Dalam berbagai bahasan tentang kesuburan tanah, telah banyak diulas bahwa tanah lahan pertanian kita, khususnya tanah sawah dalam kondisi yang kurang sehat, hal ini terbukti dengan produksi padi yang cenderung tidak bisa meningkat dan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kebiasaan petani yang tidak memperhatikan lingkungan selama bertahun-tahun mempunyai andil terhadap kerusakan kondisi tanah sawah saat ini. Di daerah kami pada umumnya, budidaya padi sawah dilakukan dengan pengairan yang selalu tergenang, penggunaan pestisida dan herbisida yang ditabur langsung ke tanah, tidak adanya penggunaan pupuk organik dan setelah panen jerami tidak dikembalikan lagi ke sawah, kebanyakan jerami untuk pakan ternak, bahkan sebagian besar sisa jerami justru dibakar. Beberapa hal tersebutlah yang mendorong terjadinya kerusakan tanah sawah. Mikroorganisme di dalam tanah mulai berkurang dan banyak yang mati sehingga tanah tidak mampu lagi mendekomposisi bahan organik menjadi nutrisi untuk tanaman. Tugas kita bersamalah untuk mencegah atau memperbaiki kerusakan tanah sawah, salah satu caranya adalah dengan menambahkan pupuk organik ke lahan pertanian kita. Pupuk organik mengandung mikroorganisme yang merupakan komponen dalam tanah. Mikroorganisme dalam tanah tersebut yang membantu memperbaiki sifat tanah, mengikat air dalam tanah, memudahkan air meresap dari permukaan tanah, memperlancar aerasi tanah dan mampu menyediakan nutrisi dalam tanah bagi tanaman sehingga mendukung tumbuhnya tanaman. Hanya saja ,mengetahui peran dan fungsi pupuk organik, tidak serta merta petani mau menggunakannya. Banyak petani menganggap penggunaan pupuk organik hanya menambah biaya usaha tani saja tetapi tidak memberikan hasil yang berarti. Alhasil, biaya penggunaan pupuk organik dipangkas habis, petani tidak menggunakan pupuk organik dalam budidaya disawahnya. Sebuah solusi bagi petani, untuk menekan biaya penggunaan pupuk organik adalah petani seharusnya tidak selalu membeli pupuk organik, masyarakat di sekitar sawah banyak yang memiliki ternak, siapkan sedikit lahan kosong disawahnya yang tidak terkena sinar matahari langsung, fungsikan sebagai tempat menabung pupuk organik. Kotoran ternak atau bahan organik disekitar kita, yang setiap hari dibuang, kita letakkan di lahan tersebut. Lambat laun, bahan organik tersebut akan terdekomposisi secara alami, bahkan supaya cepat, kita tambah dengan dekomposer. Setelah bahan-bahan organik tersebut matang menjadi pupuk organik, itulah yang kita tabur ke semua lahan sawah, selanjutnya pupuk organik tersebut akan mengembalikan kesehatan tanah sawah kita. Sumber : Dikutip dari berbagai sumber