Loading...

PROSES PENGOLAHAN BATANG SAGU

PROSES PENGOLAHAN BATANG SAGU
Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sehingga pemenuhannya menjadi salah satu hak asasi yang harus dipenuhi secara bersama-sama oleh negara dan masyarakatnya. Salah satu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan meningkatkan keanekaragaman konsumsi pangan. Kebijakan tidak hanya ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada beras, tetapi juga dimaksudkan untuk mengubah pola konsumsi masyarakat agar mengkonsumsi bahan pangan yang beranekaragam dan lebih baik gizinya. Ini dibuktikan oleh masyarakat Sulawesi tenggara kabupaten Konawe Kecamatan Bondoala, dimana ada beberap kelompok tani yang mempunyai kegiatan sebagai pengolahan sagu, luas areal kawasan populasi tanaman sagun Kabupaten Konawe secara keseluruhan saat ini tersisa 2.068 hektar dan tersebar di semua wilayah di Konawe. Untuk di Kecamatan Bondoala pengolahan sagu dilakukan secara semi intensif Secara Singkat Proses Pengolaan Sagu membutuhkan Waktu Sekitar 2 Minggu, Melakukan Pengolahan Sagu tidak semudah yang dibayangkan dalam proses mengestrak pati dari Pohon sagu membutuhkan waktu yang cukup lama sehinnga dapat menguras banyak tenaga. Proses ini sering dilakukan secara manual. Hal yang pertama dilakukan pada saat berada di lokasi adalah membuat bascamp yang berguna sebagai tempat pengolahan, kemudian membuat bak penampungan pati sagu kira-kira ukurannya 3x4 m yang terbuat dari terpal yang didesain mejadi seperti kolam tempat penampungan air sagu yang berfungsi sebagai tempat pengendapan air sagu. Lokasi Pembuatan Tempat Mengestrak Pohon Sagu yang akan diolah harus dekat dengan sumber Air/Sungai. Langkah selanjutnya melakukan penebangan pohon sagu yang dinilai sudah layak untuk dipanen atau produktif. Setelah itu lakukan pengupasan mengunakan parang atau linggis. Kulit pohon sagu yang dikupas kira-kira setebal 2 Cm agar bagian dalam batang yang lunak akan dapat diambil. Proses ini membutuhkan waktu kira-kira 2 jam. Kemudian isi batang sagu yang telah dikupas di parut mengunakan mesin pemarut. Hasil Dari Parutan Tadi kemudian dibawa ke tempat pengolahan untuk di eksrak yang serbuknya dimasukan kedalam sebuah saringan kemudian disiram dengan air dan diinjak-injak agar sarinya keluar. Air tersebut kemudian ditampung dibak dan ampasnya dibuang setelah seluruh sarinya dianggap telah habis Setelah Itu Air yang berada dibak disimpan selama 1 Hari. Air yang ada dibak tersebut dibuang maka tinggallah endapan dari pati sagu berwarna putih. Itulah yang dinamakan sagu. Analisa, S.PtTHL TBPP Kec. Bondoala