Aceh Tengah 31 Agustus ’20, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Linge berhasil mensosialisasikan pemanfaatan tempurung labu manis kepada kelompok wanita tani di salah satu desa terpencil daerah kabupaten Aceh Tengah. Sebelum dicoba digunakan untuk tempat media tumbuh tanaman sayuran, tempurung labu manis ini hanya digunakan sebagai tempat garam di dapur yang diberi nama “BOJOK”. Kalangan petani peternak sering juga digantung pada kandang ternak kambing atau domba dengan mengisi butiran garam. Bagian kulit bojok yang hygroskopis mengeluarkan raya asin sehingga ternak menjilat dibagian luarnya sampai ketagihan. Semula ibu rumah tangga ketika tempat garam ini sudah usang dibuang dan diganti dengan tempat garam serba pelastik. Penyuluh mencoba memodivikasi kulit labu ini dengan mengisi media tumbuh tanaman dan membuat lobang penyerapan air sehingga bisa ditanami dengan berbagai jenis tanaman sayuran. Sebagai rasa terima kasihnya kelompok wanita tani BUGE JAYA kepada penyuluh, sampai diadakan panen sayuran bermedia bojok dengan mengundang kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Linge. ALIMAN EFENDI Kepala Balai membenarkan adanya Inovasi penyuluh terhadap pemanfaatan BOJOK tempat garam dapur yang berasal dari tempurung Labu} *Sastri Dekayanti/ABD