PupukNPK : pupuk yang mengandung ketiga unsurhara N, P, dan K rnerupakan pupuk majemukyang disebut pupuk lengkap. Urnumnya pupuklengkap ini merupakan hasil buatan dariindustri-industri pupuk. Proses embuatannyaada dua macam, yaitu secara sintesis kimia dansecara fisik-mekanik.Pupuk rnajemuk lengkap yang dibuatsecara sintesis kimia, berupa persenyawaanyang mengandung ketiga unsur bara utamasebagai hasil proses mempersenyawakan unsurhara melalui reaksi kimia, atau dengan caramelebur garam atau senyawa kimia, sehinggadiperoleh bahan pupuk dengan susunan kimiadan teknik yang mantap dan tetap. Senyawakimia atau hasil leburan yang berupa pupuksusunan kadar N, P2O5dan K20 (dalamperdagangan biasanya disingkat N-P-K) tertentu,yang umumnya dinyatakan sebagai"grade" (mutu) dan nisbah tertentu pula. Pupuknya biasanya berbentuk butir, tidak higroskopis,namun mudah lamt dalam air. Dijual denganberbagai macam nama perdagangan antara lainNitrophoska, Amophoska dan lain-lain.Pupuk lengkap dapat pula diperoleh denganmencampur secara fisik-mekanik dari pupuk-pupukyang sudah tersedia. Campuran itu terdiriatas pupuk N anorganik (dapat juga pupuk Norganik seperti tepung darah, tepung ikan,bungkil danllain sebagainya) dengan pupuk darigaram posfat dan kalium. Perbandingan kadarN-P-K nya sangat beragam sekali, di Amerikamisalnya sampai 600 macam. Menurutjumlahtotal ketiga kadar unsur hara (N+P+K)pupuknya, dibedakan menjadi tiga kelompok:- Kadar ketiga unsur hara 30 % disebut Pekat; - Kadar ketiga unsur hara antara 20-30 % disebut kadar tinggi; - Kadar ketiga unsur hara kurang dari 20 %,disebut kadar biasa.Kadar unsur dinyatakan dalam persen danditulis sesuai dengan urutan penulisan haranya,yaitu N - P2O5 - K20.Jika bermaksud menyediakan pupukmajemuk, sebagai pupuk campuran, yang dibuatsecara mekanik dengan susunan yang tertentu,misalnya 10 - 6 - 10, perlu pula diketahui nilai-nilaikadar hara masing-masing pupuk yangakan dicampur. Sebagai contoh jika akanmencampur pupuk amonium sulfat, superposfatnormal, dan kalium khlorida dengan kadarmasing-masing:- amonium sulfat (AS) 20,5 % N; - superposfatnormal(ST) 18 % P2O5 ; - kalium khlorida (KCl) 60 % K20.Dari 100 bagian tersebut mengandung 10 % N,6 % P2O510 % K20. Untuk melengkapi 100bagian, perlu ditambah "pengisi" (filler) dapatberupa kapur, pasir, dan mungkin bahan "antihigroskopis" untuk menjadikan agar pupuktidak higroskopis. Jikajumlah ketiga bagian itulebih dari 100, pupuk campuran yang dimaksudkantidak dapat disiapkan dari pupuk tersebut.Pupuk lengkap yang diperoleh denganreaksi kimia dipandang lebih penting karenamellgandungjumlah total hara yang lebih tinggi(termasuk pekat, antara 30-69 %) daripada yangdicampur secara mekanik. Di samping itumempunyai bentuk dan ukuran butir yanghampir seragam, dan sifat fisik yang baik, sertahal-hal tertentu dapat ditarnbah unsur lain yangdiperlukan, misalnya Mg, Ca, dan unsur mikro.Jika pupuk lengkap juga mengandung unsurunsurMg, Ca, dan atau unsur-unsur mikrotertentu, maka persentase unsur-unsur tersebutditambahkan di dalam formula dengan dibubuhisingkatan nama unsurnya. Contohnya, pupuklengkap dengan formula berikut: 5-10-1 0-2MgSUM,berarti pupuk lengkap tersebutmengandung 5 % N, 10 % P2O510 % K20,dengan 2 % MgO dan 5 % unsur rnikro tertentu.Pupuk lengkap biasanya diberikan sebagaipupuk pendahuluan, diberikan sebelum ataubersamaan saat tanam, atau sebagai pupuk pertama. Jika masih akan diberi pupuk Ntambahan, diberikan pada saat pernupukan berikutnya.Penggunaan pupuk majemuk atau pupuklengkap dibandingkan dengan pupuk tunggal,pada umumnya memberikan beberapakeuntungan antara lain:1. Menghemat tenaga, hal ini penting terutamadi wilayah yang langka tenaga dan upahnya mahal; 2. Ongkos penggudangan menjadi berkurang karena hanya diperlukan menyimpan satujenis pupuk sebagai pengganti tiga macampupuk sebelumnya. Karena sifat-sifatpupuknya yang dibuat lebih baik, sehinggamemudahkan penyimpanannya; 3. Pupuk dapat disebar dengan lebih baik danseragam, dengan demikian pada pupuklengkap dapat terjadi agihan hara yang serbasama dan merata untuk setiap hara padasetiap butir pupuk yang diberikan; 4. Dengan adanya "pengisi" (filler) dari kapur,pengaruh pengasaman tanah yang dapatdiakibatkan oleh pupuk tunggal bisa dikurangi; 5. Pemakaian pupuk lengkap akan lebihmenjamin keseimbangan hara yang diperlukanoleh tanaman.Meskipun demikian, terdapat pula kekurangan-kekurangan pada penggunaan pupuklengkap, antara lain:1. Penggunaan pupuk lengkap tidak memungkinkanpemberian masing-masing haratanaman secara terpisah pada wak.w dan carayang berlainan, misalnya hara P2O5diberikan secara setempat, dan hara Ndiberikan dengan menyebar. Cara pemberiansetiap hara pupuk sering juga dapat mempengaruhi hasil; 2. Nisbah hara pupuk tidak selalu sesuai dengankeadaan tanah yang akan dipupuk. Tidakmungkin memisahkan masing-masing haradari formula yang sudah ada guna menyesuaikan nisbah haranya; 3. Harga per satuan hara pada pupuk lengkapumumnya lebih tinggi daripada pupuktunggal biasa.Karena masing-masing pupuk mempunyaikelebihan dan kelemahan tersendiri, makapenetapan pupuk jenis mana yang akandigunakan perlu dipertimbangkan dengancermat. Faktor yang perlu dipertimbangkanantara lain, keadaan tanah, harga per satuanhara pupuk, ketersediaan tenaga, beayapenganglmtan, penggudangan, dan ketrampilantenaga pelaksananya sendiri. Penulis : AgusSutarman,PenyuluhPertanianPusat.Email :agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya,Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.Sumber Gambar : http://tatangmanguny.wordpress.com/kasundaan-jaman-baheula/