Loading...

POTENSI, KENDALA, DAN PELUANG PENGEMBANGAN KEDELE

POTENSI,  KENDALA, DAN PELUANG  PENGEMBANGAN KEDELE
Potensi pengembangan meliputi varietas unggul dengan produktivitas >2 t/ha, sistem pengelolaan tanaman terpadu (PTT) yang dapat meningkatkan hasil dan pendapatan petani. Potensi dari aspek benih bermutu yang merupakan kekuatan dalam pengembangan agribisnis kedelai antara lain adalah: (1) tersedianya Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS), Balai Benih Induk (BBI), dan Balai Benih Umum (BBU), (2) teknologi benih sudah tersedia, dan (3) varietas unggul tersedia. Potensi pengembangan kedelai dari aspek sistem produksi meliputi: (1) teknologi budi daya relatif sudah maju, (2) VUB potensi hasil tinggi tersedia, dan (3) lahan yang sesuai untuk budi daya kedelai masih cukup luas.Untuk aspek panen dan pascapanenpotensi kekuatan sbb: (1) teknologi panen dan pascapanen telah tersedia, (2) alsintan tersedia di pasaran, dan (3) teknologi pengolahan juga tersedia. Potensi aspek distribusi dan pemasaran yang telah teridentifikasi antara lain adalah: (1) infrastruktur distribusi telah memadai, (2) transportasi lancar, dan (3) sentra produksi telah terbentuk. Potensi dari aspek kelembagaan yang dapat dimanfaatkan dalam program pengembangan kedelai antara lain:(1)berkembangnya kelembagaan permodalan (kredit) dalam berbagai skim, (2) berkembangnya kelembagaan alih teknologi, dan (3) terbentuknya kelembagaan kelompok tani. Berkembangnya berbagai skim lembaga permodalan seperti LUEP, KKP, dan lembaga keuangan mikro lainnya yang lebih mudah diakses petani merupakan potensi bagi petani dalam memperoleh modal untuk menerapkan teknologi maju. Lembaga alih teknologi juga makin berkembang, hal ini dipacu oleh: (1) terbentuknya BPTP di tiap provinsi yang berfungsi ganda, yaitu perakitan teknologi spesifik lokasi, dan (2) revitalisasi penyuluhan pertanian untuk mempercepat proses alih teknologi dari lembaga penelitian ke pengguna. 2. Kendala PengembanganKendala dari aspek Litbang dapat dipilah berdasarkan kelemahan dan ancaman. Kelemahan internal meliputi: (1) keterbatasan tenaga peneliti, (2) belum optimalnya diseminasi, dan (3) program penelitian yang masih kurang konsisten. Teknologi PTT kedelai dapat meningkatkan hasil 30-40% pada lahan sawah dan 50-60% pada lahan kering masam. Diseminasi/promosi yang belum optimal menyebabkan tingkat adopsi teknologi rendah sehingga varietas unggul baru dan teknik budi daya kedelai belum optimal diterapkan petani. Hasil penelitian menunjukkan senjang hasil kedelai di tingkat petani dengan tingkat penelitian masih tinggi. Hasil varietas unggul dengan budi daya anjuran dapat mencapai > 2 t/ha, sedang rata-rata produktivitas di tingkat petani hanya 1,29 t/ha. Kendala dari aspek perbenihan secara internal adalah (1) inkonsistensi alur benih dari benih sumber sampai benih sebar, (2) umur label sertifikat benih sangat singkat, dan (3) industri benih belum berkembang dengan baik. Ancaman eksternal adalah: (1) kurangnya insentif harga benih bagi penangkar, (2) menurunnya kepercayaan petani terhadap mutu benih dari kios, dan (3) petani lebih suka menanam benih sendiri.Kendala internal yang teridentifikasi dalam aspek sistem produksi meliputi: (1) ketersediaan sarana produksi makin terbatas misalnya benih. (2) sistem penyuluhan masih lemah, dan (3) akses petani terhadap sumber modal terbatas. Selain benih bermutu, pupuk dan pestisida makin mahal, sehingga makin tidak terjangkau oleh petani. Selain kelemahan internal, agribisnis kedelai masih dihadapkan pada ancaman eksternal seperti: (1) masih tingginya volume impor kedelai yang menyebabkan usahatani kedelai dalam negeri kurang kompetitif, (2) adanya cekaman OPT, dan (3) anomali iklim yang dapat menyebabkan kegagalan panen. Kendala dalam aspek panen dan pascapanen adalah: (1) kehilangan hasil tinggi, (2) penerapan teknologi panen dan pascapanen belum memadai, dan (3) modal untuk membeli alsintan terbatas. Ancaman eksternalnya adalah: (1) belum ada insentif harga yang memadai bagi produk bermutu, (2) makin meningkatnya biaya operasional alsintan, dan (3) tenaga kerja pengolah relatif terbatas. Kendala internal berdasarkan aspek pemasaran adalah: (1) daya tawar petani lemah, (2) sistem informasi pasar lemah, dan (3) belum adanya tarif impor. Kendala eksternalnya adalah: (1) tingginya volume impor kedelai dengan harga murah, (2) rantai pemasaran panjang sehingga tidak efisien, dan (3) biaya transportasi mahal.Kendala berdasarkan aspek kelembagaan terdiri dari kelemahan dan ancaman. Kelemahan internal yakni: (1) sistem penyuluhan masih lemah, (2) kelembagaan kelompok tani belum berfungsi optimal, dan (3) akses petani terhadap lembaga modal terbatas. Ancaman eksternal adalah: (1) menurunnya kepercayaan petani terhadap kelembagaan yang ada, (2) rendahnya komitmen pimpinan kelembagaan atas pelaksanaan peraturan, dan (3) inkonsistensi peraturan antara pusat dengan daerah. Kinerja penyuluhan pertanian yang lemah menyebabkan transfer teknologi kedelai terhambat, sehingga upaya peningkatan produktivitas juga terhambat. Lemahnya kinerja penyuluhan juga mengakibatkan kinerja kelompok tani lemah, sehingga petani akan sulit mengatasi masalah yang dihadapi.3. Peluang PengembanganPeluang pengembangan berdasarkan aspek Litbang meliputi (1) kebutuhan teknologi makin meningkat, (2) tuntutan terhadap alih teknologi semakin meningkat, dan (3) prospek kerja sama penelitian. Peluang pengembangan benih kedelai bermutu terbuka lebar, karena hingga kini penggunaan benih bersetifikat kurang dari 10%. Upaya pengembangan pemanfaatan benih bermutu ditempuh melalui: (1) peningkataan kemampuan petugas/penangkar untuk memproduksi benih sumber, (2) peningkatan pembinaan penangkar benih di sentra produksi, dan (3) peningkatan produksi benih sumber dan penyebaran varietas unggul baru di sentra produksi. Peluang pengembangan kedelai berdasarkan aspek produksi meliputi: (1) penggunaan benih bermutu masih rendah, (2) penggunaan sarana produksi, (3) subsidi benih, dan (4) program pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Teknik produksi merupakan sintesis dari varietas unggul dan pengelolaan LATO. Inovasi teknologi dengan penggunaan benih bermutu, pembuatan saluran drainase, pemberian air yang cukup, pengendalian hama dan penyakit dengan sistem PHT, panen dan pascapanen dengan alsintan mampu meningkatkan produksi kedelai sesuai dengan potensi genetiknya. Peluang pengembangan kedelai berdasarkan aspek panen dan pascapanen meliputi: (1) tuntutan terhadap hasil panen bermutu, (2) jenis olahan beragam, dan (3) industri produk olahan berbahan baku kedelai makin berkembang. Peluang pengembangan kedelai berdasarkan aspek distribusi dan pemasaran meliputi: (1) industri pengolahan kedelai berkembang, (2) jaringan transportasi memadai, dan (3) permintaan kedelai terus meningkat.Peluang pengembangan kedelai berdasarkan aspek kelembagaan adalah: (1) program revitalisasi alih teknologi, (2) program revitalisasi penyuluhan, dan (3) minat swasta dalam industri pengolahan kedelai semakin meningkat. Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : Ali.bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Made Jana Mejaya, Upaya Peningkatan Produksi Kedele menuju Swasembada 2013,Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.