Loading...

Proses Terjadinya Hama Tanaman

Proses Terjadinya Hama Tanaman
Salah satu hambatan dalam budidaya tanaman adalah serangan serangga hama atau sering disebut Organisme pengganggu Tanaman (OPT). Pada dasarnya dalam arti sempit hama adalah serangga, yang dapat dibagi menjadi dua yaitu serangga berguna dan serangga merugikan. Hama dalam arti luas mengandung makna semua OPT yang merugikan. Secara umum hama adalah setiap OPT yang dapat menurunkan hasil, menurunkan kesehatan tanaman, dan mengganggu manusia. Jika penanganan terhadap masalah hama terabaikan, terutama hama yang dapat berkembang secara cepat (eksplosif), maka, sebagian besar potensi hasil akan hilang dan dapat menimbulkan kerugian. Status hama yang menyerang tanaman pertanian dikelompokan menjadi 4 yaitu :1. Hama utama (key pests) yaitu hama yang selalu dijumpai menyerang pada satu tanaman dengan tingkat serangan yang berat, oleh karena itu perlu dilakukan tindakan pengendalian. Biasanya hanya ada satu atau dua jenis hama utama pada tanaman tertentu.2. Hama kedua (secondary pests) yaitu hama yang relatif kurang penting tetapi apda suatu waktu populasinya dapat meningkat melewati tingkat toleransi ekonomi/ambang batas, oleh karena itu perlu pengawasan.3. Hama potensial (potential pests) yaitu hama yang dalam keadaan biasa tidak membahayakan dan kerusakan yang ditimbulkan kurang penting, tetapi menjadi penting apa bila terjadi perubahan ekosistem. 4. Hama migran, yaitu hama yang datang dari daerah lain.Terjadinya atau meningkatnya serangan hama pada suatu tanaman dapat diakibatkan oleh beberapa sebab : (1) kegiatan manusia dalam usahanya untuk mendapatkan bahan pangan, atau komoditas lainya untuk keperluan hidupnya, (2) perubahan ekosistem, dari ekosistem alami yang diubah menjadi ekosistem pertanian yang menyebabkan hubungan ekologi didalamnya menjadi lebih sederhana, (3) perubahan varietas tanaman, (4) pengaruh pestisida, (5) berkurangnya musuh alami dan (6) adanya hama pendatang (migran). Bagaimana Berkembangnya Hama TanamanDalam usaha bercocok tanam tidak terlepas dari campur tangan manusia. Peran manusia dapat menimbulkan munculnya hama atau dapat meningkatkan popilasi hama melalui pengelolaan tanaman untuk menumbuhkan tanaman yaitu mulai dari pemilihan bibit, mengolah tanah, menanam, pemeliharaan tanaman (pengairan, pemupukan, mengatasi masalah gulma, panen dan pasca panen). Pada setiap tahapan kegiatan tersebut memungkinkan berkembangnya hama tertentu setelah dipertanaman sampai ke penyimpanan. Pengolahan tanah yang kurang baik memungkinkan menimbulkan ledakan populasi hama. Kasus seperti ini sering terjadi pada tanaman pangan, sehingga tanaman menjadi lemah dan mudah diserang hama. Pemupukan yang tidak tepat juga akan menimbulkan peningkatan populasi hama. Aktifitas manusia dalam merubah ekosistem alami menjadi ekosistem pertanian dapat mendorong meningkatnya serangan hama, diantaranya adalah : menanam varietas rentan, kurangnya rotasi dan penganekaragaman tanaman, kurangnya sanitasi, menanam tanaman di daerah yang dapat memicu serangan hama, timbulnya resistensi hama, terbunuhnya musuh-musuh alami, penggunaan pestisida yang tidak bijaksana sehingga dapat merubah fisiologi tanaman, pengolahan tanah yang minimal dan pemupukan yang berlebihan.Pada dasarnya populasi hama sangat dipengaruhi oleh lingkungan atau sistem pertanaman (ekosistem). Ekosistem yang belum ada campur tangan manusia disebut ekosistem alamiah, sedangkan yang sudah dikelola manusia disebut agroekosistem, seperti sawah, ladang, tegalan, empang dsb. Pada agroekosistem ditanam beberapa spesies tanaman, satu diantanya tanaman utama, misalnya tanaman padi, kedelai, jagung. Ekosistem tersebut tidak bisa berdiri sendiri tanpa campur tangan manusia dan masukan energi dari luar, misalnya pupuk, pengolahan tanah, pemeliharaan tanaman dsb. Ekosistem pertanian yang dinamis dan kurang stabil biasanya lebih peka terhadap serangan hama. Perubahan status dari bukan hama menjadi hama disebabkan karena berlimpahnya tanaman sebagai pakan akibat dari perubahan ekosistem, yang kerap kali diikuti dengan berkurangnya atau hilangnya musuh-musuh alami (parasitoid dan predator) di tempat tersebut dan keadaan iklim yang mendukung bagi keberlangsungan hidup OPT tersebut.Peran tanaman sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya hama tanaman, karena di dalam ekosistem alam interaksi tanaman inang dengan hamanya mantap dan stabil. Tanaman yang tahan tetap mempertahankan ketahanannya, sebaliknya tanaman yang tidak tahan akan menjadi sumber yang baik bagi serangga atau OPT. Oleh sebab itu gunanakn varietas hasil seleksi yang kuat terhadap populasi hama, sehingga hama akan menyeleksi dirinya mana yang cocok untuk kehidupannya.Di Indonesia perlindungan tanaman pada awalnya dititik beratkan pada penggunaan pestisida dan variatas tahan. Pada saat itu penggunaan pestisida, insektisida mulai meningkat dan intensip mulai dari persemaian sampai menjelang panen tanpa memperhitungkan dampak buruknya, aplikasinya dilakukan secara terjadual tanpa melihat polulasi hama tanaman, sehingga pada saat itu justeru populasi hama terus meningkat khususnya hama-hama pada tanaman pangan antara lain wereng coklat, wereng punggung putih dan penggerek batang padi sehingga pada saat itu pula serangan hama tersebut mencapai ratusan ribu hektar. Meningkatnya serangan hama tersebut diakibatkan dari penggunaan insektisida yang tidak bijaksana.Pengalaman Indonesia menggunakan pestisida dalam program intensifikasi tanaman pangan, hortikultura serta perkebunan dapat menekan populasi hama bila formula yang digunakan, waktu dan metodenya tepat. Namun sebaliknya apa bila tidak tepat akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, yaitu : (1) hama sasaran berkembang menjadi tahan terhadap pestisida, (2) timbul resurjensi yaitu populasi keturunan dari hama itu menjadi lebih banyak dibandingkan bila tidak diperlakukan dengan pestisida, (3) mahluk bukan sasaran ikut terbinasa, misalnya musuh alami serangga yaitu parasitoid, predator dan serangga lain yang kita perlukan, (4) akan timbulnya ledakan hama kedua, (5) Pestisida tertentu akan meninggalkan residu di dalam tanaman dan bagian-bagian tanaman sehingga akan mencemari lingkungan yaitu tanah, air dan udara, (7) Pestisida tertentu dapat meninggalkan konsentrasi dalam rantai makanan berikutnya yang dapat menimbulkan keracunan bagi manusia. Pengendalian Hama TanamanDalam pengendalian hama tanaman peran musuh alami sangat penting, pengendalian hayati ialah pengaturan populasi kerapatan organisme oleh musuh-musuh alami sehingga tingkat kerapatan organisme tersebut lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak diatur oleh musuh-musuh alami. Musuh alami dimanfaatkan sebagai pengendali hama agar fluktuasi kerapatan rata-rata populasi hama tanaman selalu rendah, sehingga hama tersebut tidak menimbulkan kerugian. Penyebaran hama penyakit tumbuhan dibatasi oleh faktor georafis, klimatologis dan ekobiologis, sehingga kecil kemungkinan hama penyakit yang ada di suatu daerah pindah ke daerah lainnya yang jaraknya jauh dan berbeda ekosistemnya. Penyebaran Hama TanamanPenyebaran hama penyakit dapat diakibatkan karena kegiatan manusia secara sengaja maupun tidak sengaja. Semakin terbuka hubungan antar satu negara dengan negara lain, hama dan penyakit dapat menembus batas geografis sehingga masuk dan menyebar ke tempat-tempat baru dan akhirnya menjadi hama dan penyakit tumbuhan baru. Ruslia Atamaja (rusliatmaja.atmaja326@gmail.com)Sumber : Puslitbang Tanaman Pangan