Loading...

Program Pengembangan Kawasan Bawang Merah di Desa Pondokkelor, KecamatanPaiton – Kabupaten Probolinggo, JawaTimur

Program Pengembangan Kawasan Bawang Merah di Desa Pondokkelor, KecamatanPaiton – Kabupaten Probolinggo, JawaTimur
Pendahuluan Sentra produksi tanaman bawang merah di Kabupaten Probolinggo tersebar di Kecamatan Dringu, Kecamatan Leces, dan Kecamatan Gending yang terdapat di wilayah bentang tengah Kabupaten Probolinggo. Sedangkan wilayah Kabupaten Probolinggo bagian timur yakni Kecamatan Paiton dan sekitarnya lebih dikenal sebagai sentra tanaman perkebunan unggulan berupa tanaman tembakau rajangan .Di wilayah ini pergiliran tanaman pada umumnya mengikuti pola tanam padi – tembakau – jagung. Demikian juga yang terjadi di Desa Pondokkelor, Kecamatan Paiton. Namun dalam beberapa tahun terakhir muncul kecenderungan baru. Sebagian petani Desa Pondokkelor mulai merintis usahatani bawangmerah (Allium cepa). Dengan introduksi usahatani bawang merah, pola tanam di desa ini menjadi lebih variatif di luar pola tanam pada umumnya, seperti bawang merah – bawang merah – bawang merah – tembakau atau bawang merah – bawang merah – bawang merah – bawang merah – bera atau tanaman sela berupa kacang tanah, kacang hijau, atau sayuran. Petani-petani yang tergabung dalam Kelompok Tani JAYA UTAMA mengelola usahatani bawang merah dengan luas lahan keseluruhan sekitar 20 Ha. Deskripsi Umum Wilayah Desa Pondokkelor Desa Pondokkelor adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Paiton dengan posisi jarak sekitar 6 km ke arah timur Kota Kraksaan, ibukota Kabupaten Probolinggo. Luas desa adalah sekitar 196,723 Ha dengan ketinggian wilayah antara 0 – 10 meter di atas permukaan laut. Karakteristik lahan berupa wilayah dengan topografi dataran. Ragam jenis tanah yang terdapat di desa Pondokkelor adalah Latosol (10 %), Regosol (5 %), Alluvial (80 %), dan Mediteran (5 %) dengan pH tanah berkisar antara 5,5 – 6 sehingga layak untuk usaha pertanian. Dari seluruh hamparan lahan yang ada seluas 114,97 Ha merupakan sawah beririgasi teknis. Program Pengembangan Kawasan BawangMerah DKPP KabupatenProbolinggo Kelompok Tani JAYA UTAMA, Desa Pondokkelor – Kecamatan Paiton mendapatkan bantuan bibit bawang merah varietas Biru Lancor sebanyak 10.000 Kg atau 1 Ton. Bantuan tersebut merupakan realisasi Program Pengembangan Kawasan Bawang Merah di wilayah Kabupaten Probolinggo oleh Dinas Ketahanan Pangandan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo. Bibit bawang merah DKPP sebanyak 10.000 Kg atau 10 Ton dibagikan kepada 35 petani anggota Kelompok Tani JAYA UTAMA, Desa Pondokkelor dengan jumlah bibit bervariasi sesuai luas lahan yang diusahakan. Dukungan Pengawalan dan Pendampingan Program Pengawalan dan pendampingan program pengembangan kawasan dilakukan dengan beberapa kali mengadakan pertemuan pengarahan maupun pertemuan bimbingan teknis budidaya. 1. Pertemuan pengarahan pada saat penyerahan bibit bawang merah oleh Staf Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo 2. Pertemuan bimbingan teknis budidaya bawang merah oleh POPT dan Penyuluh Pertanian Pendamping, di rumah Ketua Poktan JAYA UTAMA 3. Pertemuan bimbingan teknis budidaya bawang merah oleh POPT dan Penyuluh Pertanian Pendamping, di rumah Ketua Poktan JAYA UTAMA 4. Pertemuanbimbinganteknisbudidayabawangmeraholeh POPT, Koordinator BPP, dan Penyuluh Pertanian Pendamping, di rumah Ketua Poktan 5. Pengarahan dan evaluasi budidaya bawang merah pada kegiatan panen perdana yang dihadiri oleh Staf DKPP Kabupaten Probolinggo didampingi Kepala danStaf UPTD Paiton, Koordinator BPP Paiton dan Penyuluh Pertanian Pendamping di lahan tanaman bawang merah milik Kepala Desa Pondokkelor Permasalahan Usaha Tani Bawang Merah 1. Teknis On Farm : - gangguan OPT terutama hama ulat Efektivitas penanganan/tindakan pencegahan atau pengobatan : - perpaduan aplikasi (penyemprotan) obat-obatan dan pembersihan ulat dengan tenaga pekerja Pengadaan air irigasi : - tidak bias mengandalkan air irigasi dari dinas pengairan, terutama pada masa tanam bulan Juni/Juli hingga Desember- petani pada umumnya mengusahakan kebutuhan air dengan pompa mandiri dan pompa bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo- pompa-pomp abantuan seperti ini sangat dibutuhkan dan jumlahnya masih kurang Off Farm / penanganan pasca panen : - penanganan atau pembersihan ulat yang biasanya muncul 2 hari setelah penjemuran- bawangkering yang telah diikat harus segera dijual dan petani umumnya tidak bias menahan barang lebih lama, baik karena kebutuhan yang mendesak maupun karena tidak memiliki gudang penyimpanan yang memadai 2. Pemasaran - Potongan timbangan yang sangat tinggi oleh pedagang yakni sebesar 18 – 19 % dari berat total bawang merah yang dijual sangat memberatkan petani, namun petani tidak memiliki posisi yang kuat untuk menolak - Sistim pembayaran dari pedagang ke petani adalah sistim bayar tunda, bukan tunai pada saat transaksi – sehingga petani masih harus menunggu beberapa hari hingga beberapa minggu untuk pelunasan pembayaran Nilai Manfaat Bantuan Benih Bawang Merah 1. Bantuan bibit bawang merah yang diterima dan disebarkan ke anggota oleh Kelompok Tani JAYA UTAMA sangat membantu dalam hal mengurangi biaya produksi dari komponen biaya pengadaan bibit bawang merah untuk penanaman di lahan usaha 2. Dengan berkurangnya biaya produksi, maka sangat membantu mengurangi resiko kerugian pada saat harga jual bawang merah di tingkat petani rendah atau jatuh 3. Namun demikian jika harga penjualan faktual di bawah Rp. 12.000,-/Kg petani tetap mengalami kerugian yang cukup berat Oleh : Kholid Manshur, SP