Loading...

PROGRAM IPDMIP DI KECAMATAN NANGA TAYAP SANGAT EFEKTIF DALAM MENGUBAH POLA PIKIR MASYARAKAT UNTUK LEBIH MAJU DI BIDANG PERTANIAN

PROGRAM IPDMIP DI KECAMATAN NANGA TAYAP SANGAT EFEKTIF DALAM MENGUBAH POLA PIKIR MASYARAKAT UNTUK LEBIH MAJU DI BIDANG PERTANIAN
PROGRAM IPDMIP DI KECAMATAN NANGA TAYAP SANGAT EFEKTIF DALAM MENGUBAH POLA PIKIR MASYARAKAT UNTUK LEBIH MAJU DI BIDANG PERTANIAN Oleh :Sajiman, SP Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 mengemban tugas terkait irigasi, yaitu dengan membangun 1 juta ha irigasi baru dengan merehabilitasi 3 juta ha irigasi dan membangun 49 waduk baru. Selain RPJMN, Pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mencapai target Rencana Kegiatan Pemerintah (RKP) pada tahun 2016, yaitu untuk membangun 0,3 juta ha, merehabilitasi 0,7 juta ha serta indikatif membangun 29 waduk. Kegiatan IPDMIP merupakan suatu program Integrasi Partisipasi Pertanian yang turut melibatkan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan yang bekerjasama dengan masyarakat petani dan semua pihak yang terkait baik di dalam dan sekitar daerah Irigasi. Sejak tahun 2014 yang lalu Ditjen SDA dengan bantuan dana hibah dari ADB telah menyusun program IPDMIP, dengan fokus pada peningkatan produktivitas pertanian beririgasi meliputi sekitar 1.800 daerah irigasi dengan luas lebih kurang 330.000 ha berlokasi di 16 provinsi dan 74 kabupaten. Program inidiharapkan akan mulai efektif dilaksanakan pada tahun 2016 hingga 2021 dengan dana pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) dan the International Fund for Agricultural Development (IFAD). pembiayaan kegiatan IPDMIP direncanakan melalui pinjaman dari ADB sebesar 600 juta US $, IFAD sebesar 98.5 US $. Pemilihan lokasi 16 provinsi dan 74 kabupaten didasarkan pada hasil audit teknis yang dilakukan pada tahun 2014 pada daerah irigasi yang berpotensi besar sebagai lumbung pangan namun memiliki kondisi yang rusak sedang hingga berat lebih besar dari 40%, Kegiatan IPDMIP ini diharapkan bisa memberikan manfaat pada peningkatan nilai dan keberlanjutan irigasi pertanian sehingga dapat mencapai sasaran, yaitu peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia. Pada awal 2019 Kecamatan Nanga Tayap tepatnya desa nanga tayap dusun tambang kayong. merupakan salah satu wilayah irigasi yang dipilih dalam program ini.kegiatan yang telah di lakukan ialah kegiatan Sekolah Lapang bagi petani dan petani pemakai air,selain sekolah lapang,juga di lakukan perbaikan saluran irigasi yang di tangani oleh dinas terkait. Setelah di laksanakan kegiatan kegiatan yang ada di program IPDMIP ini ,sangat banyak terjadi perubahan perubahan,baik dari pola pikir serta pola tanam bagi para petani.dampak besar yang sangat di rasakan terjadi peningkatan 30% untuk hasil panen,yang mana biasa panen 1,5 ton / ha naik menjadi 3,5 sd 4 ton/ha hasil ubinan di petak laboratorium lapangan.Untuk kegiatan pemberdayaan wanita tani juga terjadi perubahan sikap yang aktif dalam usaha pemenuhan gizi keluarga dan penambahan pendapatan keluarga.