Loading...

PRODUKSI TURUN, PETANI KELAPA SAWIT BERINVESTASI SAPI BALI

PRODUKSI TURUN,  PETANI KELAPA SAWIT BERINVESTASI SAPI BALI
PRODUKSI TURUN, PETANI KELAPA SAWIT BERINVESTASI SAPI BALIAkibat adanya kemarau panjang dan asap yang menimpa Propinsi Riau pada tahun 2015 berakibat langsung pada kebun kelapa sawit. halk ini terbukti pada tahun 2016 produksi sawit warga masyarakat turun mencapai 70 %. Menurut penjelasan H. Suharto, yang merupakan penduduk kampong Teluk Merbau Kecamatan Dayun yang telah puluhan tahun menjadi petani kelapa sawit menyatakan bahwa penurunan buah kelapa sawit mencapai 60-70 %. Kondisi berbeda dengan kebun yang menggunakan pupuk dari limbah sapi bali bahwa nilai penurunannya berkisar 25-30%.PETANI BERALIH KE TERNAK SAPI Penghulu Kampung Teluk Merbau menyatakan saat acara penyambutan tamu dari Tim Kementrian Pertanian pada saat yang lalu menjelaskan bahwa warganya pada saat ini banyak yang berinvestasi ternak sapi. Hal ini terbukti adanya peningkatan jumlah populasi yang terus meningkat pada setiap tahunya yaitu pada saat ini mencapai 680 ekor. Jumlah tersebut mendapat apresiasi yang baik dari berbagai pihak diantaranya dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Siak. Hal ini terbukti dengan adanya bantuan yang diberikan setiap tahunya kepada kelompok peternak Teluk Merbau .Dengan berinvestasi ternak sapi diharapkan penghulu Kampung (Waluyo) dalam mengakhiri sambutan , bahwa masyarakat akan mendapat penghasilan tambahan pada saat sawit warga kampung di replanting tahun 2019, selain itu juga sebagai tabungan ketika penghasilan warga menurun.