SELEKSI BENIH
Seleksi benih padi bertujuan untuk memperoleh benih bermutu yang memiliki daya tumbuh tinggi dan bebas dari hama maupun penyakit. Benih yang baik akan mendukung pertumbuhan tanaman yang kuat dan hasil panen yang optimal.

Tahap pertama adalah pemilihan sumber benih. Benih sebaiknya berasal dari varietas unggul, murni, dan sudah dikenal adaptif di wilayah setempat. Benih dapat berasal dari hasil panen sendiri yang diseleksi atau dari produsen benih resmi. Tahap kedua adalah uji apung menggunakan larutan air garam. Campurkan garam ke dalam air hingga telur ayam bisa mengapung. Masukkan benih padi, lalu buang benih yang mengapung karena umumnya hampa atau rusak. Benih yang tenggelam dicuci dengan air bersih hingga sisa garam hilang.
Tahap ketiga adalah perendaman benih. Benih direndam dalam air bersih selama ±24 jam, kemudian ditiriskan dan diperam selama 24–48 jam hingga benih berkecambah. Perendaman dapat ditambahkan agen hayati atau pestisida nabati untuk mencegah penyakit.
Tahap terakhir adalah pemilihan kecambah. Benih yang siap tanam adalah benih yang berkecambah seragam, akar dan tunasnya sehat, serta tidak berjamur. Benih inilah yang digunakan untuk persemaian.
Dengan melakukan seleksi benih padi secara benar, petani dapat mengurangi risiko kegagalan tanam, menekan biaya produksi, dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.