POTENSI KOMODITI HORTIKULTURA DI KABUPATEN BARITO TIMUR KALTENG
BPP PATANGKEP TUTUI BARTIM KALTENG HARI sabtu (3/2/2017) melaksanakan anjangsana dan meninjau kondisi pertanaman cabe yang diintegrasikan dengan KELAPA SAWIT di POKTAN HARAPAN MAKMUR KAMBITIN PATANGKEP TUTUI BARTIM KALTENG, di lokasi lahan saya menyempatkan berdiskusi dengan Ketua POKTAN yakni bapak ABADI tentang metode budidaya serta prospek sosial ekonomi pertanian komoditi strategis ini terutama di kabupaten Barito Timur KALTENG.Pasti semua tahu dengan komoditas pertanian yang satu ini. Tanaman Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diusahakan oleh petani di dataran rendah sampai dataran tinggi. Penanamannya dapat dilakukan di lahan sawah maupun lahan kering. Manfaatnya beragam, dapat sebagai bumbu masak atau sebagai bahan baku berbagai industri makanan dan obat-obatan yang membuat cabai merah semakin menarik untuk diusahakan. Kebutuhan akan cabai terus meningkat sejalan dengan tingginya permintaan masyarakat, termasuk permintaan di off season yaitu musim hujan. Padahal saat musim hujan, budidaya tanaman cabai lebih beresiko dibandingkan dengan musim kemarau karena tanaman cabai tidak tahan terhadap hujan lebat yang terus-menerus. Kelembaban udara yang tinggi meningkatkan penyebaran dan perkembangan penyakit tanaman, terutama dari golongan jamur. Balai Penelitian Tanaman Sayuran melaporkan, prediksi kebutuhan dalam negeri akan cabai merah sebesar 720.00 – 840.000 ton/ha, sedangkan produksi nasional dengan luas panen 126.790 ha sebanyak 1.061.428 ton/ha. Produksi tanaman cabai merah sudah dapat mencukupi kebutuhan tahunan, namun fluktasi produksi sepanjang tahun menyebabkan terjadinya lonjakan harga yang berimbas pada inflasi. PEWARTA : LUKMANUL CHAKIM PENYULUH PERTANIAN MUDA BPP PATANGKEP TUTUI BARTIM KALTENG / lukman23son@gmail.com