Loading...

PUPUK ORGANIK CAIR DALAM BUDIDAYA KEDELAI

PUPUK ORGANIK CAIR DALAM BUDIDAYA KEDELAI
Program Upsus Pajale untuk komoditas kedele sampai saat sekarang belum bisa berhasil dikarenakan komoditas ini memang mempunyai spesifik tersendiri dalam budidayanya, sehingga memerlukan waktu untuk bisa mencapai swasembada. Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang tingkat kebutuhannya cukup tinggi bagi masyarakat Indonesia. Banyak masakan asli Indonesia yang menggunakan bahan dasar kedelai. Kedelai dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan memiliki aerasi dan drainese yang baik.Pemupukan merupakan fase penting dalam tahapan budidaya kedelai, karena pemberian pupuk akan menjamin ketersediaan hara yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman. Selain pupuk dasar, pemupukan lanjutan dapat dilakukan setelah tanaman kedelai berumur dua minggu, dan diaplikasikan setiap dua minggu sekali.Penggunaan POC Atau Pupuk Organik Cair menjadi salah satu alternatif pemberian pupuk tambahan yang sering dipilih, mengingat sifatnya yang lebih mudah terserap tanaman, karena berbentuk cairan dan langsung diaplikasikan ke bagian daun tanaman. POC merupakan pupuk yang terbuat dari meteri makhluk hidup, yang didapat dari hasil pelapukan tanaman atau hewan. Pemanfaatan pupuk organik cair dilaporkan berdampak positif terhadap pertumbuhan tanaman maupun hasil panen.Berikut adalah gambaran pengaruh pemupukan tanaman kedelai menggunakan POC.• Aplikasi pertama, saat usia tanaman mencapai dua minggu, dapat memacu pertumbuhan bintil akar sebagai pengikat N-tanah, sehingga tanaman kedelai mampu mengikat unsur N yang cukup jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan dalam pertumbuhannya.• Aplikasi berikutnya, saat usia tanaman mencapai empat minggu, berfungsi untuk memacu pertumbuhan bunga produktif dalam jumlah banyak dan kuat, serta meningkatkan aktifitas bintil akar yang terbentuk.• Aplikasi selanjutnya, dua minggu kemudian, berfungsi memaksimalkan pengisian polong, sehingga diharapkan tanaman dapat memberikan hasil yang maksimal.Yang perlu diperhatikan, pemupukan dengan POC sebaiknya tidak dilakukan pada saat tanaman dalam fase pembungaan, karena dapat mengganggu proses penyerbukan tanaman. Untuk menjamin hasil panen yang maksimal, tentu saja pemupukan tidak menjadi satu-satunya faktor yang harus diperhatikan, akan tetapi terkait dengan faktor lain, seperti, benih unggul, tata kelola air, pengendalian hama dan penyakit, juga perlakuan panen dan paskapanen.(dari berbagai sumber)Sisusun oleh:Oleh :Kelik D. Setyawan,SP. Penyuluh Pertanian MudaBPP Banyuurip DINPPKP Kabupaten Purworejo Purworejo.