Loading...

PPL Kobar Juarai Festival Karya Penyuluh di Peda XI KTNA 2016

PPL Kobar Juarai Festival Karya Penyuluh di Peda XI KTNA 2016
Pekan Daerah XI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2016 memang telah berakhir namun kegembiraannya masih hangat terasa. Terutama bagi dua orang penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kabupaten Kotawaringin Barat, Furnadi, S.ST dan Frans Kely, SP yang ikut bersaing di Festival Karya Penyuluh. Dua orang PPL yang baru menyelesaikan studi Program Magister di Universitas Terbuka ini berhasil membawa pulang piala penghargaan sebagai juara satu atas inovasi yang mereka gagas.Inovasi yang membuat kedua PPL ini didaulat sebagai juara yaitu penerapan alat tanam tugal modifikasi dalam meningkatkan luas tanam padi. Sebagaimana kita ketahui bersama, kegiatan usaha tani padi yang dilakukan oleh petani di wilayah Kalimantan termasuk Kotawaringin Barat ini kebanyakan masih menggunakan cara tradisional yaitu tugal. Metode ini tentu saja kurang efisien karena membutuhkan waktu lama, juga tenaga dan biaya yang besar sehingga mempengaruhi peningkatan luas tanam padi.Berbekal pengalaman sebagai PPL selama hampir enam tahun, penulis utama yaitu Furnadi, S.ST, menggagas inovasi ini di wilayah kerjanya, Desa Tanjung Putri. Alat tugal modifikasi didesain dengan tiga komponen yaitu alat utama (bagian yang digunakan untuk menancap kedalam tanah), pipa paralon dan katup penutup. Benih yang dimasukkan ke dalam alat tugal ini akan keluar secara otomatis ketika tugal ditancapkan ke tanah. Adapun jumlah benih yang keluar dari alat utama tergantung dari lubang saluran yang dibuat dan benih yang digunakan dalam penanaman.Inovasi alat tugal modifikasi ini telah diuji kepada tiga puluh orang petani di Desa Tanjung putri yang memiliki luasan lahan antara satu sampai dua hektar. Dengan alat tugal konvensional diperlukan waktu sekitar tujuh sampai sepuluh hari untuk menyelesaikan lahan seluas satu hektar. Sementara dengan alat tugal modifikasi ini, petani hanya memerlukan waktu dua sampai empat hari untuk menyelesaikan penamanan padi dengan luasan lahan yang sama. Efektivitas inovasi yang digagas oleh PPL Desa Tanjung Putri ini tentu langsung bisa dirasakan oleh petani binaannya. Mereka dapat lebih menghemat waktu, tenaga dan biaya dengan sebuah inovasi sederhana namun bermanfaat luar biasa.Kepala Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KP2KP) Kabupaten Kotawaringin Barat, Ir. Abet Nego, M.Si, mengharapkan agar prestasi yang diraih oleh PPL Kobar di even-even seperti ini terus ditingkatkan sehingga kedepannya tidak ada lagi anggapan bahwa penyuluh kurang aktif di lapangan. Banyak diantara PPL Kobar yang telah menorehkan prestasi baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional namun belum diketahui masyarakat.Pada saat yang sama, Kasi Pengembangan SDM, Kelembagaan dan Tata Penyuluhan Pertanian, Peternakan dan Perikanan KP2KP, Syahyani, SP, MP., ketika dimintai tanggapannya tentang masalah ini mengatakan, "Prestasi yang diperoleh kawan-kawan penyuluh ini bukanlah diperoleh dengan cuma-cuma melainkan dengan penuh kesungguhan dan usaha keras. Untuk itu diminta kepada penyuluh-penyuluh yang lain agar prestasi ini dapat dijadikan sebagai motivasi sehingga kedepannya diharapkan banyak lagi Furnadi-Furnadi dan Frans Kely-Frans Kely lainnya yang mendapatkan prestasi serupa".Disamping itu dijelaskan pula oleh beliau bahwa Furnadi dan Frans Kely selain mendapatkan prestasi sebagai juara I pada Festival Karya Penyuluh pada Peda XI KTNA Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Pulang Pisau tahun 2016 ini, yang bersangkutan juga pada pekan lalu diminta datang ke Jakarta untuk memaparkan karya tulis ilmiah bersama lima orang penyuluh lainnya untuk mewakili penyuluh seluruh Indonesia. "Harapan saya dari enam nominator tersebut, saudara Furnadi dan Frans Kely minimal menjadi peringkat dua dan Insya Allah pada peringatan hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2016 akan diundang ke jakarta oleh Presiden RI", terang beliau. Penyuluhan sebagai proses penyampaian inovasi menempatkan setiap penyuluh berusaha keras menjalankan perannya agar petani mengadopsi inovasi yang ditawarkan, mengusahakan kemudahan, memberikan bimbingan teknis dan pengelolaannya. Penyuluhan yang bertujuan untuk menawarkan inovasi sampai diadopsi oleh masyarakat bukanlah merupakan pekerjaan yang gampang. Didalam prakteknya, penyuluhan menuntut kerja keras, kesabaran dan waktu yang cukup lama karena aktivitas penyuluhan merubah perilaku seseorang serta membantu orang lain agar dapat membantu dirinya sendiri. Mari saling bekerjasama! (Dewi Sinta/Admin).