Loading...

PTT KEDELAI

PTT KEDELAI
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 PTT KEDELAI PTT adalah pendekatan dalam pengelolaan lahan, air, tanaman, OPT dan iklim secara terpadu- berkelanjutan dan merupakan salah satu upaya peningkatan produktivitas, pendapatan petani dan kelestarian lingkungan. Prinsip SL-PTT; § Mengelola sumberdaya dan teknologi scr terpadu, antar teknologi saling mendukung. § Teknologi dan lingkungan sesuai budaya dan ekonomi setempat. § Teknologi diuji dan dipilih petani. Komponen teknologi PTT; § Penggunaan benih unggul bermutu. § Penanaman bibit muda § Pengaturan tanam § Pemupukan organik, anorganik berimbang § Pemberian air pd tanaman scr efektif-efisien § Pengendalian OPT § Penanganan panen, pasca panen dg tepat. Komponen Teknologi Unggulan PTT Kedelai: Komp. Teknologi Dasar; 1. Var. unggul baru. 2. Benih bermutu dan berlabel 3. Pengaturan populasi tanaman. 4. Pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman. 5. Pengendalian OPT. Komp. Teknologi Pilihan: 1. Pengolahan tanah 2. Pupuk Hayati. 3. Pemberian pupuk organik 4. Pengapuran pada lahan masam. PENGELOLAAN TANAH · Tanah sawah dapat langsung ditamani dengan cara di tugal pada bekas tamanan padi, kemudian potongan jerami digunakan untuk menutup tanah · Dibuat saluran drainase · Pada tanah tagalan dilakukan pengolahan tanah secara sempurna Inokulasi Leguminoseae Daerah yang belum pernah ditanami kedelai atau daerah baru atau telah lima tahun tidak ditanami kedelai perlu digunakan/dilakukan inokulasi leguminoseae sebagai berikut: 1. 10 kg benih dicampur dengan 1-2 kg tanah bekas tanaman kedelai 2. Benih dicampur dengan legin, dosis 7,5 gram per 1-2 kg benih Cara Inokulasi sebagai berikut: a. Biji dibasahi dengan air b. Campur dengan legin ditempat teduh c. Aduk merata d. Benih segera ditanam jangan ditunda lebih dari 6 jam e. Jangan terkena sinar matahari TANAM SEREMPAK Waktu tanam yang baik dianjurkan serempak, 1. Tanah tegalan tanam pada awal musim penghujan 2. Tanah sawah musim kering I atau musim kering II Tanam tidak serempak atau terlambat akan mengakibatkan: 1. Munculnya serangan lalat Agromisa phaseoli 2. Tanaman tumbuh kerdil 3. Apabila lahan terlalu becek karena kelebihan air pertumbuhan terhambat (pada tanah tegalan) PENANAMAN Jarak tanam disesuaikan dengan kesuburan tanah dan kecukupan air, 1. Tanah kurus dan kurang air : 20 x 20 cm 2. Tanah sedang dan air cukup : 25 x 20 cm 3. Tanah subur dan air cukup : 25 x 25 cm 4. Atau sistem jejer wayang : 10 x 40 cm Tanah siap tanam cukup lembab, tidak terlalu becek (kapasitas lapang) dengan jarak tanam yang teratur. Cara tanam dengan tugal lalu ditutup dengan jerami atau tanah halus atau dengan disebar PENYIANGAN Tanaman kedelai harus bebas dari gulma, agar kehidupan tanaman tidak terganggu. Gulma dapat merebut jatah hara, sarang OPT serta mengurangi sinar matahari dan menghambat peredaran udara Waktu penyiangan sbb : 1. Penyiangan I : umur 15 – 25 hari 2. Penyiangan II : umur 40 – 45 hari 3. Penyiangan III : umur 60 – 70 hari CARA PENYIANGAN 1. Saat tanaman mulai berbunga penyiangan harus hati-hati 2. Gulma langsung dicabut dengan tangan 3. gunakan alat siang seperti sabit, gathul dsb, jangan sampai merusak perakaran tanaman, sekaligus membumbun 4. Digunakan herbisida (alternatif terakhir) sesuai anjuran dan secara bijaksana PEMUPUKAN Mengapa Harus Berimbang 1. Agar tanaman tumbuh sehat dengan hasil dan mutu baik, maka ketersediaan hara harus sesuai yang dibutuhkan oleh tanaman 2. Dimana jenis dan dosis pupuk harus sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman yang dikaitkan dengan jumlah zat hara yang tersedia didalam tanah. 5 Tepat Pemupukan 1. Tepat jumlah ? dosis pupuk yang diberikan harus sama dg yang dibutuhkan tanaman pada waktu tertentu ? pemberian pupuk dibawah/diatas dosis anjuran akan mengurangi pendapatan ? 2. Tepat jenis ? pupuk yang digunakan harus sesuai yang dibutuhkan tanaman,hal ini tergantung sistim pengelolaan tanaman yang dianut 3. Tepat tempat · pupuk harus ditempatkan pada tempat yang tepat agar dapat diserap akar tanaman dengan baik. · pedoman yg digunakan penyebaran akar tanaman dan sifat pupuk itu sendiri 4. Tepat waktu ? waktu pemupukan disesuaikan dengan jenis tanaman 5. Tepat cara · cara penempatan pupuk perlu dan penting diketahui agar tanaman dapat manfaatkan pupuk secara maksimal dari pemberian pupuk. MANFAAT UNSUR HARA Nitrogen (N) 1. Membuat tanaman lebih hijau segar 2. Mempercepat dan meningkatkan : ? pertumbuhan tanaman ? tinggi tanaman ? jumlah cabang dan anakan 3. Meningkatkan kandungan protein Fosfor (P) 1. Membantu pembentukan bunga, biji 2. Mempercepat pertumbuhan akar 3. Meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama penyakit Kalium (K) 1. Membantu tanaman lebih tegak dan kokoh 2. Meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama penyakit dan kekeringan 3. Meningkatkan pembentukan gula dan pati. 4. Meningkatkan ketahanan hasil panen selama pengangkutan dan penyimpanan CARA PEMUPUKAN: 1. Ditugal dengan jarak 7-10 cm dari pangkal batang. 2. Disebar di sepanjang larikan. 3. Dengan pengocoran (dilarutkan). Dosis pemupukan PUPUK DOSIS Pupuk tunggal · Urea · SP-36 · KCL · Organik 50 kg/ha 100 kg/ha 50 kg/ha Minimal 2ton/ha Waktu pemupukan · Pemupukan dasar SP-36 100kg/ha dan pupuk organik 2ton/ha · Pemupukan pertama umur 3-5 hari Urea 33kg/ha dan Kcl 33 kg/ha · Pemupukan susulan umur 20-30 hari Urea 17kg/ha dan Kcl 17kg/ha PENGAIRAN Pengairan dilakukan sebanyak 3-4 kali: 1. Sebelum tanam 2. Umur tanaman 14 hst (pertumbuhan awal) 3. Umur tanaman 35 hst (berbunga) 4. Umur tanaman 60 hst (pengisian polong) PANEN DAN PENANGANAN HASIL a. Saat Panen Kedelai harus dipanen pada tingkat kemasakan biji yang tepat. Panen terlalu awal menyebabkan banyak butir keriput. Panen terlalu akhir berakibat meningkatnya butir rusak dan meningkatnya kehilangan karena biji mudah rontok. b. Tanda tanaman kedelai siap untuk dipanen: a. Daun - daunnya telah menguning dan mudah rontok b. Polong biji mengering dan berwarna kecoklatan. c. Cara panen : Potong pangkal batang dengan sabit yang tajam / bergerigi (5 cm dari tanah) d. Pengeringan Ø Pengeringan alami : · dengan menggunakan bantuan sinar matahari · menggunakan lantai jemur Cara : · penjemuran dengan ketebalan 10 cm · pembalikan setiap 2 jam · penjemuran dilakukan sampai kadar air 15 – 17 % · pada cuaca cerah dapat dilakukan selama 2 - 6 hari Ø Pengeringan Buatan : menggunakan mesin pengering / para - para Cara : · Para – para dibuat bertingkat · Brangkasan kedelai ditebar merata di atas para – para · Dari bawah dialirkan panas yang bersumber dari bara sekam untuk menurunkan kadar air · Brangkasan sudah dianggap kering bila kadar air telah mencapai kurang lebih 18% e. Pembijian Pembijian umumnya dilakukan dengan digebug / dipukul /digedik · Letakkan brangkasan yang sudah kering di atas lantai jemur · Pukul brangkasan tersebut dengan pemukul yang telah dilapisi ban dalam sepeda untuk menghindari biji pecah · Tampi biji – biji untuk memisahkan dari kotoran · Jemur biji tersebut sampai kadar air mencapai 14% f. Penyimpanan · Simpan dalam karung / wadah yang bebas hama dan penyakit · Letakkan di tempat yang teduh tetapi tidak lembab st1:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} table.MsoTableGrid {mso-style-name:"Table Grid"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-unhide:no; border:solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt:solid windowtext .5pt; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}