Rahasia Memperbanyak Anakan Padi Sawah Mudah Baget !
Salah satu kunci keberhasilan budidaya padi adalah dengan memperbanyak anakan padi. Karena semakin banyak anakan produktif pada tanaman padi, diharapkan akan semakin banyak bulir malai yang terbentuk dan saat panen pastinya akan diperoleh peningkatan produksi yang sangat tinggi. Caranya agar jumlah anakan pada tanaman padi menjadi banyak, yaitu : Membuat media yang disukai tanaman padi Buatlah lahan sawah menjadi media yang paling disukai tanaman padi muda ( Bibit Padi), Dengan tujuan saat pindah tanam bibit padi tersebut tidak setres dan bisa langung berkembang. Tanaman Padi muda menyukai media yang tekstur tanahnya gembur dan bahan organiknya tinggi serta pada tanah tersebut bebas dari koloni jamur dan bakteri pathogen. Penanaman Bibit Padi Pada saat penanaman bibit padi, jangan tanam bibit yang sudah tua. Pilihlah bibit padi yang masih berusia muda, yaitu antara 10 – 15 HSS (Hari Setelah Semai). Sebab, bibit padi muda dapat mengurangi stagnasi (berhenti tumbuh sementara) serta potensi untuk memproduksi anakan akan lebih banyak. Berikan unsur hara dengan kandungan Phosphor (P) Berikan unsur hara yang menpunyai kandungan phosphor (P) sedini mungkin ( 2 hari setelah tanam). Unsur hara phospat dapat diperoleh dengan menggunakan pupuk anorganik. Sebenarnya, pada tanah memiliki kandungan Phospat yang tinggi, tapi unsur phospat yang terkandung di pupuk organik ataupun tanah tidak dapat terserap langsung oleh tanaman karena terikat oleh tanah. Memberikan unsur nitrogen pada fase vegetatif Memberikan unsur Nitrogen (N) pada fase vegetative sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur N juga berperan dalam pembentukan anakan padi. Oleh karena itu, saat proses awal terjadinya pembentukan anakan padi, unsur N ini harus tersedia dan tidak boleh terlambat. Unsur N dapat diperoleh dari bahan sintetis seperti Urea/ZA atau sebenarnya di udara sudah terkandung unsur N yang tinggi, yaitu berkisar 78 %. Terapkan system Intermitten untuk pengairan tanaman padi Pengairan yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan system intermitten (pengairan berselang memerlukan pengaturan kapan lahan digenangi dan dikeringkan). Jangan memberi air pada tanaman padi secara periodic, diairi lalu dibiarkan sampai kering (Tanahnya pecah rambut) lalu diairi lagi, demikian seterusnya. Jaga jarak tanaman padi Jarak tanam jangan terlalu rapat, apabila jika tanahnya subur. Walaupun anakan akan terbentuk banyak, jika jaraknya terlalu rapat biasanya anak tersebut menjadi kurang produktif. Jadi, sebisa mungkin gunakan sistem tanam jajar legowo. Berikan pupuk organik cair saat padi berumur 10 hst. Berikan pupuk organik cair (POC) pada saat tanaman padi berumur 10 HST dan di ulangi setiap 10 hari sekali. Karena bakteri yang terkandung dalam POC dapat menghasilkan hormone tanaman/phytohormone (ZPT), yang terutama yang mengandung sitokinin zat pengatur tumbuh yang mendorong yang terjadinya pembelahan sel dan giberelin untuk membantu proses mempercepat tumbuhan agar cepat tinggi. Oleh; Ani Maryani, SP. Admin SMIPP BPP Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis