Loading...

Pupuk dan Pestisida organik untuk Tanaman Padi

Pupuk dan Pestisida organik untuk Tanaman Padi
Pemupukan merupakan faktor penting dalam pengelolaan budidaya tanaman padi. Pemupukan bermanfaat untuk menjaga kesuburan tanah agar mampu menopang kebutuhan hara tanaman, mencegah serangan hama dan penyakit, memperbaiki struktur tanah agar tanah mampu mengikat air, dan tanaman tumbuh optimal dengan hasil yang maksimal.Banyak produk yang ditawarkan di pasaran, namun jika kita amati lebih jauh, banyak hal di sekeliling kita yang dapat digunakan sebagai pengganti pupuk. Disamping harga yang relatif lebih murah dan relatif mudah untuk ditemukan, secara kualitas, relatif dapat menyamai pupuk dan pestisida produk pabrikan di pasaran. Berikut ini disampaikan cara pembuatan pupuk dan pestisida agar dapat membantu mempermudah dalam memenuhi kebutuhan pupuk dan pestisida yang lebih baik. Adapun beberapa contoh pupuk dann pestisida tersebut antara lain:a. Pupuk Perangsang Tumbuh, bahan : Kecambah, air bonggol pisang, gula merah. Difermentasi satu minggu dengan perbandingan 1:1, Aplikasi : 1 sendok makan 14 liter air. b. Pupuk N, bahan : Ikan tawar, gula merah, difermentasi satu minggu dengan perbandingan 1:1, Aplikasi : 1 sendok makan +14 liter airc. Pupuk P, bahan : Ganyong, gula merah, difermentasi satu minggu dengan perbandingan 1:1, Aplikasi : 1 sendok makan +14 liter air.d. Pupuk K, bahan : Jantung (rebung), gula merah, difermentasi satu minggu dengan perbandingan 1:1, aplikasi : 1 sendok makan + 14 liter air,e. Pupuk Perangsang Bunga dan Buah, bahan : Telor ayam kampung 3 butir, air bonggol pisang 1 liter, gula 2 ons,difermentasi satu minggu, aplikasi : 1 sendok makan +14 liter airf. Pestisida, untuk Obat Wereng, air leri direndam satu minggu, aplikasi : 1 gelas +14 liter air, g. Pestisida untuk Obat Ulat dan Belalang, bahan : Gadung 1 kg, daun nangka sabrang 100 lembar, tembakau 2 jari, air leri 3 liter, gula merah 2 ons, difermentasi 3 hari, aplikasi : 1 gelas + 14 liter airh. Insektisida untuk Obat Serangga, bahan : Kulit batang semboja 1 Kg, sirih 1 Kg, pandan 3 lembar, air leri 3 liter, difermentasi 3 hari, aplikasi : 1 gelas + 14 liter airi. Pestisida untuk Obat Albasia, bahan : Jahe, kencur, kunir, laos, temu lawak, gula merah ± 2 Kg. diferentasi selama 1 minggu + ditambah air leri 5 liter difermentasi lagi, aplikasi : 1 sendok makan + 5 liter air.j. Obat Daun Kuning, bahan : Kunyit 1 Kg,gula merah 1 Kg, difermentasi 1 minggu, aplikasi : 1 sendok makan + 15 liter air.k. Nutrigot (Nutrisi untuk membudidayakan magot), bahan : 3 butir telur, ikan dan gula merah, Ikan difermentasi dengan gula merah selama 4 hari, tambahkan 3 butir telur dan didiamkan. Aplikasi : 1 gelas + 14 liter air.Selain itu ada juga bahan (yang namanya EM) yang dapat dipakai untuk membuat pupuk Bokashi atau untuk membuat pestisida. EM sendiri juga dapat dibuat dengan mudah menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat.Cara membuat EMa. EM I (Efektif Mikroba I)Bahan : Nasi karon ditanam dibawah rumpun bambu minimal 3 hari. Sampai berbau tape.b. EM II (Efektif Mikroba II)EMI difermentasi dengan gula merah, dengan perbandingan 1:1 selama satu minggu.c. EM III (Efektif Mikroba III)EM II difermentasi dengan air bonggol pisang dengan perbandingan 1:1 selama satu minggu.d. EM IV (Efektif Mikroba IV)EM III difermentasi dengan air cucuian beras atau air cucian kedelai dengan perbandingan 1:3 selama satu minggu. Aplikasi : 1 sendok makan 15 gelas air. Cara Membuat Pupuk BokashiBahan bahan: Pupuk kandang 100 kg, molasses / tetes tebu 100 ml, dedak bekatul 3 kg, mikroba 2 / Mikroba 3 / Mikroba 4 10 ml, Air 10 liter,Caranya: 1) Campur air molasses dan mikroba, 2) Sebarkan pupuk kandang secara merata dengan ketebalan kurang lebih 15 cm, 3) Sebarkan bekatul diatasnya secara merata, 4) Siram dengan air yang sudah dicampur dengan mikroba dan molasses, 5) Ulang sampai maksimal 4 lapis, 6) Tutup rapat selama 3 hari, 7) Setelah tiga hari aduk/ungkrah dengan cara di balik balik, 8) Waktu pengungkrahan bisa ditambah air sedikit, 9) Kemudian tutup kembali dengan rapat, 10) Setelah 7 hari pupuk siap dikemas atau digunakan setelah menunggu dingin. Dalam pemberian pupuk, sebetulnya yang perlu diingat adalah tepat jenis, tepat cara, tepat waktu dan tepat ukuran dan tepat sasaran. Agar pupuk yang sudah diaplikasikan ke lahan pertanian memberikan hasil yang baik.a. Tepat jenis. Tanaman memiliki dua fase pertumbuhan : vegetatif dan generatif. Khusus untuk tanaman padi fase vegetatif adalah perbanyakan anakan dan pertumbuhan akar. Sedangakan fase generatifnya adalah pada saat malai mulai muncul / proses pembungaan hingga pembentukan bijib. Tepat cara. Pemberian pupuk pada lahan pertanian padi harus dilakukan dengan kondisi lahan nyemek, tidak boleh tergenang air atau teraliri air karena dapat menyebabkan pupuk hilang dari lahan pertanian/sawah karena terbawa air. Untuk pemberian POC (Pupuk Organik Cair) pastikan tangki yang akan digunakan untuk tempat pupuk sudah steril/bersih. Tangki yang pada awalnya digunakan untuk penyemprotan gulma menggunakan herbisida atau penyemprotan hama dengan insektisida harus dicuci dulu sampai bersih baru kemudian digunakan untuk POC. Tangki yang tidak steril menyebabkan bakteri pengurai pada POC mati sehingga pupuk tidak memberikan manfaat maksimal, selain itu sisa herbisida/pestisida dalam tangki bisa membunuh tanaman padi.c. Tepat waktu. Pemberian pupuk tidak boleh dilakukan pada siang hari. Pupuk harus diaplikasikan pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari tanaman mati Berikut waktu pemberian pupuk 3x dalam satu musim tanam :0-10 hst (hari setelah tanam) : Pemberian pupuk I18-25 hst (hari setelah tanam) : Pemberian pupuk II35-45 hst (hari setelah tanam) : Pemberian pupuk IIIPada umur padi 60-65 hst (hari setelah tanam) tanaman padi akan mengeluarkan malai/berbunga, 35-40 hari setelah itu, atau umur padi 100 hst (hari setelah tanam) tanaman siap di panen.Penyiangan dilakukan sebelum melakukan pemupukan I dan III, disiangi dulu baru kemudian dipupuk untuk menghindari pupuk diserap oleh gulma/tanaman liar.d. Tepat ukuran banyaknya. Dalam 1 Ha tanaman padi kebutuhan pupuk akan berbeda-beda sesuai kondisi tanah tersebut subur atau tidak. Tentunya banyaknya pupuk yang diberikan disesuaikan kebutuhan. e. Tepat sasaran. Pemberian pupuk pada lokasi dimana tanaman itu berada, jika dibenamkan maka diberikan jarak 10 cm dari tanaman secara melingkar. Penyunting: Yulia Tri SEmail: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber: 1. http://asparin1331.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-pupuk dan pestisida-organik.html2. http://kebundirumah.wordpress.com/pupuk-dan-pestisida-organik/