Loading...

rabies si anjing gila

rabies si anjing gila
rabies si anjing gila rabies dikenal dengan nama anjing gila adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang termasuk dalam famili rhabdoviridae dari jenis lyssa virus. virus rabies termasuk dalam ordo mononegavirales. penyakit ini disebut juga dengan hidrofobia dan lyssa yang telah menyebar ke seluruh dunia terlebih ke negara-negara yang berkembang. lalu seberapakah bahayanya penyakit rabies pada hewan peliharaan? negara-negara yang sedang mengalami perkembangan seperti halnya afghanistan, bangladesh, brazil, bolivia, colombia, ecuador, elsavador, guatemala, haiti, india, indonesia, mexico, myanmar, nepal, pakistan, peru, filipina, srilanka, thailand, vietnam dan yaman menjadi beberapa negara yang mengalami penyakit rabies paling tinggi di dunia. rabies bisa terjadi karena andanya virus yang membuat perilaku hewan berubah. untuk anjing biasanya mengalami masa inkubasi selama 10 hari sampai 2 bulan ketika terkena rabies. penularan pada manusia cara penularan rabies rabies bisa menular dari hewan ke manusia pada saat mengalami kontak dengan air liur hewan penderita. kontak antara air liur hewan penderita dengan penderita rabies dapat terjadi dengan berbagai cara, antara lain kontak air liur hewan penderita dengan selaput lendir atau membran mukosa, contohnya adalah membran mukosa mata, hidung dan mulut atau gigitan. penularan pada umumnya dan paling sering terjadi ialah adanya gigitan dari hewan penderita ke manusia, disamping itu juga dapat terjadi karena adanya kontak langsung antara air liur hewan penderita dengan manusia melalui luka terbuka. masa inkubasi masa inkubasi merupakan rentang waktu antara masuknya bibit penyakit, dalam hal ini adalah virus rabies sampai teramati gejala penyakit. masa inkubasi penyakit ini 2 sampai 8 minggu sehingga penyakit dapat diamati setelah virus masuk ke dalam tubuh penderita. masa inkubasi ini sangat bergantung pada: jumlah virus yang telah masuk lewat gigitan jika semakin banyak virus yang masuk melalui gigitan maka akan semakin cepat gejala penyakit bisa teramati. tempat gigitan, jika gigitan jauh dari sistem saraf pusat maka masa inkubasi akan lebih lama. sebaliknya, jika gigitan dekat dengan sistem saraf pusat maka masa inkubasi akan lebih pendek. keganasan luka, apabila gigitan disertai dengan infeksi sekunder maka masa inkubasi akan lebih pendek dibandingkan gigitan yang tidak disertai dengan infeksi sekunder. gejala klinis setelah virus rabies masuk ke dalam tubuh hewan atau manusia, umumnya dalam waktu dekat penderita tidak akan merasakan gejala klinis yang terjadi. virus rabies akan diangkut dari otot menuju ke otak dan jaringan saraf. pada masa ini, manusia belum dapat merasakan gejala yang terjadi. masa inilah yang dinamakan masa inkubasi. masa inkubasi ini dapat berlangsung mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. setelah virus sampai ke otak dan melakukan replikasi yang menimbulkan terjadinya peradangan pada otak atau ensefalitis, virus baru yang akan di bawa dari otak menuju ke glandula salivarius dan dikeluarkan lewat ludah. pada saat virus telah dikeluarkan lewat air liur inilah hewan tersebut mulai dapat menularkan penyakit rabies kepada manusia ataupun hewan lain. gejala klinis penyakit rabies pada manusia adalah: merasa khawatir menjadi gila sakit kepala dan demam mengalami rasa sakit pada luka gigitan mengalami fase eksitasi yang ditandai dengan meningkatnya kepekaan terhadap sinar dan suara serta terjadinya dilatasi pada pupil apabila berlanjut, otot pengunyah akan menjadi kejang sehingga akan terjadi hipersaliva atau pengeluaran air liur yang meningkat dan hidrofobia atau takut terhadap air bila berlanjut, maka akan terjadi kekejangan otot secara umum yang diikuti paralysis umum serta terjadinya kematian pada umumnya terjadi karena paralysis otot pernafasan yang membuat adanya gangguan pernafasan dan kegagalan bernafas. pencegahan rabies pencegahan rabies dapat dilakukan dengan : berikan vaksinasi rabies secara rutin setiap tahun pada semua kucing, anjing dan monyet peliharaan anda. jangan biarkan hewan peliharaan anda berkeliaran kemana-mana. hal ini perlu dilakukan untuk bisa menghindari kontak dengan hewan liar yang mungkin saja menggigit atau menularkan rabies. jangan memelihara hewan yang belum diketahui status kesehatannya atau memungut hewan liar untuk dipelihara di rumah. jika melakukan perjalanan terutama ke negara yang belum dinyatakan bebas rabies maka hendaknya menghindari kontak langsung dengan hewan. hingga saat ini, obat untuk rabies masih belum ditemukan. satu-satunya usaha yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi sebelum gejala klinis diamati. paidi,spkp - kjf dinas pertanian pesawaran