PENDAHULUAN Bawang merah salah satu komoditi pertanian yang mempunyai nilai jual tinggi. Keunggulan bawang merah dibanding komoditas pertanian lain adalah mempunyai daya simpan lebih lama. Bawang merah dibutukan masyarakat sebagai bahan sayuran dan bumbu dapur. Selain itu bawang merah dapat digunakan sebagai untuk mengobati beberapa macam penyakit seperti mag, masuk angin, menghikangkan lendir ditenggorokan, mengobati luka, menurunkan kadar gula dan menurunkan kadar kolesterol. Produksi bawang merah saat ini masih terpusat di beberapa kabupaten di Jawa. Yaitu Kuningan, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Bantul, Nganjuk, dan Probolinggo. Berdasarkan data dari dirtjen Hortikultura, Departemen Pertanian, permintaan bawang merah secara nasional dari tahun ketahun cenderung meningkat. Tahun 2008 permintaan bawang merah sebesar 934.301 ton, sedangkan produksi bawang merah tahun 2008 sebesar 855.000 ton. Tujuan MeningkatkansumberpendapatanpetanidanmenambahpengetahuanpetanimelaluibudidayakomodititanamanBawangMerah di kecamatan Jatirogo. MENGENAL VARIETAS BAWANG MERAH No. Varietas Ciri-Ciri Jumlah Tunas (Buah) Umur Panen (Hari) Produksi (Ton) 1. Bima Brebe Umbinya berwarna merah muda dan berbentuk lonjong 5-10 50-60 10-12 2. Sumenep Daunnya lebih lebar dan kaku 5-8 70 - 3. Ampenan Berbentuk lonjong berwarna merah mudah - 70 - 4. Bali Berbentuk bulat dan brwarna merah mudah hingga merah - 80-90 13 5. Medan Berwarna merah dan berbentuk runcing/ varietas lokal - 80 7 6. Kramat 1,2 Produktifitas sangat tinggi - - 21-24 7. Australia Berwarna keputih-putihan atau merah pucat berbentuk bulat dan agak besar - 65-70 - 8. Bangkok Agak bulat berwarna merah mudah hingga merah tua - 60-70 115 9. Filiphina Berukuran besar agak bulat berwana merah mudah hingga merah 8-18 70 21 PENGOLAHAN TANAH Tanah untuk menanam bawang merah hendaknya sesubur mungkin agar tanaman tumbuh dengan baik dan produksinya tinggi. Proses pengolahan tanah dilakukan yaitu: Pengolahan 28 hari sebelum tanam, tanah dibersikan dari rumput dan kotoran lain kemudian, dibajak atau dicangkul sedalam 20-35 cm. Pengolahan 14 hari setelah pengolahan pertama dengan membajak atau mencangkul kembali, agar gas-gas beracun menguap serta hama dan penyakit mati terkena sinar matahari. Pembuatan parit dilakukan setelah tanah sudah gembur lebar bedengan 100-160 cm lebar parit40 cm dengan kedalaman 50 cm. Tujuh hari setelah pengolahan dicangkul tipis-tipis dan dilakukan pemupukan dasar dengan bokhasi 2.5-5 ton per ha dan pengapuran. BIBIT PENANAMAN Seleksi bibit Ukuran bibit sedang jika terlalu kecil muda busuk dan hasil produksinya rendah. Jika terlalu besar akan membuat biaya pembibitan lebih besar Umbi padat berisi dan dipanen umur usia tua sekitar 70 hari Berwarna merah tanpa ada bercak hitam tidak cacat Umbi telah tersimpan selam 6-8 bulan karena pada saat tersebut bibit sudah mulai tumbuh tunas. Penanaman Sebelum penaman bibit dibersikan dari kulit luarnya dan sisa sisa akar. Bibit dipotong ujungnya sepertiga atau seperempat bagian, jika tunas sudah tumbuh hingga ujung umbi pemotongan tidak perlu. Bibit yang sudah dipotong dimasukan kedalam larutan ZPT dan fungisida 5-10 menit kemudian tiriskan. Penanaman sebaiknya tidak terlalu dalam karena akan menghambat pertumbuhan tunas, sebaiknya tanah di lubangi dulu agar saat menanam tidak menekan bibit terlalu keras. Jarak tanam 15x15 cm atau 20x20 cm untuk umbi volume besar, 7,5x7,5cm atau 10x10 cm untuk pembibitan dan umbi dengan volume yang sama. PEMELIHARAAN Penyiraman Penyiraman dilakukan setelah penanaman hingga siap panen. penyiraman bawang merah cukup dilakukan dua hari sekali. Pada saat pembentuk umbi dilakukan setiap hari karena kebutuhan air meningkat. Penyulaman Penyulaman dilakukan pada saat tanaman berumur 6-7 hari karena pada saat itu daun sudah tumbuh sehingga umbi yang gagal terlihat. Bibit harus disisahkan untuk penyulaman agar pertumbuhan tanaman lama dan tanaman hasil penyulaman bisa seragam Penyiangan Gulma akan sangat merugikan tanaman bawang merahjika tidak dibersihkan. Selain sebagai sarang hama dan penyakit, gulma juga menjadi pesaing tanaman bawang merah dalam menyerap unsur hara. Pemupukan/ Ha Pupuk dasar yang diberikan menggunakan bokhasi sebanyak 5 ton/ha + ZK/KCL 50kg+ 450kg phonska. Susulan 15 HST 25kg ZK/KCL 25 + 350kg phonska + 100 kg ZA Susulan 35 HST 25 ZK/KCL + 300 Kg ZA Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit salah satu faktor yang menentukan keberhasilan tanaman bawang merah. Tanaman yang tumbuh dengan baik bisa saja gagal panen karena hama dan penyakit. Hama dan penyakit Ulat daun (Spodoptera exigua) Ciri – ciri berwarna hijau ketika masih muda dan coklat kelam menjelang kepompong, siklus hidup sangat cepat 22-24 hari. Layu fusarium (Cendawan Fusarium ) Gejala awal ditandai dengan daun berwarna kuning , terpelintir dan kerdil bila tanaman dicabut akar pangkal umbi membusuk dan titumbuhi miselium cendawan patogennya. Pengendalian dilakakukan pemberian Trichoderma Sp. Dicampur pupuk bokhasi. Dan pengengendalian kimia dengan bahan aktif KhloroBromoIsoSianurik, simoksanil + benomil. Antracnosa (Colletotricum ) Gejala terdapat bercak putih pada daun. Selanjutnya terbentuk lekukan pada bercak tersebut yang menyebabkan daun berputar atau terkulai, Proses kematian tanaman sangat cepat Pengendalian kimia dilakukan dengan penyemprotan dengan bahan aktif mancozeb, metil tiofanat, klorotalonil. Bercak ungu (Alternaria porii) Menunjukkan gejala berupa bercak kecil pada daun melekuk kedalam, berwarna putih dengan titik pusat berwarna ungu Pengendalian kimia dilakukan dengan penyemprotan dengan bahan aktif mancozeb, metil tiofanat, klorotalonil. PANEN DAN PASKA PANEN Untuk varietas Filipina bisa panen umur 55-70 hari. Ciri-ciri tanaman bawang merah siap panen umbi tampak besar dan daun berwarna kecoklatan. Pemanenan dilakukan pada saat cuaca cerahuntuk mencegah terjadinya pembusukan umbi, sebaiknya pencabutan dibantu dengan cukil/ gancu. Untuk memudahkan penjemuran daun diikat 3-5 kg. Daun bawang yang sudah diikat direbahkan hingga menutupi umbi. Penjemuran dilakukan pusisi umbi dibawah tertutup daun direbahkan, bawang merah ditutup plastik saat sore hari, lama penjemuran 3-5 hari tergantung cuaca, hingga daun bawang benar-benar kering. Bawang merah bisa dipasarkan setelah dibersikan dan di potong daun dan akarnya. Analisa Usaha Tani Uraian Unit Harga/Unit(Rp) Total Biaya(Rp) 1. Sarana Produks a. Bibit bawang merah 120 kg 22.000 2.640.000 b. Pupuk Kandang 1 pik 150.000 150.000 c. ZA 100 1.500 150.000 d. Phonska 100 2.400 24.000 e. KCL 50 6.000 300.000 f. Obat hama dan penyakit 1 paket 600.000 600.000 g. Sewa lahan/ musim 0.1 170.000 170.000 2. Tenaga Kerj a. Pengolahan tanah 14 hok 40.000 560. b. Penanaman bibit 4 hok 40.000 160.000 c. Penyiangan + dangir 4 hok 40.000 160.000 d. Pemupukan 4 ho 40.000 160.000 e. Pengendalian hama & penyakit 6 hok 40.000 240.000 f. irigasi 2 hok 40.000 80.000 g. Panen dan paska panen 10 hok 40.000 400.000 Total biaya Uraian Unit Harga/Unit(Rp) Total Biaya(Rp) 3. Pemasukan Hasil panen bawang merah 1.316 kg 8.000 10.528.000 4. Keuntungan Satu masa tanam (tiga bulan) 4.734.000 R/C = Total penerimaan Total biaya = 10.528.000 5.794.000 = 1,81 PENULIS : AMALIA FRANSFIKA SRI SUSILA, SP.