Sukidi adalah sosok salah seorang penyuluh pertanian swadaya yang berasal dari Desa Giri Sekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Didalam otobiografinya Sukidi lahir pada tanggal 5 Desember 1964 di Gunungkidul. Semenjak tahun 2007 Sukidi terpilih sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya yang diusulkan oleh Koordinator Penyuluh BP3K Panggang dengan wilayah binaannya Desa Giri Sekar Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul. Sebagai seorang penyuluh pertanian swadaya tentunya Sukidi mempunyai tugas ikut membantu penyuluh pertanian PNS dalam merubah perilaku para petani di Desa Giri Sekar. Mengingat lokasi tugasnya adalah di desa tempat tinggalnya, tentunya bapak dari dua anak ini harus mampu berperan sebagai contoh didalam penerapan teknologi dibidang pertanian bagi para petani disekitarnya agar dapat mempermudah didalam pelaksanaan tugasnya. Menyadari akan hal tersebut bapak yang alumnus SMEA Kuncup Samigaluh Kulonprogo tahun 1986 ini dan telah menetap di Dusun Sawah Desa GiriSekar selain sebagai seorang organisator, dinamisator dan juga sebagai motivator bagi masyarakat petani Giri Sekar juga tetap sebagai petani yang pantas dicontoh dan diikuti oleh masyarakat petani sekitarnya. Sebagai seorang motivator didesanya, maka pak Sukidi juga melakukan sendiri berbagai macam usahatani seperti pembudidayaan tanaman padi palawija, budidaya ayam buras super, budidaya sapi potong, prosesing VCO, prosesing pupuk organik, pembuatan reaktor biogas, memimpin home industri mocaf, dll. Khususnya pembudidayaan ayam buras super yang telah ditekuninya selama 3 tahun belakangan ini, paling tidak sudah 15 kali daur usaha dengan jumlah populasi ayam yang dipelihara mulai dari 100 ekor doc hingga saat ini April 2015 memelihara 1000 ekor DOC ayam buras super yang rata-rata masa pemeliharaannya selama 2 bulan dengan berat badan rerata mencapai 1,2 – 1,3 kg. Dari hasil pembudidayaan ayam buras super ini Sukidi pernah meraih keuntungan sebesar Rp.3.750.000.-/ 300 ekor dalam satu daur usaha. Dari pengalaman selama ± 15 kali pemeliharaan, baru 1 kali mengalami kekurang berhasilan akibat terkena penyakit ND. Dengan pengalaman kegagalannya tersebut, maka dia tidak mau terjadi kegagalan untuk kedua kalinya, oleh karena itu Sukidi menemukan kunci keberhasilan terletak pada penanganan doc harus dilakukan secara cermat baik kehangatannya, vaksinasi ND, minuman dan makannannya sampai- sampai untuk minuman untuk DOC diberikan salah satu produk minuman pabrikan dengan energi tinggi guna menjaga agar ayam selalu dalam kondisi prima, mengingat masa pemeliharaan hanya relatif singkat yakni 2 bulan. Dalam usahatani ayam buras super ini Sukidi bermitra dengan PINBUK Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana pihak Pinbuk menyediakan DOC , pakan dan pemasarannya. Selain sebagai penyuluh pertanian swadaya, bapak dari 2 putra ini juga tetap aktif sebagai motor penggerak dari lembaga-lembaga tani yang ada ditingkat dusun, desa, kecamatan dan tingkat kabupaten Gunungkidul, seperti halnya sebagai ketua kelompoktani Karya Maju dusun Sawahan, ketua kelompok tani ternak sapi dusun Sawahan, pengurus kelompoktani hutan rakyat Sekar Wana Manunggal Desa Giri Sekar dan ketua asosiasi petani ubikayu Argo Polo dengan wilayah Kabupaten Gunungkidul bagian barat ( Kecamatan Paliyan, Saptosari, Panggang dan Purwosari ). Karena kegigihannya didalam pengolahan dan pengembangan mocaf yang produksinya tidak kurang dari 10 ton mocaf pertahun dari pabrik mocaf yang telah dikelolanya selama ini di desa Giri Sekar, maka saat ini Pak Sukidi juga dipercaya sebagai pengelola pabrik mocaf dengan kapasitas yang lebih besar yang dibangun juga di Desa Giri Sekar atas bantuan dari MP3KI tahun 2014 senilai Rp.2.450.000.000,-, yang direncanakan mulai beroperasi pada bulan Juli 2015. Sampai saat ini jumlah kelompoktani yang menjadi binaannya selain kelompoktani yang telah ditumbuhkan oleh penyuluh pertanian PNS pada waktu yang telah lalu di Desa GiriSekar, juga kelembagaan tani yang ditumbuhkan sendiri, sehingga jumlah kelembagaan tani yang menjadi binaannya sebanyak 7 kelompoktani tanaman pangan, 7 kelompoktani ternak sapi potong, 4 kelompoktani ternak kambing, 1 kelompoktani Hutan Rakyat dan 1 KUB Ayam buras serta 1 Asosiasi Petani Ubikayu. (Sumber : Trimulad DSw/BP2KP Kab.Gunungkidul)