Puas atas Proses dan Hasil SLPTT, Pemerintah Desa Fataatu Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende Mengalokasikan lagi Anggaran Pelaksanaan SLPTT Padi Sawah
Komoditi tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan. Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut perlu ketersediaan lahan dan teknologi yang optimal agar dapat terjadi peningkatan produksi tanaman pangan. Salah satu unsur yang penting dalam peningkatan produksi padi sawah adalah kompetensi petani yang terekam dalam elemen pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam membudidayakan tanaman agar dapat berproduksi tinggi. Untuk tercapainya maksud diatas, pada musim tanam I tahun 2019, Balai Penyuluhan Pertanian Welamosa melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu ( SLPTT ) padi sawah yang sepenuhnya pembiayaannya difasilitasi oleh Pemerintah Desa Fataatu melalui Dana Desa 2019. Kegiatan ini dilaksanakan pada kelompoktani Ana Kalo dengan jumlah anggota sebanyak 25 orang. Pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang dilaksanakan selama 12 kali pertemuan yang waktunya disesuaikan kondisi real lapangan dan usia tanaman sehingga petani betul betul memahami perlakuan teknologi secara rinci dan berurutan mulai dari persiapan lahan sampai panen yang diakhiri dengan kegiatan Hari Lapang Tani ( FFD ). Dalam pelaksanaan kegiatan ini, peran Pemerintah Desa sangat tinggi mulai dari memfasilitasi pembiyaan dan selalu hadir dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Desa terhadap kegiatan ini, setelah mengikuti seluruh proses dan hasil yang didapat, maka Kepala Desa Fataatu Rofinus Benge, kembali mengalokasikan pembiayaan satu paket kegiatan SLPTT tahun 2019 yang akan dilaksanakan diawal Musim tanam I tahun 2020. Dalam diskusi kecil, beliau menyadari bahwa dukungan terhadap pertanian tidak hanya dititikberatkan pada Dinas Pertanian tetapi semua stake holder terkait terlebih Pemerintah Desa yang mempunyai alokasi anggaran pemberdayaan pada Dana Desa. “ Pemerintah Desa akan mengupayakan setiap tahun akan ada alokasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan SLPTT” imbuhnya mengakhiri diskusi kecil kami. Dan tahun 2019 ini ada 3 desa di Kecamatan Wewaria yang mengalokasikan biaya untuk pelaksanaan kegitan SLPTT padi sawah. Adapun dampak langsung yang dirasakan oleh petani pasca pelaksanaan kegiatan SLPTT padi sawah adalah peningkatan produksi padi menjadi 8.3 ton GKP/ha pada musim tanam II yang tahun sebelumnya hanya mencapai 4,2 ton GKP/ha. Hal ini menjadi kebahagiaan tersendiri yang tesirat dari wajah Ferdinandus Roning sebagai ketua kelompok Ana Kalo yang diamini oleh bapak Kosmas dan bapak Anton yang areal sawahnya dijadikan sampel ubinan untuk mengetahui dampak pelaksanaan SLPTT. ( Felix Meko. Koordinator BPP Welamosa)