Menunaikan harapan Kementerian Pertanian (Kementan) agar penyuluh pertanian yang ada di lapangan berperan aktif untuk melakukan sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) ke petani. Khususnya melalui kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) binaannya. Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Andi Elya Azis, SPt giat melakukan kunjungan tatap muka ke petani dan kelompok tani di Desa Masago, Kec. Patimpeng, Kab. Bone. Menurut Elya, petani bisa memanfaatkan program AUTP ini, sehingga petani merasa aman, tenang, tidak panik dan tidur dengan nyenyak kalau lahan sawahnya terkena kekeringan, banjir dan serangan hama. “Sebab, petani yang telah menjadi peserta AUTP bisa mengajukan klaim ke PT Jasindo dengan ganti rugi Rp 6 juta/ha/musim tanam,” ujar Elya Sesuai paparannya, Elya menyebutkan bahwa bayar premi tiap hektar (ha) hanya Rp 36.000/musim tanam. Jadi, Pemerintah masih mensubsidi Rp 144.000/ha/musim tanam. Kalau petani sudah menjadi peserta AUTP, nanti bisa melakukan klaim apabila sawahnya terkena bencana banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) Dijelaskannya, AUTP merupakan cara Kementan melalui Dinas PTPHP Kab. Bone untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT. “Kami berharap semua petani padi bisa mendaftar sebagai anggota AUTP. Apalagi bayar murah dan sangat bermanfaat,” ujarnya. Lebih lanjut, Elya memberikan pemahaman pentingnya proteksi terhadap komoditi padi dalam mendukung pencapaian swasembada pangan;yang sasarannya adalah untuk memberikan perlindungan kepada petani jika mengalami gagal panen sebagai dampak dari perubahan iklim sehingga petani dapat segera melakukan penanaman kembali dengan memanfaatkan biaya dari klaim pertanggungan. AUTP saat ini tak hanya diperuntukkan bagi petani yang lahan sawahnya berada di kawasan rawan bencana dan serangan OPT. Akan tetapi, AUTP juga dikembangkan untuk petani yang lahan sawahnya aman dari bencana. Sebab, yang namanya bencana atau serangan OPT tak bisa diduga. Andi Elya Azis, SPt (Penyuluh Pertanian Kab.Bone, Sulsel)