Swasembada pangan menuju Lumbung Pangan Dunia tidak akan terwujud jika tidak ada peran dan kerja keras petani, yang didukung dan difasilitasi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan. Kerja keras penyuluh dalam mendampingi dan memfasilitasi petani/poktan merupakan kekuatan besar dalam mewujudkan swasembada pangan menuju kedaulatan pangan nasional. Selain itu, dukungan lahan yang cukup besar juga sangat diperlukan. Seperti diketahui jumlah baku lahan sawah di kabupaten Maros yang berada di 14 kecamatan, 103 desa/kel. Luas lahan sawah di Maros mencapai 26.002,40 hektar, 5.477,38 hektar diantaranya merupakan sawah irigasi teknis, 1.537,95 hektar merupakan sawah irigasi setengah teknis.Sawah irigasi desa seluas 5.189,96 hektar dan sawah tadah hujan seluas 13.575,21 hektar. Selain luas sawah juga terdapat lahan kering seluas 23.140,07 hektar. Salah satu kecamatan yang lagi giat-giatnya melakukan percepatan pertanaman adalah kecamatan Lau, yang sementara akan memenuhi target pertanaman seluas 2.209 hektar pada 6 desa/kelurahan. Yang mana menurut Pak Tallasa, PPL Kelurahan Maccini Baji mengatakan bahwa target tersebut Insyaa Allah tercapai mengingat hujan masih akan turun hingga bulan Juni. Untuk mengejar waktu tanam, selain dengan sistem tanam konvensional, petani di kecamatan Lau juga telah mengoperasikan alat mesin tanam padi (transplanter). Diharapkan dengan menggunakan bantuan mesin tanam penanaman serentak dapat terlaksana tepat waktu, sehingga ketersediaan air menjelang musim kemarau masih dapat dimanfaatkan pada fase pertumbuhan vegetatif. Selain di Kelurahan Maccini Baji, kegiatan percepatan tanam juga dilaksanakan di desa/kelurahan lain di kecamatan Lau. Manurut PPL Deda Bontomarannu M. Amirullah, S.ST., percepatan tanam di wilayah kerjanya sudah mencapai seratus persen dari luas tanam pada musim gadu ini. Demikian juga di desa/kelurahan yang lainnya. Dan lagi-lagi keberadaan dan ketersediaan alsintan, baik itu mesin olah tanah (traktor) ataupun mesin tanam sangat membantu petani dalam pencapaian target penanaman serentak. Meskipun dengan keterbatasan alsintan yang ada, kecamatan Lau dapat menyelesaikan penanaman padi sesuai waktu hasil rembug tani. Akhirnya, gerakan tanam serentak yang sedang digalakan saat ini diharapkan dapat merangsang minat masyarakat (petani) untuk lebih giat lagi dalam mengembangkan pertanian tanaman padi di lahan-lahan yang tersedia dengan berkoordinasi dan pendampingan kepada PPL di lapangan, sehingga produksi maksimal dapat dihasilkan untuk mendukung ketersediaan dan kedaulatan pangan nasional. Pertanian Maju, mandiri. modern... Penulis : Wahida, SP.MSi Penyuluh Pertanian Kecamatan Lau