Loading...

PROSPEK PENGEMBANGAN JAHE MERAH DI KECAMATAN SINDANG BELITI ULU

PROSPEK PENGEMBANGAN JAHE MERAH DI KECAMATAN SINDANG BELITI ULU
PROSPEK PENGEMBANGAN JAHE MERAH DI KECAMATAN SINDANG BELITI ULU Jahe merah masih menjadi komoditi primadona bagi masyarakat tani di kecamatan sindang beliti ulu kabupaten rejang Lebong provinsi Bengkulu. Tanaman ini memiliki prospek yang sangat cerah baik bibitnya banyak di cari, apalagi jahenya selain target utama untuk bahan baku industry obat-obatan dan kosmetik jahe merah juga umum di gunakan sebagai bumbu dapur, bahan minuman dan makanan baik rumah tangga maupun untuk kebutuhan komersil. Kecamatan sindang beliti ulu merupakan salah satu daerah pengembangan jahe merah di kabupaten rejang lebong, hal ini memang terbukti dengan tingginya produksi jahe merah yang dihasilkan di kecamatan tersebut tiap tahunnya, sebagian besar produksi jahe merah rejang lebong berasal dari daerah tersebut. Selain itu minat petani untuk memperoleh bantuan bibit jahe merah juga sangat tinggi demikian disampaikan oleh kepala bidang tanaman pangan dan hortikultura dinas pertanian Kabupaten rejang lebong Ahmad Syafriansyah, SP. Ketika menerima kunjungan tim dari kementiran pertanian beberapa minggu yang lalu. 6 kelompok tani di kecamatan sindang beliti ulu yang tersebar di 3 desa mendapat bantuan bibit jahe merah seluas 12 ha pada tahun 2019, ini merupakan wujud perhatian pemerintah dalam mensuprot pengembangan jahe merah di rejang lebong Pak Acil menambahkan. Selain Budidayanya yang relative mudah dilaksanakan oleh para petani, lahan dan tanah di kecamatan ini masih sangat mendukung. Organisme Penganggu Tanamannya juga relative tidak ada. Dengan bibit yang unggul, lahan mendukung dan pemeliharaan yang intiensif produksi jahe merah akan terus mengalami kenaikan dari yang 15 Ton/Ha bisa menjadi 16 atau 18 ton dalam 1 hektarnya. Di tiap tiap desa dari Sembilan desa yang ada di kecamatan sindang beliti ulu sebagaian besar petaninya membudidayakan tanaman jahe merah ini baik secara monokultur maupun di tumpangsarikan di sela-sela tanaman kopi yang belum menghasilkan. Sehingga dalam 1 musim tanaman dengan lama waktu 10 – 16 bulan masa panen tidak kurang dari 150 ha pertanaman jahe merah ada di kecamatan ini. Melihat potensi yang dan prospek pasar yang semakin baik kementrian pertanian juga telah mengusahakan dukungan nyata dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat khusus tanpa anggunan kepada para petani jahe merah di rencanakan dengan besaran 15-20 juta perkelompok, hal ini di sampaikan oleh ibu Wiwi salah satu pejabat bidang Obat obatan kementirian pertanian dalam kunjungan kerjanya di kabupaten rejang lebong. Insyalloh kegiatan tersebut bisa terealiasasi pada awal-awal tahun 2020 sehingga bisa membantu petani jahe di daerah tersebut. Potensinya sangat baik, Lahanya mendukung, petaninya bersedia dan sudah terbiasa dengan budidaya jahe merah ini menjadi pertimbagan dalam memberikan bantuan KUR jalur khusus ini. Komoditi primadona ini juga diproyeksikan untuk pasar ekspor di masa-masa mendatang, dengan terus memperbaiki kegiatan budidaya, tata niaga pemasaran, produk olahan mudah-mudah cita-cita tersebut dapat tercapai. Oleh : Didik Ari Supeno, S.ST Penyuluh Pertanian Kecamatan Sindang Beliti Ulu.