Kebutuhan kedele terus mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan gizi pangan yang salah satunya dapat dipenuhi dari hasil produksi olahan kedele. Kebutuhan permintaan bahan baku pangan kedele tentunya dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi petani dalam menganeka ragamkan hasil produksi pertaniannya. Untuk mencapai keberhasilan dalam menghasilkan produksi kedele tentunya harus mampu memilih kwalitas varietas kedele mempunyai keunggulan menghasilkan produksi tinggi.Teknologi kedele terus mengalami perkembangan. Sekarang ini banyak ditawarkan beragam jenis varietas kedele unggul yang dapat dipilih petani sebagai calon benih kedele. Pilihan varietas kedele mana yang akan dipilih petani tentastunya sangat tergantung dari agroekosistem tempat lokasi benih kedele ditanam dan permintaan konsumen pada jenis kedele Pemilihan Varietas benih kedeleUntuk menentukan pilihan varietas benih kedele perlu mempertimbangkan umur panen, ukuran dan warna biji serta tingkat adaptasi terhadap lingkungan tempat penanaman kedele. Beragam jenis varietas kedele yang dapat dipilih sebagai pilihan calon benih sesuai dengan lokasi penanaman kedele, diantaranya ; 1. Kedele biji besar.Kedele pada jenis ini mempunyai 3 varietas yaitu a) Varietas Grobogan merupakan kedele Genjah yang diluncurkan tahun 2008 dengan umur tanam 76 hari, bobot 18-21 gram/100 biji dan hasil produksi yang dicapai 4,2 ton/hektar, b) Varietas Anjasmoro yaitu benih kedele dilepas tahun 2001 merupakan varietas kedele yang mudah beradaptas dan tahan rebah. Umur tanam kedele anjasmoro 87 hari, bobot yang mampu dicapai 15 gram/100 biji dengan hasil produksi mencapai 2,3 ton/hektar, c) Varietas burangrang adalah kedele genjah dengan umur tanam 81 hari, kemampuan produksi 2,5 ton/hektar dan bobot yang dicapai 16 gram/ hektar. 2. Kedele Biji SedangPilihan jenis kedele biji sedang ditawarkan 3 macam varietas kedele dan semuanya umur genjah yang terdiri dari a). Varietas Kaba merupakan varietas kedele yang mempunyai polong tidak mudah pecah, umur tanam kedele kaba 85 hari, dengan bobot 1,4 gram/100 biji, b). Varietas Sinabung, kedele, ini dilepas tahun 2001 bersifat tahan rebah dengan hasil produksi mampu mencapai 2,6 ton/hektar dan umur tanaman 88 hari, c) Varietas Ijen, kedele ini agak tahan terhadap ulat grayak, Varietas ini diluncurkan tahun 2003, mampu menghasilkan produksi 2,49 ton/hektar dengan umur tanam 83 hari. 3. Kedele Genjah Biji Kecil. Jenis kedele Genjah ini ada dua macam dengan rendemen tinggi pada produksi tahu. dan mempunyai sifat yang sama yaitu toleran dengan kekeringan. Yang termasuk kedele Genjah Biji Kecil adalah a) Varietas Gepak Kuning peluncuran perdana tahun 2008 dengan umur tanam 73 hari, bobot 8,25 gram/100 biji dan mampu berproduksi sampai 2,86 ton/hektar, b) Varietas Gepak Ijo, hasil produksi yang dicapai 2,68 ton/hektar dengan umur tanam 76 hari dan bobot mencapai 6,82 gram/100 biji.Varietas Gepak ijo dilepas tahun 2008 4. Kedele hitamJenis kedele yang mempunyai toleran terhadap lahan masam, kedele ini berprotein tinggi sesuai untuk kecap. Jenis kedele hitam ada dua a) Varietas Detam 1, merupakan kedele hitam yang berbiji besar dengan kemampuan produksi mencapai 2,6 ton dan bobot 10 gram/100 biji, umur tanam 85 hari, b) Varietas Detam 2 sifat varietas kedele ini bertoleransi dengan kekeringan. Pencapaian hasil produksi 2,6 ton/hektar dengan umur tanam 85 hari dan bobot mencapai 10 gram/100 biji, c) Varietas Detam 3 adalah jenis kedele hitam yang agak toleran dengan kekeringan, biji kedele sedang dengan bobot 11,75 gram/100 biji, umur panen 75 hari dengan kandungan protein 36,44 %, d) Varietas Detam 4, merupakan jenis kedele hitam yang toleran dengan kekeringan dengan kandungan protein 40,26 % biji kedele sedang dengan bobot 11,01 gram/100 biji dan umur panen mencapai 76 hari 5. Kedele Pasang Surut dan lahan MasamJenis kedele ini ada 2 macam varietas yaitu a) Varietas Tanggamus diluncurkan tahun 2008 umur tanam 85 hari dengan bobot 10 gram/100 biji dan hasil produksi 2,6 ton/hektar, b) Varietas Menyapa yang diluncurkan tahun 2001 berbobot 9,1 gram/100 biji dengan hari tanam 85 hari dan kemampuan produksi 1,98 ton/hektar Nani Priwanti S - Penyuluh Pertanian PPMKP CiawiSumber :1. Dr T. Adisarwanto, Kedele , Penebar Swadaya, Cetakan 1 , 20052. Anonymous, Teknologi Untuk Meningkatkan Produksi Kedele, Kementrian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Jakarta 2013