PROGRAM BADAN AMAL ZAKAT (BAZ) KABUPATEN SIAK GERAKKAN USAHA PETERNAKAN SAPI DI KAMPUNG SAKINAH LUBUK UMBUT KECAMATAN SUNGAI
Gerakan Badan Amal Zakat (BAZ) Kabupaten Siak, dengan visinya "Terwujudnya Pengelolaan Zakat yang Amanah menuju Kabupaten Siak Sadar Zakat" saat ini telah menyentuh ke seluruh wilayah di Kabupaten Siak. Kampung Sakinah Lubuk umbut adalah salah satu desa di Kecamatan Sungai Mandau terletak terletak 40 km (Jarak Lurus) dari pusat pemerintahan kecamatan, dengan akses jalan belum begitu baik. Pada tahun 2013 yang lalu Ketua BAZ Kabupaten Siak Drs. H. Alfedri, M.Si dan Ketua BAZ Kecamatan Sungai Mandau Tengku Muktasar, menyerahkan bantuan zakat pola produktif kepada Kelompok Tani Suka Makmur berupa 7 ekor sapi. Bantuan ini dalam bentuk pola bergulir. Hendra Topan ketua Kelompok Tani Suka Makmur mengatakan bahwa mereka optimis dapat mengembangkan ternak sapi bantuan pemerintah ini, hal ini di dukung oleh ketersediaan bahan pakan alami ternak yang banyak tersedia di Kampung Sakinah Lubuk Umbut. Pada tahun ini tepatnya tanggal 13 Mei 2015, BAZ Kabupaten kembali memberikan bantuan ternak sapi sebanyak 6 ekor (1 ekor jantan dan 5 ekor betina), kepada Kelompok Tani Mekar Jaya. Kelompok yang berdiri pada tahun 2009 ini berencana akan mengembangkan pola pemeliharaan Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA). Mereka berharap akan mendapat dukungan dari pihak terkait, khususnya Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk membimbing kelompok tani mengenai teknis pemeliharaan sapi. Disampaikan oleh Hendri Wasito, PPL Kampung Sakinah Lubuk Umbut, bahwa kendala pengembangan ternak sapi di kelompok tani, masih terbatas pada rendahnya tingkat kelahiran sapi betina dewasa, karena jantan pemacek belum tersedia. Sapi Jantan bantuan Tahun 2015, belum dapat dijadikan sebagai pemacek. Ditambahkan, bahwa mereka telah menghubungi petugas IB (Inseminasi Buatan) Kecamatan Sungai Mandau, namun karena wilayah kerja petugas IB mencakup dua kecamatan dan jumlah petugas pun hanya satu orang, maka proses Inseminasi sapi masih di rasakan belum efektif. Hendri berharap untuk wilayah dengan akses jauh dari ibukota kecamatan, agar dibantu pengadaan sapi jantan unggul siap pakai, jadi petani tidak perlu menunggu beberapa tahun lagi sampai pejantan siap kawin.