Loading...

Proses Pengambilan dan Perbanyakan Nitrobakter dari Alam

Proses Pengambilan dan Perbanyakan Nitrobakter dari Alam
Nitrobakter merupakan salah satu jenis bakteri yang mampu menangkap nitrogen di udara dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat segera diserap oleh akar tumbuhan. Nitrobakter secara alami hidup di dalam tanah di manapun. Namun dengan penggunaan pestisida yang berlebihan di lahan, maka populasi nitrobakter semakin berkurang. Selain di lahan, nitrobakter dapat ditemukan di kolam ikan, utamanya kolam lele, serta di tanah lembab yang berada di bawah kandang ayam. Fungsi Nitrobakter adalah menangkap nitrogen dari udara kemudian diproses dalam tubuhnya menjadi senyawa yang dapat diserap oleh akar tanaman. Fungsi inilah yang menyebabkan keberadaan nitrobakter dengan jumlah yang cukup di tanah memungkinkan bagi kita untuk tidak perlu lagi menggunakan pupuk kimia buatan yang mengandung unsur nitrogen. Hal ini dapat lebih dipahami ketika kita perhatikan di hutan-hutan alam, pepohonan dan berbagai tumbuhan dapat tumbuh subur tanpa ada yang memberi pupuk. Salah satunya adalah adanya nitrobakter di tanah yang selalu menyediakan unsur nitrogen sehingga menjamin keberlangsungan tumbuh kembang tumbuhan. Dalam upaya menambah populasi nitrobakter di lahan, petani dapat mengembangbiakkan nitrobakter sendiri. Sumbernya dapat berasal dari tanah di bawah kandang ayam atau dari air kolam lele. Namun, yang lebih mudah untuk dikembangbiakkan adalah nitrobakter yang ada di tanah yang terletak di bawah kandang ayam. Walalupun pengembangbiakan nitrobakter secara konvesional di tingkat petani mengandung resiko yang lebih tinggi untuk kepastian jenis bakteri yang dibiakkan tersebut dibandingkan dengan pengembangbiakan di laboratorium, namun resiko dapat diminimalkan dengan perlakuan yang benar. Cara termudah bagi petani untuk mendapatkan indukan nitrobakter yang akan dikembangbiakkan adalah dengan mengambil tanah di sekitar kandang ayam. Kemudian tanah tersebut diberi perlakuan tertentu sehingga diperoleh cairan yang mengandung nitrobakter yang siap diperbanyak. Berikut tahapan-tahapan memperoleh indukan nitrobakter hingga proses perbanyakan : Gali tanah di bawah kandang ayam dengan kedalaman 5-10 cm, dengan ciri-ciri tanah lembab, tidak berbau, dan remah. Kemudian ambil tanah pada kedalaman tersebut sebanyak kurang lebih 10 sendok makan. Siapkan bahan lainnya, seperti gula pasir 5 sendok makan, pupuk yang mengandung nitrogen 46% sebanyak 1 sendok makan, air bersih 1 liter, kain hitam untuk membungkus botol secukupnya, serta 2 botol air mineral berukuran 1,5 liter. Masukkan gula dan pupuk yang mengandung nitrogen ke dalam botol, kemudian tuangkan 1 liter air lalu kocok botol hingga gula larut. Masukkan tanah yang diambil dari kandang ayam, kemudian kocok kembali sejenak. Bungkus botol dengan kain hitam, fermentasikan selama 1-2 minggu. Pastikan setiap 2 hari tutup botol dibuka sebentar, lalu kocok pelan. Apabila ingin mempercepat proses fermentasi, dapat digunakan aerator aquarium minimal selama 1 x 24 jam, maksimal 3 x 24 jam untuk hasil yang lebih bagus. Kelebihan lain menggunakan aerator aquariaum, selain lebih cepat adalah larutan mengandung oksigen terlarut. Setelah proses aerator selesai, maka biarkan larutan selama 3-4 hari. Setelah itu, larutan tersebut dapat langsung atau diperbanyak. Proses perbanyakan dilakukan dengan cara mengambil larutan nitrobakter siap pakai sebanyak 200 ml, lalu masukkan ke botol air mineral ukuran 1,5 liter. Tambahkan 5 sendok makan gula pasir, 1 sendok makan urea, dan 800 ml air bersih, kemudian kocok sampai gula larut. Diamkan larutan selama 7-10 hari. Pastikan botol dibungkus dengan kain hitam dan setiap 2 hari tutup botol dibuka dan larutan dikocok pelan. Petani dapat saja meragukan apakah benar yang berada dalam larutan adalah nitrobakter atau bakteri yang lain. Namun, yang perlu diperhatikan ialah ciri-cirinya. Saat larutan berwarna kekuningan, berisi gelembung udara kecil-kecil, aroma tajam (apek), hidung terasa pedih apabila menghirup aroma larutan terlalu dalam, maka dapat dipastikan kemungkinan besar mayoritas bakteri yang ada dalam larutan merupakan nitrobakter. Pengaplikasian larutan nitrobakter untuk tanaman cukup mudah. Dosis yang digunakan antara 10-20 ml per liter air. Dosis 10 ml per liter air digunakan untuk aplikasi dengan cara disemprot menggunakan handsprayer. Jika aplikasi dengan dikocor pada area dekat perakaran tanaman, maka sebaiknya dosis yang digunakan sebanyak 20 ml per liter air. Pengulangan aplikasi dapat dilakukan setiap 2-4 minggu sekali hingga mendekati umur panen. Saat tanaman menunjukkan gejala kekurangan unsur nitrogen, aplikasi dapat dilakukan lebih sering antara 7-10 hari sekali. Setelah gejala kekurangan nitrogen berangsur-angsur menghilang, maka aplikasi dapat dilakukan dengan jeda waktu yang lebih lama. Penggunaan larutan nitrobakter ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia buatan yang mengandung nitrogen. Selain itu, jika petani dapat membuat sendiri larutan nitrobakter tersebut, tentunya akan dapat menurunkan biaya produksi tanpa menurunkan produktivitas tanaman. Pustaka : https://www.youtube.com/watch?v=fo8dPkEML7o https://www.youtube.com/watch?v=uwdeBapcs5Q https://www.trubus-online.co.id/gandakan-makhluk-mini-sendiri/ https://www.youtube.com/watch?v=OVTEmv8gNsU Ditulis oleh : Marcella Wayan Kartika Rini, SP (PP Muda)