POTENSI KOMODITI TANAMAN LADA DI WKPP AMPARI BURA KECAMATAN PATANGKEP TUTUI BARTIM KALTENG
Salah satu WILAYAH KERJA PENYULUH PERTANIAN ( WKPP) di KECAMATAN PATANGKEP TUTUI BARTIM KALTENG yang sangat berpotensi untuk pengembangan komoditi tanaman LADA yakni WKPP / DESA AMPARI BURA, yang di bina oleh PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN ADI SETIAWANTO dari BPP PATANGKEP TUTUI BARTIM KALTENG, dengan menerapkan metode LAKU SUSI penyuluh pertanian ADI SETIAWANTO rutin melaksanakan pembinaan, latihan dan kunjungan ke Poktan bura janang yang berada di WKPP AMPARI BURA PATANGKEP TUTUI BARTIM KALTENG. Lada merupakan salah satu komoditas unggulan sub sektor perkebunan Indonesia yang telah dikenal di seluruh dunia. Perkembangan luas areal lada mengalami penurunan terutama dalam lima tahun terakhir, tetapi produksinya justru meningkat sehingga produktivitas lada juga meningkat. Sementara itu perkembangan konsumsi lada per kapita juga cenderung meningkat yang disertai dengan peningkatan harga lada di pasar domestik maupun di pasar dunia. Produksi lada nasional sebagian besar digunakan untuk keperluan ekspor. Dalam perdagangan internasional, volume ekspor lada Indonesia cenderung menurun karena kalah bersaing dengan lada dari Vietnam. Sebaliknya, volume impor lada, meskipun jauh lebih kecil daripada volume ekspor, tetapi meningkat pesat. Neraca perdagangan lada Indonesia hingga tahun 2016 masih berada pada posisi surplus. Perkembangan lada di ASEAN dan dunia mempunyai kecenderungan yang hampir serupa dengan perkembangan lada nasional, dimana penurunan laju pertumbuhan terjadi pada luas tanaman menghasilkan pada periode lima tahun terakhir. sedangkan produksi dan produktivitas cenderung meningkat. Untuk tingkat ASEAN dan dunia, Vietnam dan Indonesia memegang peranan sebagai produsen dan sekaligus eksportir lada terbesar. Selanjutnya, untuk mengetahui peluang pengembangan lada Indonesia untuk lima tahun ke depan, maka disusun proyeksi penawaran dan permintaan lada. Hingga tahun 2019, Indonesia diproyeksikan masih akan mengalami surplus. Surplus tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran dan industri olahan lada, serta untuk menambah devisa negara melalui kegiatan ekspor.Pada akhirnya PPL dan jajaran dinas pertanian kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah berharap dengan adanya pengembangan komoditi lada ini mampu membawa kesejahteraan bagi petani di wilayah desa ampari bura khususnya dan kecamatan PATANGKEP TUTUI umumnya. PEWARTA LUKMANUL CHAKIM / PP. MUDA BARTIM KALTENG KONTRIBUTOR FOTO ADI SETIAWANTO PPL WKPP AMPARI BURA BPP PATANGKEP TUTUI BARTIM KALTENG