Pisang goroho adalah jenis pisang plantain (dimakan setelah diolah) dengan rasa yang relatif enak, banyak dikonsumsi masyarakat Sulawesi Utara sebagai makanan selingan dan pada sebagian masyarakat dijadikan sebagai makanan utama. Saat ini Sulawesi Utara sangat kaya akan plasma nutfah dan salah satunya adalah plasma nutfah pisang. Di Sulawesi Utara, terdapat 2 jenis pisang goroho yakni pisang goroho putih dan pisang goroho merah. Pisang goroho putih berukuran besar dan memiliki kulit yang berwarna hijau terang sedangkan pisang goroho merah berukuran kecil dan memiliki kulit yang berwarna hijau gelap (Albanjar, 2014). Pisang goroho merupakan bahan makanan yang memiliki efek positif bagi kesehatan dimana berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Suryanto dkk (2011), pisang goroho mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan tanin serta memiliki aktivitas antioksidan. Menurut Pusat Kajian Buah Tropika (2007) yang pernah dilaporkan oleh Sayangbati (2012), kandungan vitamin C satu buah pisang setara dengan 2 buah apel. Pisang juga mengandung kalium yang berfungsi menjaga keseimbangan air dalam tubuh, kenormalan tekanan darah, fungsi jantung dan kerja otot. Telah dilakukan studi epidemologi tentang konsumsi komponen fenolik alami yang terdapat dalam sayuran dan buah-buahan dimana hasil menunjukkan bahwa dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan yakni dapat mengurangi resiko penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit jantung koroner dan kanker. Senyawa fenolik tersebut memilik efek pelindung terhadap radikal bebas sehingga dapat menurunkan resiko kanker, jantung koroner, stroke, inflamasi, dan penyakit neurodegeneratif lain yang erat kaitannya dengan stres oksidatif (Shahidi dan Naczk, 1995). Disamping itu, senyawa fenolik diketahui juga mempunyai sifat-sifat multifungsional seperti berperan sebagai reduktan (penangkal radikal), pengelat logam dan penstabil oksigen singlet (Pratt,1992). Komponen fenolik atau disebut juga polifenol merupakan hasil dari metabolisme sekunder tanaman. Substansi ini memiliki berbagai macam struktur dan fungsi yang berbeda. Secara umum,fenolik terdiri atas cincin aromatik yang mengikat satu atau lebih gugus hidroksil termasuk turunan fungsionalnya (Suryanto, 2011). senyawa fitokimia tersebut sangat berpotensi sebagai penangkal radikal bebas dimana aktivitasnya mencapai 90%. Hal ini diketahui setelah sampel ekstrak pisang goroho yang diekstrak menggunakan aseton diuji menggunakan senyawa radikal DPPH (Suryanto dkk, 2011). Adapun reaksi antara radikal bebas DPPH dengan antioksidan (ekstrak fenolik pisang goroho) adalah sebagai berikut: senyawa fenolik memiliki atom hidrogen yang mengandung proton dan elektron yang mampu melepaskan elektron atau atom hidrogen kepada radikal DPPH sehingga terbentuk senyawa non radikal difenilpikrilhidrazin. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya absorbans dari larutan DPPH dan diikuti perubahan warna dari ungu menjadi kuning (Molyneux, 2004). Percobaan mengenai pengaruh pemberian ekstrak pisang terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan menunjukkan adanya aktivitas hopoglikemik (Kaempe dkk, 2013). Mekanisme aktifitas hipoglikemik ekstrak pisang dan ekstrak tepung pisang diduga karena adanya kandungan senyawa glikosida flavonoid yang terabsorbsi dalam darah dan meningkatkan kelarutan glukosa darah sehingga mudah untuk diekresikan melalui urin (Chairul dkk., 2000). Terapi dengan ekstrak pisang dan ekstrak tepung diduga memiliki mekanisme hipoglikemik melalui inaktivasi radikal bebas hidroksil yang menyerang sel β pankreas, sehingga sel β pankreas menseksresi insulin secara labih baik karena mengandung flavonoid. Flavonoid sangat effisien terhadap beberapa mekanisme molekuler yang melibatkan reaksi stress oksidatif glycation non enzymatic dan polyol paskway. Senyawa flavonoid berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal bebas sehingga dapat mengurangi stres oksidatif. Berkurangnya sters oksidatif dapat mengurangi resistensi insulin dan mencegah perkembangan disfungsi dan kerusakan sel β pankreas. Flavonoid menghambat xanthine oksidase karena merupakan enzim yag bertanggung jawab memproduksi anion siperoxide, dimana isorhamnetin (3 – mthyl quercetin) ditemukan menghambat xanthine oksidase, lebih efisien dari bentuk aglycone dari quercetin (falvonoid yang paling kuat menangkap radikal bebas) (Stefek, 2011). Sampai saat ini telah dilakukan beberapa penelitian tentang pengembangan produk pangan berbasis pisang goroho. Penelitian yang telah dilakukan antara lain: Karakteristik Fisiko Kimia Biskuit Berbahan Baku Tepung Pisang Goroho (Musa acuminate sp) (Sayangbati dkk, 2012). Pembuatan Beras Analog Berbasis Tepung Pisang Goroho (Musa acuminate sp) dengan Bahan Pengikat Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) (Putra dkk, 2013). Indeks Glikemik dan Tingkat Kesukaan Bolu Kukus dengan Penambahan Tepung Pisang Goroho (Lolo dkk, 2015). Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Flakes Berbahan Baku Tepung Jagung (Zea mays. L), Tepung Pisang Goroho (Musa acuminate) dan Tepung Kacang Hijau (Phaseolus radiates (Papunas dkk. 2013). Evaluasi Kualitas Sensoris Muffin Berbahan Baku Pisang Goroho (Musa acuminate) (Albanjar dkk, 2014). Penulis: Falen Billy Sandana, STP – Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara. Sumber: Albanjar, F.; Nurali, E.; Lalujan, L.; Langi, T. 2014. Evaluasi Kualitas Sensoris Muffin Berbahan Baku Pisang Goroho (Musa acuminate). Jurnal Cocos Vol 5 No. 2 Kaempe, H.; Suryanto, E.; Kawengian, S. 2013. Potensi Ekstrak Fenolik Buah Pisang Goroho (Musa spp) Terhadap Gula Darah Tikus Putih. Chem. Prog. Vol. 6 No. 1. Lolo, E.; Hadju, V.; Sirajuddin, S. 2015. Indeks Glikemik dan Tingkat Kesukaan Bolu Kukus dengan Penambahan Tepung Pisang Goroho. Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS, Makassar. Nurali, E.; Djarkasi, G.; Sumual, M.; Lalujan, E. 2012. The Potential of Goroho Plantain As a Source of Functional Food. Final Report Tropical Plant Curriculum Project in Cooperation with USAID-TEXAS A&M University. Okamoto, H. 1996. Okamoto Model For β-Cell Damage. Recent Advances Lesson From Animal Diabetes VI. 75 Anniversary of The Insulin Discovery, Bikhauzer, Berlin: Elcazar Shafir. Papunas, M.; Djarkasi, G.; Moningka, J.2013. Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Flakes Berbahan Baku Tepung Jagung (Zea mays. L), Tepung Pisang Goroho (Musa acuminate) dan Tepung Kacang Hijau (Phaseolus radiates). Jurnal Cocos Vol. 3 No. 5 Pratt, D.E. (1992). Natural Antioxidants from Plant material. In Phenolic Compounds in Food and their Effects on Health (Vol. II). Antioxidants and Cancer Prevention; Huang, M-T., Ho, C-T., Lee, C., Eds.: ACS Symposium Series 507; American Chemical Society: Washington, DC. Putra, G.; Nurali. E.; Koapaha, T.; Lalujan, L. 2013. Pembuatan Beras Analog Berbasis Tepung Pisang Goroho (Musa acuminate sp) dengan Bahan Pengikat Carboxyl Methyl Cellulose (CMC). Jurnal Cocos Vol. 2. No. 4 Sayangbati, F; Nurali, E; Mandey, L; Lelemboto, M. 2012. Karakteristik Fisiko Kimia Biskuit Berbahan Baku Tepung Pisang Goroho (Musa acuminate sp). Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNSRAT, Manado.