Proposal Pengkajian Oleh BPTP Jakarta Fokus Mendukung Urban Farming di Jakarta
Lebih dari 12 judul Rencana Pengkajian Teknologi Pertanian (RPTP) yang dibahas dalam Seminar Proposal Kegiatan tahun 2020 oleh para Peneliti dan Penyuluh BPTP Jakarta. Beberapa judul Proposal yang disampaikan fokus mendukung terlaksananya Pertanian Perkotaan di DKI Jakarta antara lain : Kajian Peningkatan Nilai Tambah Paket Hydroponik berbasis bisnis pertanian, Kajian Teknologi Pertanian Bawang Merah dilahan Berpasir, Model Pengembangan Sapira berbasis Bioindustri, Perbanyakan Benih Cabe Merah serta Peningkatan Indeks Penanaman pada tanaman Padi. Pada komoditas peternakan disampaikan proposal mengenai Kajian Pemanfaatan Sumberdaya Lokal menjadi Bahan Pakan, Peningkatan Nilai Tambah Olahan Susu Sapi, Peningkatan populasi Sapi dan Kerbau (Sikomandan) untuk mendukung Program SIWAB. Terkait dengan Diseminasi hasil Pengkajian dibahas proposal mengenai Peningkatan Komuniasi dan Koordinasi Kelembagaan Penyuluhan, Temu Tugas Peneliti, Penyuluh Pertanian serta Pendampingan Pengembangan Komoditas Pertanian dan Pengusaha Milenial. Seminar Proposal kegiatan BPTP Jakarta tahun 2020 ini diselenggarakan di BPTP Jakarta pada tanggal 13 Februari 2020 yang dihadiri oleh para Penyuluh Pertanian tingkat Kecamatan, Kota dan Provinsi, Universitas Pertanian, serta Unit-unit Perbenihan dibawah Dinas KPKP. Dalam sambutannya Kepala BPTP menyampaikan bahwa seminar Proposal ini adalah upaya untuk memberikan informasi kepada pengguna sekaligus menyempurnakan materi yang dibahas sesuai dengan kondisi lapangan dan kebijakan pengembangan pertanian perkotaan. Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas KPKP yang diwakili Bidang Ketahanan Pangan menegaskan bahwa peran BPTP sekarang ini sangat penting dan strategis terutama dalam mendukung terlaksananya pertanian perkotaan di DKI Jakarta khususnya dalam menghasilkan inovasi teknologi pertanian yang dibutuhkan oleh para petani dan masyarakat luas. Lebih jauh BPTP diharapkan dapat menghasilkan inovasi teknologi pertanian yang cepat, akurat, serta mudah untuk diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat luas. (Didi Setiabudi, Penyuluh Pertanian Madya pada Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, 2020)