Pupuk NPK atau kepanjangan dari nitrogen,fosfor, dan kalium adalah jenis zat yang dibutuhkan tanaman, pupuk ini bisa berupa padat dan cair, yang berfungsi memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman. Pupuk NPK buatan pabrik yang semakin langka dan mahal, serta dalam penggunaan jangka panjang akan meninggalkan residu yang akan merusak struktur tanah merupakan masalah yang dirasakan oleh petani saat ini. Oleh sebab itu Penggunaan pupuk alternatif yang ramah lingkungan adalah pilihan yang harus ditempuh petani dalam mengatasi masalah tersebut. Penggunaan pupuk NPK Organik Cair merupakan upaya yang diambil dalam memperbaiki kesuburan dan struktur tanah secara aman serta ramah lingkungan yang output atau hasil produksi yang dihasilkan terbebas dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan aman untuk dikonsumsi. PEMBUATAN PUPUK NPK CAIR Bahan : Bahan organik (daun lamtoro, daun gamal, daun Kipahit, buah-buahan busuk, limbah sayuran dll), rajang dan padatkan dalam ½ karung beras 25 kg. Bahan-bahan tersebut mengandung bakteri pengikat unsur nitrogen, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia yang mengandung unsur Nitrogen, seperti Bonggol pisang, mengandung bakteri pengurai Unsur Phospate, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia yang mengandung Phospate, seperti SP 36. Semua bagian buah kelapa yang muda/tua, (air kelapa dan sabut kelapa) mengandung bakteri pengurai unsur Kalium, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia yang mengandung unsur kalium, seperti Cairan gula/molases 500 ml Air cucian beras (air tajin) dari cucian pertama 10 liter Air kelapa yang sudah tua 10 liter Air bersih 7 liter Alat : Ember plastik atau gentong yang bertutup, bila tidak ada penutup bisa menggunakan plastik sebagai penutup ember. Ember tidak boleh terbuat dari seng atau logam yang mudah berkarat. Karung beras yang terbuat dari serat sintetis. Karung ini harus berpori dan tidak bisa diganti dengan kantong plastik. Gayung 1 buah. Pengaduk dari kayu Tali rafia. Pemberat Cara Pembuatan : Masukkan Bahan organik kedalam karung beras dan tekan sampai padat Ikat karung tersebut dengan tali rafia Buat larutan media dan masukkan karung beras yang berisi sampah organik ke dalam larutan media sampai bahan organik terendam seluruhnya Agar tidak mengapung, letakkan beban diatas karung beras Tutup ember dengan rapat sehingga udara tidak dapat masuk ke dalam ember. Penutup bisa menggunakan penutup ember atau plastik yang tidak berpori Setelah tertutup rapat, simpan ember di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung Setelah 3 hari buka penutupnya, jika tercium seperti bau manis tape maka fermentasi berhasil jika berbau busuk maka tambahkan gula 1 kg. Simpan selama 10-15 Setelah proses fermentasi selesai, buka penutup ember Angkat karung berisi sampah organik dan pisahkan. Volume bahan organik akan menyusut dari volume awal. Sisa ini bisa dijadikan bahan kompos Fermentasi yang berhasil ditandai dengan adanya bercak-bercak putih pada permukaan cairan. Cairan yang dihasilkan dari proses ini akan berwarna kuning kecoklatan dengan aroma khas tape yang menyengat. Dosis pemakaian : Aplikasinya pada padi Semprotkan pupuk NPK pada umur padi 0-50 hari untuk meningkatkan pertumbuhan anakan dengan interval setiap 1 minggu sekali Dengan dosis 1 gelas (250 ml) untuk 1 tangki semprot. Semprotkan lagi pada saat padi berumur 63 hari sampai biji padi menguning yang berfungsi Untuk merangsang bunga dan pembentukan biji dengan interval semprot 1 minggu sekali. Dosis 1 gelas (250 ml) untuk 1 tangki semprot.