Kemiri sunan (Reutealis Trisperma Blanco) merupakan tanaman asli dari Filipina yang diklasifikasikan kedalam divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, ordo Malpighiales, famili Euphorbiaceae, genus Aleurites, spesies Aleurites trisperma. Kemiri dapat tumbuh didaerah dengan ketinggian rendah sampai sedang. Di Jawa Barat Kemiri tumbuh dengan baik hingga pada ketinggian 1.000 m diatas permukaan laut. Potensi terbesar tanaman kemiri sunan terdapat pada buah yang terdiri dari biji dancangkang (kulit). Pada biji terdapat inti biji/daging buah/kernel dan kulit biji, pada kernel inilah yang dapat diproses untuk dijadikan minyak nabati yang menghasilkan bahan bakar nabati (BBN). Minyak kemiri digolongkan sebagai minyak yang dapat mengering, sehingga minyak kemiri sunan dapat diolah menjadi minyak pengering sehingga minyak kemiri dapat diolah menjadi minyak pengering cat atau bahan bakar alternatif seperti biosolar. Kandungan asam lemak kemiri sunanyang dominan mengandung asam ?-eleostearat dapat diolah menjadi zat anti karsinogenik yang sangat berguna dalam bidang farmasi. Rendemen minyak kasarMinyak kasar dari kemri sunan dapat diproses dengan dua cara yaitu: 1) biji kemiri dikeringkan sampai kadar air 7%, kemudian langsung dipres dengan alat pengepres. Dengan cara ini akan diperoleh minyak kasar sekitar 30% dengan warna coklat kehitaman dan bungkil 70% berwarna coklat keputihan; 2) biji kemiri sunan dikupas terlebih dahulu kemudian daging buah/kernelnya dikeringkan sampai dengan kadar air 7% baru dilakukan pengepresan. Dengan cara ini akan diperoleh minyak kasar yang lebih baik dan lebih banyak yaitu sekitar 53% minyak kasar yang berwarna kuning jernih dan 47% bungkil yang berwarna putih. Kualitas dan rendemen minyak kasar kemiri sunan dipengaruhi pada saat penanganan panen dan pasca panen, yang ditunjukkan sebagai berikut: 1) Biji dengan warna kernel coklat kehitaman diperoleh rendemen minyak kasar 24,72% dengan warna minyak coklat kehitaman; 2) Biji dengan warna kernel coklat diperoleh rendemen minyak kasar sebanyak 37,22% dengan warna minyak coklat; 3) kernel berwarna coklat keputihan 46,73% dengan warna minyak coklat kekuningan; 4) kernel putih sebanyak 52,17% dengan warna minyak kuning jernih; dan 5) biji tanpa dikupas diperoleh rendemen minyak 29,81% dengan warna minyak kasar coklat kekuningan. Prospek pengembanganKemiri sunan kedepan merupakan tanaman yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena banyak manfaatnya yaitu:1. Penghasil bahan bakar nabati yang sangat prospektif dan mampu menghasilkan rendemen minyak kasar sebanyak 53% dengan pengepresan manual menggunakan alat pres hidrolik 50 tonndan berkadar minyak 70% dengan analisis hexan di laboratorium;2. Sebagai penghasil bahan bakar nabati, kemiri tidak bersaing dengan tanaman pangan karena kemiri mengandung zat beracun dan dapat tumbuh baik di lahan kritis sehingga sehingga sangat sesuai sebagai pohon penghijauan dan konservasi3. Termasuk tanaman yang berumur panjang (>30 tahun) sehingga mempunyai umur ekonomi yang lebih lama;4. Kanopi daun yang lebar dengan struktur daun yang rapat dapat menekan pencemaran udara;5.Selain penghasil minyak nabati yang potensial juga menghasilkan bungkil yang prospektif untuk menghasilkan biobriket, biogas, pupuk organik dan pakan ternak;6. Produksi biji per pohon per tahun pada umur tanaman lebih dari sepuluh tahun dapat mencapai lebih dari 250 kg biji, bahkan ada yang mencapai 300-400 kg/pohon/tahun. Bila rata-rata diperoleh 250 kg biji/pohon/tahun dengan populasi tanaman 100 pohon/hektar, maka akan memperoleh hasil 25 ton biji kemiri sunan per hektar per tahun yang setara dengan 9.805 liter minyak kasar kemiri sunan ditambah dengan 8..695 kg bungkil kemiri sunan yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan biobriket, biogas, pupuk dan pakan ternak. Dengan potensi produksi yang demikian tinggi dan ketersediaan lahan kritis di Indonesia yang sangat luas, tanaman kemiri sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai salah satu tanaman penghasil bahan bakar nabati (BBN) sebagai substitusi bahan bakar yang bersumber dari fosil. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Kemiri Sunan (Reutealis trisperma BANCO) Sumber Bahan Bakar Nabati Prospektif Abad 21, 2009, Balit Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri, Badan Litbang Pertanian; 2) Dihimpun dari berbagai sumber.