Loading...

Rahasia Jitu Bertanam Sayuran Dipekarangan

Rahasia Jitu Bertanam Sayuran Dipekarangan
Bertanam sayuran dipekarangan bisa menciptakan taman sayuran yang multifungsi. Selain sebagai sumber gizi keluarga yang menyehatkan, tampilannya cukup memberikan kesan estetis dan bias dijual sehingga akan memberikan keuntungan ekonomis. Cara bertanam bisa langsung ditanah pekarangan, namun untuk mendapatkan hasil optimal adalah lebih baik jika bertanam pada wadah (pot). Variasi wadah tanam sangat beragam, mulai daeripot konvensional, ember, tong plastik, pipa PVC, batang bumbu, talang air, polibag, hingga rak vertical (Vertikultur). Sayuran merupakan salah satu unsur makanan yang sangat penting bagi tubuh dan bukan sekedar sebagai pelengkap saja. Faktor inilah yang menjadi pendorong bagi masyarakat kita menyukai menanam sayuran dihalaman rumah, selain itu juga : Untuk penghijauan dan dapat menjadi sumber kebutuhan sayur bagi mereka secara sehatv dan mandiri. Salah satu bentuk penyaluran hobi atau sekedar mengisi waktu luang. Timbulnya rasa bangga jika mampu memanen dan mengkonsumsi sayuran yang ditanam sendiri. Diperolehnya sayuran yang lebih terjamin kebersihan dan mutunya, karena penggunaan pestisida yang dapat ditekan semaksimal mungkin. Bertanam sayuran berarti melatih seluruh anggota keluarga untuk lebih mencintai alam. Untuk menciptakan suasana pelepas stress. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan halam rumah untuk bertanam sayuran adalah : Sifat dan struktur tanah. Sinar matahari Ketersediaan air Keberadaan tanaman keras. (jangan sampai mengahalangi tanaman yang ditanam , contohnya seperti pohon besar) Mebuat rencana kegiatan : Gambar atau bentuk model dari tempat yang akan digunakan. Membuat tahapan kegiatan, dari mempersiapkan peralatan dan bahan – bahan yang dibutuhkan. Berapa lama waktu yang dibutuhkan, apakah perlu bantuan pihak lain atau membuat sendiri, kapan akan dilaksanakan dan kapan akan selesai. Tempat penanaman dapat disesuaikan dengan kondisi atau luas halam yang tersedia. Sistem bertanam yang umum dilakukan adalah secara konvensional (penanaman langsung ditanah) dan yang menggunakan pot. Dalam praktik umumnya para hobilis menggunakan kedua model tersebut. Jenis – jenis sayuran yang dapat dimanfaatkan, dibedakan menjadi 6 jenis sayuran, yaitu : Sayuran daun, misalnya : bayam dan kangkung. Sayuran buah, seperti : terung, tomat, dan labu siam. Sayuran bunga, misalnya : bunga papaya dan bunga kol. Sayuran rebung, misalnya: asparagus dan jahe. Sayuran umbi, seperti : bawang putih, talas, wortel, dan lobak. Sayuran batang, misalnya bawang daun dan seledri. Oleh : Martina Martha Poluan, SP (Penyuluh Pertanian Pertama BPP Kec. Maesa)