Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura, siap Mendukung Upaya Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian di Sambas. Hal ini disampaikan oleh Heronimus Hero, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar saat berdialog dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) FAJAR UTAMA pada acara Panen bersama di Desa Twi Mentibar Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas baru-baru ini (18/7/2018). Pernyataan tersebut juga sebagai jawaban atas permohonan dari Bpk. Rabudin salah satu anggota Gapoktan di Kecamatan Selakau yang masih memerlukan dukungan sarana dan prasarana dari Pemerintah khususnya Peralatan Mesin Pertanian. "Pemerintah baik Pusat maupun Provinsi selalu siap mendukung untuk peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian di daerah, khususnya Kabupaten Sambas!. "Apalagi saat ini Pemerintah tengah gencarnya mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani". Daerah yang potensial dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan, pasti akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Demikian kata Hero. Menurut Hero, Dukungan tersebut bukan tanpa alasan. "Saat ini Kabupaten Sambas merupakan Penyumbang terbesar Produksi Pangan khususnya Beras di Kalimantan Barat. Sambas mampu menyumbang lebih dari 300 Ribu Ton Gabah Kering giling setiap tahunnya untuk Produksi Pangan Kalbar. Jumlah produksi tersebut berasal dari Luas Panen Padi lebih dari 110.000 Hektare yang juga paling luas di Kalimantan Barat. Kinerja pembangunan pertanian khususnya terkait pangan yang baik dari Kabupaten Sambas ini tentu harus kita dukung bersama agar lebih meningkat lagi. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura akan berupaya sesuai kapasitas dan wewenang yang ada untuk mendukung Pembangunan Pertanian Pangan dan Hortikultura di Kabupaten Sambas. Hero juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kabupaten Sambas khususnya Kecamatan Selakau yang sudah memanfaatkan potensi yang ada sehingga hampir semua lahan sudah ditanami padi 2 kali dalam setahun. "ini tentu berkontribusi besar untuk peningkatan produksi padi di Sambas".Ditempat yang sama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, Ir. Yayan Kurniawan, MMA, mengatakan bahwa Sambas memiliki potensi yang besar untuk dapat meningkatkan produksi pangan. Bahkan saat ini juga masih menjadi sentra produksi padi di Kalbar. Yayan berharap agar bisa lebih menggerakkan potensi yang ada sekaligus meningkatkan produksi pangan, maka Ia berharap perlu adanya tambahan Sarana dan Prasarana pertanian, khususnya berupa perlatan mesin pertanian. Yayan memberikan gambaran bahwa saat ini seiring dengan percepatan Luas Tambah Tanam yang sesuai arahan Kementerian Pertanian, maka pertanaman harus serempak, termasuk juga ketika panen. Nah kondisi inilah yang sangat memerlukan adanya Peralatan mesin yang cukup, karena hampir semua kelompok tani melakukan persiapan tanam secara bersamaan. Peralatan yang ada saat ini khususnya Hand Tracktor dan Combine Harvester, serta Pompa Air masih terasa sangat kurang…bahkan sudah diantara petani sudah antri cukup panjang. Kata Yayan. Namun Hero juga mengingatkan bahwa Dukungan atau Fasilitasi Sarana dan Prasarana Pertanian dari Pemerintah punya "aturan main" yang harus difahami baik oleh para petani maupun pemerintah daerah. Tidak hanya sekedar usulan atau permohonan fasilitasi program yang disampaikan oleh Kelompok tani atau pemerintah daerah saja. Tapi Aturan main tersebut sangat terkait dengan kinerja, semakin baik kinarja pembangunan pertanian yang dilakukan oleh daerah, maka semakin besar pula peluang Daerah tersebut untuk mendapat dukungan dari pemerintah. "Jadi ada reward dan Punishment. Hero juga tetap mengingatkan Dinas Kabupaten agar selalu melakukan evaluasi terhadap Alat mesin yang sudah dibantukan, jangan sampai ada yang tidak bermanfaat atau menganggur. " Jika ada Peralatan Mesin Pertanian yang Menganggur, segera di realokasikan ke lokasi Kelompok Tani yang lebih produktif !" demikian tegas Hero.Pada Acara Panen tersebut tampak hadir pula Camat Selakau Burhani B. Soni; Kepala BPP Selakau, Taisin; Ketua Badan Permusyawarahan Desa; Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar Yuliana Yulinda; Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan Nur Arifin; Para Penyuluh, Kepala Desa dan Para Pengurus Gapoktan. Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi Kalbar, Heronimus Hero, berkesempatan melakukan Panen padi Menggunakan alat Panen Combine Harvester skala Besar yang sudah dimanfaatkan dengan baik oleh Gapoktan Fajar Utama. Hero juga mendengarkan secara langsung pengalaman para petani yang menggunakannya. Intinya bahwa Penggunaan Alat mesin panen mampu memangkas biaya, tenaga dan waktu yang sangat efektif dibandingkan panen secara manual. Selain itu juga kualitas gabah yang dihasilkan jauh lebih baik. Dan ini tentu saja berdampak langsung pada efisiensi usaha tani padi, peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani. ** Penulis : Ervi