Loading...

Program Pertanian Masuk Sekolah (tani Mas) Mempercepat Regenerasi Petani Di Sulteng

Program Pertanian Masuk Sekolah (tani Mas)  Mempercepat Regenerasi Petani Di Sulteng
Jumlah petani di Indonesia saat ini 33,1 juta orang dimana petani kolotnial sebanyak 30,4 Juta petani, dan petani millenial 2,7 juta orang (sumber : Statistik Ketenagakerjaan), sehingga dari data tersebut jelas tergambarkan kalau minat anak muda untuk menggeluti pertanian masih sangat rendah. Sebagai salahsatu upaya meningkatkan ketertarikan anak muda (millenial) terhadap sektor pertanian, Kementerian Pertanian RI memprogramkan Pertanian Masuk Sekolah (TANI MAS) yang merupakan salahsatu program unggulan 100 hari kerja Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo. Program TANI MAS merupakan kegiatan budidaya pertanian yang dilaksanakan oleh siswa dan guru di lingkungan sekolah. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang budidaya pertanian, menumbuhkan semangat siswa menjadi agripreneur serta meningkatkan ketersediaan dan akses pangan. Program TANI MAS di Provinsi Sulawesi Tengah untuk tahun 2019 dilaksanakan di 2 (dua) sekolah yang berada di 2 (dua) kabupaten, yaitu SMA Negeri 1 Kab. Sigi dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Kota Palu. Penunjukan sekolah tersebut berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Kementan RI antara lain : (1) Sekolah berlokasi di Ibukota Provinsi atau di Kabupaten/Kota terdekat dengan Ibukota provinsi; (2) Memiliki lahan / kebun sekolah minimal 500 m2 ; (3) Terdapat sumber air untuk budidaya pertanian; (4) Diutamakan yang memiliki ekstrakurikuler pertanian; (5) Pihak sekolah (guru dan siswa) proaktif dan bersemangat; (6) Mempunyai lahan untuk membangun rumah bibit minimal 15 m2.. Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Penanggungjawab kegiatan di tingkat Provinsi bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah sebagai pendamping teknis, BPTP Provinsi Sulteng serta BPP Biromaru dan BPP Petobo. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan Sosialisasi Pertanian Masuk Sekolah di Dinas Pangan Provinsi Sulteng pada tanggal 25 November 2019, kemudian pendampingan penyusunan RAB di sekolah penerima kegiatan pada tanggal 26 November 2019, kemudian Rapat Koordinasi Sosialisasi Pertanian Masuk Sekolah di masing-masing sekolah pada tanggal 3 Desember 2019 (SMAN 1 Kab. Sigi) dan 4 Desember 2019 (MAN Model 2 Kota Palu). Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Pangan Provinsi Sulteng menyampaikan materi tentang Pertanian Masuk Sekolah (PMS), BPTP Sulawesi Tengah menyampaikan teknologi budidaya tanaman hortikultura ramah lingkungan, serta tim teknis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menyampaikan akan memfasilitasi bibit tanaman dan dukungan alsintan. Komoditas yang digunakan adalah tanaman hortikultura ( sayur, buah, bio farmaka) yang dapat dipanen dalam waktu pendek (3 bulan). Tim sosialisasi berupaya membangkitkan minat siswa agar mau bertani sebagai salah satu solusi dari masalah regenerasi petani di masa mendatang dan sebagai media pembelajaran siswa untuk mengetahui bidang pertanian. Antusias guru-guru dan siswa terhadap program TANI MAS tergambar dari suasana diskusi. Semua instansi terkait yang hadir berkomitmen untuk mensukseskan program ini melalui bantuan terhadap kebutuhan program serta pendampingan dan pengawalan secara bersama-sama di tingkat lapangan. Hadir pada Rakor di SMAN 1 Kab. Sigi yaitu Sekretaris Dinas Pangan Daerah Sulawesi Tengah beserta Kepala Bidang dan staf, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kab. Sigi, Peneliti BPTP Sulawesi Tengah, Penyuluh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Kepala Sekolah beserta guru-guru dan perwakilan siswa. Sedangkan pada Rakor di MAN 2 Model Kota Palu, dihadiri Kepala Dinas Pangan Daerah Sulawesi Tengah beserta Kepala Bidang dan staf, Penyuluh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Peneliti BPTP Sulawesi Tengah, Koordinator BPP Petobo Kec. Palu Timur, Kepala Sekolah beserta Guru dan perwakilan siswa. Diharapkan pada tahap awal kegiatan Pertanian Masuk Sekolah (TANI MAS) Tahun 2019 memberikan efek positif dengan meningkatnya ketertarikan dan minat siswa terhadap bidang pertanian dengan berubahnya mindset mereka selama ini bahwa dunia pertanian tidak “keren” dan tidak bisa dijadikan profesi di masa depan. Sehingga regenerasi petani di Sulteng yang berfikir inovatif dapat terwujud di era revolusi industri 4.0. Penulis : Sitti Musdalifah Tompo,SP (PP. Pertama pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah)