Loading...

RAGAM JENIS JAGUNG

RAGAM JENIS JAGUNG
Jagung merupakan jenis tanaman serealia yang tergolong dalam tanaman penghasil sumber karbohidrat kedua setelah beras. Sebagai salah satu sumber pangan jagung menjadi komoditas utama setelah beras. Di beberapa daerah di Indonesia beberapa tahun yang lalu jagung sempat menjadi andalan bahan pangan utama seperti daerah madura dan bahan pangan campuran beras pada saat terjadi paceklik. Selain menjadi sumber bahan pangan jagung juga dikembangkan sebagai bahan baku industri dan juga dikembamgkan sebagai bahan baku pakan ternak. Tanaman jagung dikenal beragam jenis jagung yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Untuk lebih mengenal ragam jenis jagung ada beberapa kriteria yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan pilihan tanaman jagung. Pilhan mana yang akan dipilih tentunya anda yang mempunyai keputusan. 1.Jagung gigi kuda Disebut sebagai jagung gigi kuda, karena lekukan pada bagian atas biji jagung membentuk lekukan yang disebabkan biji jagung mengalami pengeringan dan biji jagung membentuk seperti gigi kuda. Pada jagung gigi kuda ditemukan ada lekukan berupa pati keras dibagian pinggir biji jagung dan pati lembek dipuncak biji. Biji jagung gigi kuda memiliki struktur lunak dan mudah mengerut. Pada tanaman jagung gigi kuda kadang kadang tumbuh dua buah tongkol dengan tiap tongkolnya mempunyai biji yang banyak.Bentuk biji seperti baji dengan berat setiap 1000 bijinya setara dengan 300 – 500 gram. Biji jagung gigi kuda sangat cocok dibuat tepung. Jagung gigi kuda umumnya berwarna kuning dan putih .Jenis jagung ini sangat jarang ditanam di Indonesia karena kurang tahan dengan hama bubuk 2. Jagung MutiaraJagung mutiara berbentuk bulat dengan warna putih, kuning dan merah.. Bagian luar biji jagung keras dan licin karena mempunyai pati yang keras. Berat biji jagung mutiara setiap 1 000 bijinya setara dengan 100 – 300 gram. Jagung mutiara dapat beradaptasi luas didaerah beriklim sub tropis dan tropis Jagung mutiara banyak ditanam petani Indonesia dengan umur tanaman yang bervariasi, umur pendek tengah dan panjang masa tanamnya. Hasil olahan jagung mutiara kualitas konsumsi dan olahannya baik. Jagung mutiara identik dengan jagung lokal. Tanaman jagung ini tahan dengan hama bubuk dan banyak mengandung beras jagungnya. Tanaman jagung mutiara bentuknya tegap 3. Jagung ManisNama lain dari jagung manis sweet corn yang banyak mengandung gula dari pada pati. Jagung manis merupakan hasil perkembangan dari proses pemuliaan tanaman jagung gigi kuda dan jagung mutiara. Pusat tanaman jagung manis ada di Amerika Serikat dan Meksiko Biji jagung manis mirip dengan kaca dan mengandung pati yang rasanya manis. Jagung manis biasa dipanen pada umur muda untuk digunakan sebagai makanan kaleng atau bahan baku pembuatan sirup jagung. Beberapa tahun ini Indonesia juga sudah mengembangkan jagung manis di berbagai daerah dengan tujuan untuk perdagangan eksport kepasar dunia. Tanaman jagung manis pemeliharaannya membutuhkan pemeliharaan yang intensif, agar tidak mudah terserang berbagai macam hama penyakit. Jagung manis bila ditanam berdekatan dengan tanaman jagung lokal dapat mengakibatkan terjadinya penyerbukan silang yang berdampak pada hasil citarasa jagung manis yang mengalami penurunan rasa manis..Untuk mencegah terjadinya penyerbukan silang dianjurkan penanaman jagung manis bila terpaksa berdekatan dengan tanaman jagung lokal diajurkan untuk penanaman dengan jarak tanam minimal 300 meter. 4. Jagung berondongJenis jagung ini dikenal juga dengan nama jagung pop corn, biji jagung brondong agak runcing, kecil dan keras. Biji jagung bila dipanaskan akan meletus dan mengembang yang dikenal sebagai berondong. Warna biji jagung brondong putih atau kuning dengan kualitas kandungan air sekitar 14 %. Bila kandungan air lebih atau kurang dari 14 % kualitas jagung pop corn akan jelek. Tanaman jagung jenis ini tidak setegap tanaman jagung lainnya. Jenis jagung berondong belum banyak ditanam di Indonesia. Tanaman jagung pop corn banyak ditemukan di Amerika utamanya di daerah Iowa, Nebraska dan Meksiko yang ditanam secara besar besaran. Nani Priwanti Soeharto – PP PPMKP Ciawi Sumber : 1 Ir. H. Rahmat Rukmana, Usaha tani Jagung, Penerbit Kanisius, 1997 2. Warisno, Budidaya Jagung Hibrida, Penerbit Kanisius, 1998 3.Ir. Purwono, M.S, Rudi Hartono, SP, Bertanam Jagung Unggul, Penerbit Penebar Swadaya, Cetakan 1, 2005