan kualitas porang. Kualitas Porang Jika salah mengiris dan porang tidak kering pada saat penjemuran maka akan timbul jamur. Timbulnya jamur pada irisan porang tentu saja akan merugikan. Nilai tukar rupiah akan menurun karena kualitas irisan porang tidak bagus dengan adanya jamur. Untuk diketahui porang membutuhkan banyak sekali perhatian mulai dari menanam, memeliharan dan melestarikannya kembali