Loading...

Potensi Limbah Peternakan

Potensi Limbah Peternakan
Pengertian . Limbah ternak adalah bahan ikutan yang tidak bermanfaat dari tujuan usaha produksi peternakan . Beternak sapi potong, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan daging sapi melalui proses pertambahan berat badan sapi. Namun dalam proses tersebut juga dihasilkan bahan lain yang tidak bermanfaat secara langsung bagi tujuan pokok usaha tersebut. Bahan-bahan lain tersebut antara lain : kulit, tulang, darah, urine dan feses (kotoran ternak). Feses merupakan bahan ikutan yang sangat banyak dalam suatu proses produksi peternakan. Selain jumlahnya banyak, bahan tersebut umumnya juga berpotensi mencemari lingkungan , jika tidak ditangani dengan baik , sehingga sering mengundang masalah kesehatan maupun masalah sosial. Namun, sebaiknya jika limbah atau bahan tersebut ditangani dengan baik seperti diproses menjadi pupuk organik akan menjadi sumberdaya yang sangat potensial dalam menjaga kelestarian lingkungan, maupun sebagai sumberdaya ekonomi baru. Selain itu juga akan memberikan kontribusi yang besar terhadap keuntungan usaha peternakan dan implementasi konsep pembangunan peternakan berkelanjutan (livestock sustainable development). Pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk organik ditingkat masyarakat umumnya lebih sering tidak diproses lebih dahulu, sehingga dapat menimbulkan masalah bagi tanaman, karena terjadi proses kimia eksotermis dan tanaman bisa layu bahkan mati, oleh karena itu pemanfaatan llimbah ternak menjadi pupuk organik sebaiknya diawali dengan proses fermentasi dan dekomposisi, sehingga limbah ternak menjadi pupuk organik yang matang dan siap pakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pupuk organik yang sudah matang, selain menghemat volume yang diperlukan juga akan memperkecil biaya transportasi. Pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi dapat memperbaiki kuantitas dan kualitas produksi, serta memperbaiki kualitas tanah. Bahkan pemanfaataan secara berkesinambungan dapat memperbaiki ekosistim mikro lahan, sehingga penggunaan pupuk organik merupakan salah satu cara dalam memperbaiki ekosistem pertanian menuju pertanian berkelanjutan. . Limbah ternak yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik dapat berasal dari feses sapi, babi, ayam , kambing, kerbau dan itik. Selain itu limbah cair yang berasal dari ternak seperti urine sapi, kambing dan babi juga dapat dibuat menjadi pupuk organik cair yang berkualitas tinggi. Proses pembuatannya juga tidak terlalu sulit, bahwa dapat dilaksanakan oleh setiap petani yang memiliki kemauan untuk melakukannya. Untuk mendapatkan pupuk organik yang memilki kualitas yang baik, maka dalam proses pembuatannya harus ditambahkan beberapa bahan lain,sehingga kandungan unsur mikro dan makro pupuk menjadi lebih tinggi dan kualitasnya pupuk juga menjadi leabih baik. Semakin baik kualitas pupuk yang dihasilkan, maka penggunaannya akan semakin sedikit . Hasil penelitian juga menunjukan bahwa untuk tanaman padi penggunaan pupuk organik cukup dua ton per hektar pada setiap musim tanam. Ternak selain menghasilkan limbah padat, juga menghasilkan llimbah cair yang dapat dimanfaatkan sebagai sumberdaya baru dalam pengembangan pertanian. Limbah cair tersebut adalah urine, terutama yang banyak dihasilkan oleh ternak sapi, kambing, kerbau dan babi. Selama ini urine sapi, kambing , kerbau dan babi belum banyak dimanfaatkan untuk kepentingan di sektor pertanian. Limbah tersebut umumnya terbuang begitu saja ke alam, sehingga sering menimbulkan masalah pencemaran. Seekor sapi dengan berat badan 250 kilogram, setidaknya akan menghasilkan urine 10 -15 liter per hari, sangat tergantung dari jumlah air minum yang diberikan oleh peternak. Umumnya seekor sapi dengan bobot badan tersebut. Seharusnya minum antara 25 - 30 liter perhari. Namun terkadang peternak tidak memberikan minum ternaknya, sehingga urine yang dihasilkan juga sedikit. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : BPTP Bali Sumber Gambar : rudy.wahrweb.org