Loading...

PPK Lanrisang Kejar Realisasi Target Tanam

PPK Lanrisang Kejar Realisasi Target Tanam
Kementerian Pertanian melakukan gerakan cepat untuk mensukseskan gerakan peningkatan produksi padi tahun 2016. Guna merealisasikan program tersebut maka pemerintah menggelar program percepatan realisiasi tanam. Khusus untuk kecamatan Lanrisang, pemerintah pusat telah memberi target tanam tahun ini seluas 4.350 hektare. Pimpinan Pertanian Kecamatan (PPK) Lanrisang, Andi Mappangerang, SP cukup optimis untuk merealisasikan target luas tanam tersebut. Menurut Andi Mappangerang, untuk merealisasikan target luas tanam itu tidaklah sulit, karena saat ini sudah memasuki musim hujan sehingga tidak lagi ada alasan petani tidak turun sawah. Dijelaskan Andi Mappangerang, dari 4.350 hektare target tanam di Lanrisang terdiri dari 1.350 hektare yang ditarget pada akhir 2015 telah direalisasikan seluas 1.560 hektare. Untuk target tanam bulan Januari 2016 sudah direalisasikan 800 hekatar. Selanjutnya taget tanama bulan Februari dan Maret 2016 masing-masing 500 dan 300 hektare. "Tidak ada kendala semua akan kami realisasikan diatas target," ungkap Andi Mappangerang saat melakukan gerakan percepatan tanam padi di kelompok tani Turucinnae, Kaloang desa Lerang kecamatan Lanrisang. Kegiatan percepatan tanam yang berlangsung, Rabu, 13 Januari dihadiri oleh Muis dan Andi Ucu dari petugas lapangan Syngenta, Kepala desa Lerang Ikhsan HP Camang, Babinkamtibmas Lanrisiang, Supirman dan PPL desa Lerang Nafisah, SP. PPK Lanrisang mengatakan, untuk mensukseskan peningkatan produksi padi maka setiap PPL diharapkan membina secara khusus minimal satu kelompok tani di masing-masing wilayah kerjanya. Sedangkan PPK lanrisang menempatkan satu paket percontohan di kelompok tani Turucinnae seluas 20 are. Ketua Kelompoktani Turucinnae desa Lerang, Hasbir mengatakan, para petani anggota kelompoknya sangat mengharapkan pendampingan dan pembinaan dari aparat pemerintah dan swasta. Menurut Hasbir, masih banyak anggota kelompoknya belum memahami dengan baik tentang inovasi teknologi bercocok tanam padi agar produksinya meningkat. Oleh karena itu mulai musim tanam ini PPK Lanrisang menggandeng Syngenta salah satu perusahaan pestisida dan obat-obatan pertanian untuk terlibat melakukan pendampingan teknologi budidadaya padi di lahan percontohan kelompok tani Turucinnae. Paket teknologi yang dicontohkan dalam kegiatan demo tersebut adalah bercocok tanam padi sistetem jarwo (jajar legowo) 2:1. Sedangkan sarana produksi yang digunakan antara lain benih padi hibrida TP3. Andi Ucu mengatakan, untuk membasmi hama dan meningkatkan jumlah anakan produktif petani dianjurkan menyemprot padinya dengan Virtaco. Sedang untuk mengendalikan wereng dan blast disarankan semprot dengan Plenium dan Feelia. Demikian juga untuk memperpadat pengisian bulir padi dianjurkan menggunakan Scor. "Aplikasi semua jenis obat-obatan itu dilakukan sebanyak lima kali sampai panen sehingga petani meningkatkan hasil dan menghemat biaya produksi," kata Andi Ucu. Dikatakan Andi Mappangerang, jika kegiatan demplot ini berhasil maka akan dikembangkan di lokasi yang lain sehingga diffusi inovasi teknologi bercocok tanam padi sistim Jarwo dapat diketahui oleh petani yang lain. "Kegiataan ini untuk menghapus image yang berkembang di petani jika sistim jarwo mengurangi produksi karena banyak lahan yang kosong tidak ditanami padi. Padahal kenyataan hasilnya jauh lebih tinggi dibanding yang bukan sistin jarwo," kata Andi Uncu. Kegiatan Demplot ini ditarget akan menghasilkan 9-10 ton Gabah Kering Panen per hektarenya. (Abdul Salam Atjo)