PRODUK OLAHAN KWT BALONGSARI KEC. MEGALUH KAB. JOMBANG
Salah satu potensi desa yang belum banyak digarap adalah kegiatan pengolahan hasil pertanian. Kegiatan pertanian didominasi oleh kegiatan budidaya. Menanam, panen kemudian menjual produk dalam bentuk mentah. Menjual hasil panen dalam bentuk mentah akan mengurangi nilai ekonomi suatu produk. Menyadari banyaknya potensi serta harapan untuk menambah nilai ekonomi KWT (Kelompok Wanita Tani) Balongsari merintis pembuatan aneka produk olahan.Setelah mendapatkan pelatihan dari Dinas Perindustrian Perdaganan dan Pasar Kabupaten Jombang tentang cara membuat keripik bonggol pisang. Kini dengan dukungan dari perusahaan pengelola jalan tol PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) memulai proses produksi untuk bisa langsung dijual. " Dukungan dari MHI ini diberikan dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility). Desa Balongsari terpilih diantara 8 desa lain yang dinilai oleh MHI, " kata Rosi ……konsultan yang ditunjuk oleh PT. MHI."Saya harap proses persiapan ini tidak terlalu lama, karena kita sudah dilatih dan sudah pernah praktek membuat keripik bonggol pisang. Sekarang ini yang kita perlukan hanya mencari resep dan rasa yang paling pas. Kemudian langsung kita produksi dan dijual. Terutama bulan november nanti saat sedekah desa. KWT harus sudah bisa menyajikan dan menjual produk-produknya," kata H Nur Wahid saat pertemuan dengan perwakilan PT. MHI.Setelah beberapakali mencoba akhirnya didapat resep yang paling pas. "Ini sudah pas pak. Monggo dicoba, " kata Nanik rahayu ketua KWT balongsari disela kesibukannya bersama anggota KWT membuat kripik bonggol pisang. Dari hasil produksi awal itu akhirnya KWT sepakat untuk menjualnya. "Alhamdulilah semua kripik dan krupuk bonggol pisang yang kita buat laku terjual. Selain krupuk bonggol pisang juga habis. Kita juga dapat pesanan bunga hias dari bahan baku limbah, " tambah Nanik Rahayu yang juga membuat aneka hiasan dari limbah bersama rekan-rekannya di KWT. Tidak hanya keripik dan kerupuk bonggol pisang. KWT Balongsari juga sudah memproduksi rempeyek kol. Kol yang semula dikeluhkan karena merusak tanaman padi kini menjadi bahan tambahan membuat rempeyek. Dipasarkan diwarung-warung menjadi kegiatan ekonomi baru bagi anggota KWT Balongsari. Satu contoh kegiatan sederhana tapi bermanfaat nyata.(TIM BULETIN DISPERTA JOMBANG : Ir. Bambang PHS, Akhmad Jani,Welly Puspito N, Sp)