Loading...

PROSPEK PENGEMBANGAN BAWANG MELALUI BIJI

PROSPEK PENGEMBANGAN BAWANG MELALUI BIJI
LaFelo adalah salah satu petani dari sekian ratus petani yang ada di keluran Kaisabu Baru Kecamatan Sorowolio Kota Baubau. Beliau hari-harinya adalah petani sayur-sayuran dan tanaman padi ladang. Saat musim tanam April−September tahun 2019 lahan beliau dijadikan tempat untuk uji coba penanaman bawang melalui biji/generatif oleh distributor benih Panah Merah. Awalnya pak LaFelo enggan untuk menerima kegiatan ini dikarenakan pak LaFelo terbiasa dengan bantuan bibit bawang dari umbi/vegetatif namun setelah beliau mendapatkan pencerahan dari PPL Kaisabu pak Suroto Albudiyono beliau mau menerima kegiatan tersebut tentunya melalui pendampingan yang intensif mulai dari persiapan lahan, persemaian, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit dan pemanenan. Hal ini dilakukan mengingat budidaya bawang dengan cara biji/ generatif baru dilakukan. Menurut pak Lafelo ada yang berbeda dari kegiatan budidaya bawang ini jika dibandingkan dengan budidaya melalui benih hal ini dapat dilihat saat kegiatan persemaian dimana benih yang ditabur benar-benar harus tertutup sedikit dengan tanah tipis-tipis lalu ditutup dengan mulsa atau karung kurang lebih 5 - 7 hss akan muncul tunas yang kecil seperti rambut dan dibiarkan tumbuh besar. Setelah berumur 40-45 atau sebulan (hss) dimana telah terbentuk umbi mini seukuran pentol korek api,perakaran baik dan panjang daun 15-20 cm telah siap dipindahkan dilahan penanaman kondisi inilah yang membedakan dengan tanam umbi/vegetatif sehingga menurut pak Lafelo memerlukan pendampingan dari PPL ataupun dari Panah Merah. Alhamdulillah setelah melalui pemeliharaan yang cukup baik pada masa pertumbuhannya diperoleh hasil yang cukup baik sehingga pada tanggal 18 November 2019 telah dilakukan pemanenan bersama bertempat dilahan pak Lafelo yang dihadiri oleh Kadis Pertanian Kota Baubau Abdul Rais, S.P, M.Si Kabid Perkebunan dan Hortikultura Ir. Sunarti perwakilan Panah Merah kepala BPP Sorowolio serta camat sorowolio Alimuddin, S.H disertai ketua dan anggota kelompok tani Kawu-kawu dalam kesempatan ini Kadis Pertanian Kota Baubau Abdul Rais, S.P, M.Si menyatakan bahwa kedepan dalam rangka pengembangan tanaman bawang akan dilakukan pembuatan-pembuatan demplot dilahan masyrakat atau dilahan BPP akan banyak menggunakan biji karena biaya yang digunakan akan lebih murah dengan perbandingan jika biji Rp 30.000 /kg untuk kebutuhan 1 ha membutuhkan 2-3 kg biji sehingga 1 ha hanya membutuhkan dana sebesar Rp 6.000.000 sampai Rp 9.000.000 hal ini berbeda jauh dengan menggunakan umbi dengan harga umbi Rp 40.000/kg jika 1 ha membutuhkan 1 ton umbi bawang merah maka hanya untuk kebutuhan sebesar Rp 40.000.000/ha