Produktivitas Padi Sawah Dengan Teknologi Jajar Legowo 2:1 dan Penggunaan PUTS Sebagai Alat Pengukur Kebutuhan Unsur Hara (Pu
Oleh: Team Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Compreng. Di Dusun Jatireja RT 03 RW 01 Desa Jatireja Kecamatan Compreng Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Ada seorang petani bernama Aprizal Said mencoba menerapkan teknologi jajar legowo 2:1 dan alat pengukur kebutuhan unsur hara PUTS untuk menentukan jumlah pupuk yang akan di gunakan di lahan usaha budidaya padi sawah miliknya. Tujuanya yaitu ingin mengetahui sejauh mana produktivitas padi sawah dengan kesuburan tanah sawahnya.Jajar legowo yang di pakai oleh petani tersebut adalah dengan jarak tanam 30 cm x 25 cm x 50 cm, dengan lahan sawah garapanya seluas 3200 m2. Dosis pupuk yang digunakan berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan PUTS adalah urea 70 kg, SP36 3 kg, dan KCL 18 Kg. dengan waktu aplikasi masing masing pupuk sebagai berikut: urea ( diaplikasikan pada umur 2 Minggu setelah tanam 1/3 bgaian, dan umur 6 minggu setelah tanam 2/3 bagian), SP36 diaplikasikan pada umur 6 minggu setelah tanam dan KCL (diaplikasikan pada umur 2 minggu setelah tanam ½ bagian dan pada umur 4 minggu setelah tanam ½ bagian).Dengan menggunakan teknologi tersebut diatas petani memperoleh hasil produktivitas sebanyak 2.270 kg. Jika disubtitusikan kedalam satuan hektar maka luas usaha petani seluas 0,3 Ha menghasilkan produktivitas sebanyak 2.270 kg. Artinya dalam setiap luasam meter persegi lahan sawah petani tersebut menghasilkan produktivitas 0.7 Kg. Jika kita hitung dalam luasan satu hektar (10.000m2) maka diperoleh hasil produktivitas sebanyak 7 ton /Ha GKP. Jika melihat potensi dan hasil rata –rata dari varietas yang di gunakan oleh petani tersebut yaitu varietas invari 33, yang memiliki rata-rata hasil sebanyak ± 6,6 ton /Ha GKG, dengan potensi produktivitas mencapai 9,8 ton/Ha GKG. Maka hasil dari pada petani tersebut dapat dikatakan baik karena produktivitasnya mengimbangi produktivitas dari invari 33 itu sendiri, maka dapat diambil kesimpulan bahwa lahan petani tersebut dapat memperoleh hasil yang optimal dengan teknologi yang digunakanya juga dapat mengurangi penggunaan dari pada pupuk sehingga harapanya dapat mengurangi biaya produksi.