Loading...

PROSEDUR POKOK MENDIAGNOSE PENYAKIT PADA KEDELAI

PROSEDUR POKOK MENDIAGNOSE PENYAKIT PADA KEDELAI
Dalam pelaksanaan penelitian penyakit tanaman perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut : 1. Pemilihan lokasi endemik/wabah penyakit :Lahan dan petak percobaan perlu diketahui riwayat kejadian penyakitnya, terutama untuk kasus penyakit tular tanah karena patogennya mampu bertahan hidup dalam tanah. Pada tanaman aneka kacang, penyakit tular tanah seperti busuk pangkal batang dan layu yang disebabkan beberapa jenis jamur seperti Sclerotium rolfsii, Rhizoctonia solani, Pythium sp., Phytophthora sp., dan Fusarium sp. seringkali kejadian penyakit lebih parah di lahan endemik daripada lahan tidak endemik. Di lahan endemik tanpa adanya tanaman inang utama, jamur tular tanah tersebut mampu bertahan hidup lama dalam tanah dan residu tanaman sakit di lahan dengan membentuk struktur pembiakan seperti sklerosia dan klamidospora yang berdinding tebal yang resisten terhadap cekaman lingkungan. Sistem tanam monokultur secara terus menerus di lahan yang sama, juga berpengaruh pada munculnya penyakit di lahan setempat. Rotasi dengan tanaman bukan inang dapat memutus siklus penyakit, hal ini berguna untuk mencegah terjadinya fenomena lahan endemik. Selain bertahan dalam tanah, beberapa patogen tular mampu hidup dalam residu tanaman mati ataupun pada perakaran tumbuhan liar. Misalnya bakteri penyebab layu pada kacang tanah, inokulum bakteri dapat hidup pada gulma Portulaca walapun gulma tersebut tidak menunjukkan gejala layu. Pemilihan lahan endemik berguna untuk mendorong munculnya infeksi alamiah pada penyakit sasaran penelitian. Tanaman rentan yang ditanam di lahan endemik seringkali lebih cepat terserang patogen dan penyakitnya lebih parah. 2. Kondisi lingkungan yang mendukung (kondusif) untuk penyakit : Jamur dan bakteri patogen untuk perkembang biakannya memerlukan dukungan lingkungan cuaca tertentu seperti suhu hangat dan kelembaban yang cukup. Misalnya penyakit kudis yang disebabkan jamur Sphaceloma batatas pada ubi jalar, suhu optimum untuk perkembangan penyakit berkisar 13-27oC. Penyakit kudis lebih banyak ditemukan di dataran tinggi dengan udara sejuk hingga hangat. Penyebaran spora jamur pada umumnya dibantu oleh angin, terutama pada jamur yang bersporulasi di permukaan bercak seperti jamur karat dan embun tepung pada kacang hijau dan kedelai. Penyakit tersebut dapat tersebar ke area lebih luas sesuai dengan arah angin. 3. Metode pengamatan penyakit :Selama pertumbuhannya, tanaman dapat terserang beberapa jenis penyakit dan seringkali serangannya muncul bersama-sama, misalnya pada penyakit bercak pustule dan karat atau bercak daun pada kedelai. Untuk membedakannya perlu pengamatan gejala penyakit yang dilakukan secara periodik sehingga perkembangan gejala yang nampak dapat dipahami. Parameter pengamatan yang diperlukan meliputi karakter gejala penyakit, tanda khas penyakit, luas serangan penyakit, tingkat keparahan atau intensitas penyakit, tanggal dan hari saat dilakukan pencatatan, serta nama patogen penyebab meliputi nama umum dan nama ilmiahnya.Pada penyakit dengan gejala kerusakan sistemik seperti layu bakteri pada kacang tanah dan busuk pangkal batang oleh jamur tular tanah, seringkali digunakan persentase luas serangan dengan cara menghitung jumlah tanaman sakit dibandingkan dengan populasi tanaman yang ada dalam satu luasan. Sedangkan penyakit dengan gejala lokal seperti bercak atau pustule pada daun, menggunakan metode pengamatan keparahan atau intensitas penyakit. Tanaman sakit (per individu) dihitung jumlah daun yang ada dan setiap daun dibedakan dalam beberapa ketegori skor. Nilai skor pada umumnya terdiri atas beberapa kategori mulai dari skor 0 berarti daun sehat tanpa gejala infeksi dan skor 5 (gejala bercak meliputi sebagian besar permukaan daun atau daun mongering). Skor penyakit tertentu biasanya berbeda dengan yang lain, misalnya pada bakteri pustule kedelai biasanya digunakan skor 0 hingga 5 dengan rincian sebagai berikut : skor 0 berarti daun sehat tanpa gejala bercak pustul, skor 1 = bercak pustul meliputi 1 - 5% luasan daun yang diamati, skor 2 = bercak pustul >5 hingga 10%, skor 3 = bercak >10% hingga 25%, skor 4 = bercak >25% hingga 50%, skor 5 = bercak >50%. Nilai skor selanjutnya digunakan untuk menghitung intensitas penyakit, menggunakan rumus sbb. : I = jumlah(n x v) X 100% V x N I = intensitas penyakit (%)n = jumlah daun pada masing-masing kategori skor v = skor penyakit pada setiap kategori skor (0 hingga 5)V = skor tertinggi yaitu 5N = jumlah daun total (per tanaman contoh) DIAGNOSIS CEPAT PENYAKIT BAKTERI Diagnosis penyakit bakteri layu pada kacang tanah dan bakteri pustule pada kedelai :1. Siapkan air jernih pada wadah transparan seperti gelas atau tabung reaksi.2. Potong bagian tanaman terinfeksi tepat di batas antara bagian tanaman sehat sehat dan bergejala sakit. Untuk layu bakteri kacang tanah digunakan bagian pangkal batang, dan bagian daun mengandung bercak kuning nekrosis pada penyakit pustule kedelai. 3. Masukkan contoh bagian tanaman sakit tersebut ke dalam air yang telah disiapkan di dalam wadah, selama sekitar 5 menit.4. Amati apakah air berubah menjadi keruh mirip air susu atau tidak. Air keruh menandakan adanya massa bakteri yang keluar dari jaringan tanaman yang diamati tersebut. 5. Selanjutnya bakteri tersebut dimurnikan pada media agar-agar di laboratorium untuk analisis lanjut. Ditulis kembali oleh : Kukuh Wahyu W, Penyuluh Pertanian Madya, BBP2TPEmail : widjajantokukuh@yahoo.com Sumber : Balai Penelitian Kacang Kacangan dan Umbi Umbi (Balitkabi Malang)