Loading...

Program Pengembangan Agrowisata Nilam di Kecamatan Sampoiniet

Program Pengembangan Agrowisata Nilam di Kecamatan Sampoiniet
Nilam Aceh Jaya kembali berpotensi untuk dikembangkan karena pasar parfum sangat tergantung pada Nilam Indonesia, khususnya Nilam Aceh Jaya, apalagi telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis. Agar Nilam Aceh kembali terdongkrak dan bernilai tambah, maka ARC didukung Dana CSR BI plus pihak Paris melakukan inovasi dan pendampingan terhadap petani nilam di lokasi Ranto Sabon. Aceh Jaya menjadi salah salah satu daerah yang sangat cocok untuk pengembangan budidaya tanaman nilam di Aceh saat ini. Lahan percontohan persemaian bibit nilam Seluas 3 Hektar tersebut akan menjadi cikal bakal dalam mewujudkan Pembangunan Desa Wisata Nilam di Aceh yang di gagas Pusat Riset Atsiri Unsyiah. Melalui pendekatan wisata, bukan sekedar produk turunan dari Nilam yang dijual, melainkan di dalamnya ada cerita, nilai, keyakinan, pengetahuan dan lainnya, Ketua Desa Wisata Nilam, Dyah Erti Idawati menyambut gembira antusias warga Ranto Sabon yang ingin bangkit bersama dengan Nilam. Dirinya menyakini bahwa Pemerintah Aceh akan mendukung setiap upaya yang dapat berujung pada kemampuan warga keluar dari kemiskinan. Lahan di kelola oleh 6 orang warga desa tersebut juga sebagai tindak lanjut dari kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melalui dinas pertanian dengan Bank Indonesia yang di lakukan penandatangan nota kesepahaman dan menunjuk Desa Rantoe Sabon Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya untuk dsebagai lokasi sentral pengembangan nilam serta lokasi Percontohan pembibitan Nilam Aceh (Pogostemon Cablin) di kelola oleh warga desa setempat. Pendampingan dari dinas pertanian melalui BPP Sampoiniet, menjadikan perhatian khusus terutama dalam pengelolaan pertanaman sampai pengolahan hasil.