Selama ini, jeruk nipis (Citrus aurantifolia) memang identik dengan Kecamatan Perak yang sudah terkenal sejak lama. Selain berasal dari wilayah Kecamatan Perak sendiri, jeruk nipis juga disuplai dari beberapa desa penyangga di sekitarnya. Pucangsimo merupakan salah satu desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo yang tak jauh dari Perak dan mempunyai potensi jeruk nipis lumayan besar. Jeruk nipis mulai banyak ditanam di kisaran tahun 2013, lahan yang saat itu banyak ditanami tebu sebagian mulai berganti dengan jeruk nipis. “Sebelumnya, warga di sini termasuk saya, menekuni budi daya tebu dan sempat berlangsung selama bertahun-tahun. Tapi, karena tebu saat itu tidak cukup menguntungkan, kami kemudian beralih menanam jeruk nipis,” ujar Kusen (55), warga Desa Pucangsimo. “Jeruk nipis lebih mudah dibudidayakan dan lebih tahan penyakit disbanding jenis jeruk yang lain. Tanah di sini juga sangat mendukung,” tambahnya. Walaupun terbilang mudah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya jeruk nipis, yaitu: Siapkan Bibit Tanaman, Jeruk nipis dapat di kembang biakan melalui dua cara. Yaitu cara Vegetatif dan cara Generatif. Cara menanam jeruk nipis dengak teknik vegetatif biasanya dilakukan dengan cara stek atau okulasi (cangkok). Penyiapan lahan, pada dasarnya, menanam jeruk nipis tidak jauh berbeda dengan mananam tanaman lainnya. Seperti misalnya lahan tanam harus dalam keadaan bersih dari rumput liar atau gulma. Hal ini dikarenakan gulma menjadi salah satu tempat dimana biasanya penyakit atau hama tanaman bersembunyi. Media tanam yang subur, subur tidaknya sebuah area lahan, bisa diperhatikan dari tumbuhan yang ada disana sebelum-sebelumnya. Seperti misalnya bagaimana perkembangan tumbuhan di area tersebut sebelum anda mengalih fungsikannya. Atur Jarak tanam, setelah pohon menjadi besar dan daunnya tumbuh dengan lebat, jarak tersebut akan memberikan ruang agar pohon jeruk nipis terus berkembang tanpa terhalang pohon jeruk nipis lain yang ada disebelahnya. Untuk jeruk nipis, jarak tanam antara satu pohon dengan pohon lainnya biasanya sejauh 4 meter. Pembuatan lubang tanam, lubang tanam bisa digunakan untuk memudahkan pemindahan bibit ke area tanam. Namun, alangkah baiknya lubang tanam sudah dibuat 2 minggu sebelum penanaman dilakukan. Hal ini dilakukan agar lubang dapat diberikan pupuk dasar terlebih dahulu. Untuk jenis pupuk dasar sendiri, anda bisa menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Pemindahan Bibit, pemindahan bibit dari tempat semai ke area tanam dapat dilakukan setelah 2 bulan dimana bibit sudah tumbuh cukup besar. Bibit tanaman bisa dilakukan baik pada musim kemarau ataupun musim hujan. Hal ini menyangkut masalah ketersediaan air. Karena seperti kita tahu, pada saat musim kemarau, cuaca pada saat itu sangat panas dan keadaan tanahpun menjadi sangat kering. Jika kita menanam pada masa ini, sudah dipastikan kita akan mengeluarkan banyak air untuk bibit agar kebutuhan air bibit dapat terpenuhi. Berbeda ketika musim hujan datang, kebutuhan akan air bibit dapat terjaga dengan baik walaupun gulma akan tumbuh lebih cepat. Perawatan, setelah masa tanam sudah lewat, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah perawatan agar bibit yang sudah anda tanam dapat tumbuh sesuai harapan dan berbuah lebat. Dan untuk mencapai hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk merawat pohon jeruk nipis. Pemangkasan , tidak hanya pada masa tanam, pemangkasan dapat juga dilakukan pada masa perawatan. Hal ini dapat dilakukan manakala pohon jeruk nipis yang kita tanam sudah terindikasi penyakit atau hama. Selain masalah hama, pemangkasan juga dilakukan untuk menghilangkan cabang pohon yang kering, sakit, ataupun tidak produktif. Jika ada cabang pohon yang sakit lalu tidak segera di pangkas, dikhawatirkan sakitnya akan menular kebagian pohon yang lain. Atau bahkan menular kepada pohon yang lainnya. Penyiraman, penyiraman pohon dapat dilakukan dua kali dalam satu hari. Namun jika saat itu musim hujan, penyiraman dapat dikurangi jumlahnya karena terbantu dari air hujan yang turun. Hal lain yang perlu diperhatikan pada saat menyiram adalah jangan sampai terjadi genangan air didekat tanaman karena dikhawatirkan akan terserap tanah dan menjadikan tanah basah lalu membusukkan akar. Penjarangan, penjarangan dilakukan pada saat pohon sudah berbuah dengan cara mengurangi buah. Namun tentu saja, terdapat kriteria khusus buah mana saja yang harus disingkirkan, yaitu buah yang sakit, terlalu banyak didalam satu tangkai, tidak terkena sinar matahari. Pembersihan gulma, dapat dikatakan gulma merupakan musuh dari tanaman yang anda tanam. Karena gulma dapat menyerap nutrisi dari dalam tanah yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tanaman anda. Selain itu, gulma biasanya dijadikan tempat hama dan penyakit tanaman lain untuk bersembunyi sebelum akhirnya menyerang tanaman yang anda tanam. Pemupukan, pohon jeruk nipis memiliki tehnik khusus dalam hal pemupukan. Pemupukan dilakukan dua kali. Yaitu pada saat penanaman dan juga pada saat ketika tanaman sudah tumbuh besar. Pada sawt awal penanaman, anda bisa menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Ketika pohon sudah besar, pemupukan kedua bisa dilakukan. Biasanya pupuk yang digunakan pada saat pemupukan kedua ini adalah TSP, Urea, Pupuk Kandang, dolomit, dan juga ZA. Masa Panen, dalam satu pohon jeruk nipis, biasanya jumlah buah yang dapat dipanen adalah sebanyak 500 buah dalam jangka waktu satu tahun. Namun, walaupun seperti itu, lamanya satu pohon mencapai masa panen tergantung dari jenis varietas yang anda tanam. Biasanya, jeruk nipis baru memasuki masa panen setelah 30 sampai dengan 36 minggu.