Loading...

RAKOR GP-PTT JAGUNG BERSAMA KORAMIL KABUPATEN SIJUNJUNG

RAKOR GP-PTT JAGUNG BERSAMA KORAMIL KABUPATEN SIJUNJUNG
Rapat Koordinasi Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Jagung Hibrida Anggaran APBN Tahun 2015 diselenggarakan pada hari Senin, 13 April 2015 di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung. Rapat koordinasi ini menghadirkan 20 orang ketua kelompok pelaksana GP-PTT Jagung Hibrida, Penyuluh Pendamping, Kepala UPTB-BPK, serta seluruh Danramil dan Babinsa se Kabupaten Sijunjung.Bapak Ir. Nizam Ul Muluk, M.Si selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kelompok tani yang telah memulai pelaksanaan penanaman jagung hibrida maupun kegiatan peningkatan optimalisasi lahan (POL) padi serta pengawalan dan pendampingan oleh petugas di Kecamatan maupun Kabupaten khususnya pihak TNI yaitu Koramil dan Babinsa dalam mendukung pensuksesan kegiatan menuju swasembada berkelanjutan. Bapak Kadis juga memberikan gambaran terhadap kemajuan-kemajuan yang telah dicapai Kabupaten Sijunjung khususnya dalam pencapaian surplus beras di atas 5% pada setiap tahunnya. Bahkan Pada tahun 2014, Kabupaten Sijunjung meraih peringkat ke-2 tertinggi di Sumatera Barat dalam pencapaian surplus beras sebanyak 14,4%. Bapak Alnofriadi selaku Danramil Kecamatan Koto VII menyampaikan bahwa pihak TNI khususnya Koramil dan Babinsa ditugaskan sebagai pendamping bagi kelompoktani dalam pelaksanaan POL Padi dan GP-PTT Jagung Hibrida. Pihak TNI siap membantu kelompoktani mulai dari pembukaan/pembersihan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan sampai dengan panen.Kegiatan GP-PTT Jagung Hibrida Anggaran APBN Tahun 2015 di Kabupaten Sijunjung sebanyak 500 ha yang tersebar pada 20 kelompoktani di Kabupaten Sijunjung. Kawasan Timpeh yang terletak di Kecamatan Kamang Baru merupakan daerah dimana petaninya secara rutin melaksanakan penanaman jagung hibrida. Seluas 150 ha kegiatan GP-PTT Jagung Hibrida (6 kelompoktani) berada di Kecamatan Kamang Baru dimana seluas 100 ha telah tertanam pada awal bulan Maret 2015. Kecamatan lain yang melaksanakan kegiatan GP-PTT Jagung Hibrida APBN 2015 yaitu Lubuk Tarok seluas 50 ha, Sijunjung seluas 75 ha, Sumpur Kudus seluas 75 ha, Koto VII seluas 50 ha, IV Nagari seluas 50 ha, dan Kupitan seluas 50 ha. Kabupaten Sijunjung melalui Anggaran APBN-P Tahun 2015 juga menerima kegiatan pengembangan jagung hibrida seluas 1.000 ha. Untuk itu, kepada kepala UPTB-BPK se Kabupaten Sijunjung agar mengajukan kelompoktani yang berminat dan memiliki potensi dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Bapak Kadis juga akan berupaya untuk memberikan kemudahan kepada beberapa kelompoktani dalam pengembangan penanaman jagung melalui anggaran APBD maupun APBN dengan memberikan bantuan pembangunan jalan usaha tani (JUT), peningkatan jalan produksi, dan bantuan alsintan berupa mesin pemipil jagung. (M. Iwan K., SP)